Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Tuesday, September 8, 2009

Bagian dari Alkitab Tertua Telah Ditemukan Secara Tidak Sengaja

*) Seorang Pelajar Menemukan Potongan Alkitab Dibawah Bundel

MOUNT SINAI, Egypt, SEPT. 7, 2009 (Zenit.org).- Fragmen atau potongan teks Alkitab yang diperkirakan salah satu dari dua alkitab tertua di dunia, yakni Codex Sinaiticus telah ditemukan secara tidak sengaja beberapa hari lalu di Monasteri (Biara) St.Catherine yang terletak di kaki Gunung Sinai Mesir.

Orang yang menemukan fragmen tersebut adalah Nikolas Sarris, berusia 30 tahun yang juga pelajar dari Yunani. Ia secara tak sengaja menemukannya pada saat dia sedang melakukan riset di monasteri tersebut untuk mengejar studi doktoralnya tentang manuskrip Alkitab abad ke-18.

Sarris adalah anggota tim yang bertanggungjawab pada edisi online Codex Sinaiticus, dimana Codex tersebut diluncurkan pada bulan Juli 2009 lalu melalui insiatif British Library, University Leipzig dan Perpustakaan Nasional Rusia, yang bekerjasama dengan Uskup Agung Orthodox Sinai, Damianos yang juga kepala biara dari Monasteri St.Catherine itu.

Keakraban Nikolas Sarris terhadap Codex Sinaiticus membuat dia begitu cepat mengenali adanya fragmen dengan ciri khas gaya huruf dan tingginya kolom pada Codex tersebut meksipun fragmen tersebut hanya sebagian saja terlihat yang mana posisinya tersembunyi pada bundelan Codex yang baru itu.

“Ini momen yang menyenangkan sekali,” ujar Sarris kepada Koran The Independent. “Meskipun bidang ini bukan keahlian saya, tetapi Saya telah membantu proyek online ini sehingga apapun terkait masalah Codex Sinaiticus telah terekam di pikiran saya. Saya mulai memeriksa huruf-huruf dan kolom-kolom dan segera saya sadar bahwa kami sedang mengamati bagian atau potongan yang tak kelihatan dari Codex itu”.

Lebih Banyak Lagi Potongan

Fragmen tersebut berkaitan dengan awal mula Kitab Yoshua. Penemuan ini telah dikonfirmasi oleh pustakawan monasteri yakni Rm. Justin.

Menurut apa yang dikatakan oleh Rm. Justin kepada koran The Art Newspaper, adalah hal yang mungkin bahwa ada beberapa bagian lagi dari potongan tersebut yang tersembunyi di bawah bundelan yang lain, meksipun saat ini monasteri ini tidak memiliki sarana teknologi untuk melaksanakan riset tanpa menimbulkan kerusakan.

Setidaknya terdapat 18 bundelan Kitab lain dalam perpustakaan monasteri ini yang dikompilasikan oleh dua orang rahib yang sama yang telah mempergunakan kembali Codex tersebut. “Kami tidak tahu apakah kami akan menemukan lebih banyak lagi Codex dalam Kitab-kitab itu namun hal ini pastinya merupakan proyek yang pantas dikerjakan, “ ujar pustakawan itu.

Codex Sinaiticus adalah manuskrip Alkitab yang ditulis antara tahun 330 dan 350 Masehi, dan menurut tradisi Gereja, Codex tersebut ditulis atas permintaan Kaisar Roma Konstantinus. Bersama dengan Codex Vaticanus, kedua Alkitab tertua ini dianggap sebagai teks purba tertua dari Kitab Suci yang ada di dunia ini.

Sarjana Jerman Constantin Von Tischendorf adalah orang yang pertama kali menemukan Codex Sinaiticus di dalam biara St.Catherine tahun 1844 dan ia memindahkan beberapa bagian kecil Codex tersebut satu dekade kemudian.

Saat ini bagian-bagian kecil Codex Sinaiticus dibagi-bagikan diantara British Library, Universitas Leipzig dan Perpustakaan Nasional Rusia.

*) Diterjemahkan oleh Leonard T. Panjaitan
--- --- ---

On the Net

Codex Sinaiticus: http://www.codexsinaiticus.org/en/

No comments: