Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Tuesday, September 22, 2009

Allah Tritunggal Maha Kudus

Allah Tritunggal Maha Kudus
Disusun Oleh Joseph Handoko

PENDAHULUAN .

Kitab Suci atau Injil ditulis untuk mewartakan Keselamatan dan Kabar Gembira untuk seluruh umat manusia, jadi seyogianya harus bisa dimengerti dan dipahami oleh para pembacanya. Tentunya tidak semuanya dapat dimengerti secara langsung, tetapi banyak tulisan bapak-bapak gereja yang dapat membantu kita. Tulisan-tulisan para bapak gereja ini sangat beharga sebab sudah teruji sepanjang sejarah gereja, yang diteruskan secara berkesinambungan sampai generasi masa kini.

Ayat-ayat berikut ini adalah bukti bahwa Allah tidak menyembunyikan Warta KeselamatanNya.


Mar  4:22    Sebab  tidak  ada sesuatu  yang  tersembunyi  yang tidak dinyatakan, dan tidak ada sesuatu
                    yang rahasia yang tidak akan terungkap.

Ul  29:29     Hal-hal  yang  tersembunyi ialah bagi Allah, TUHAN kita,  tetapi hal-hal yang dinyatakan
                    ialah  bagi kita  dan bagi anak-anak kita  sampai  selama-lamanya,  supaya kita melakukan
                    segala perkataan hukum Taurat ini.

KONTROVERSI  ALLAH  TRITUNGGAL  MAHAKUDUS.

Mengapa  issue  Allah Tritunggal Mahakudus  (ATM)  sangat penting di Indonesia ? ATM sering di salah pahami dan kerapkali menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan terutama dari orang Muslim yang kebetulan merupakan penduduk mayoritas Indonesia. Persoalan ATM hampir tidak pernah timbul di negara yang moyoritas penduduknya Kristen. Paling paling hanya terjadi perbedaan konsep antara kekristenan yang satu dengan lainnya

Saudara kita yang Muslim tidak bisa mengerti dan tidak bisa menerima bagaimana Bapa, Putera dan Roh Kudus  merupakan Allah yang Tauhid atau Esa. Hal ini tidak masuk akal dan dianggap sebagai pelecehan terhadap Allah dan agama mereka, dianggap musyrik atau pendurhakaan terhadap Allah.Dan siapa yang mempersamakan  Allah dengan sesuatu yang lain dosanya tak terampuni dan akan masuk  ke neraka yang paling dahsyat.

Apa lagi mempersamakan Yesus dengan Allah  seperti yang dilakukan oleh saudara saudara beberapa denominasi Protestan betul betul merupakan hujatan. Menyebut Yesus sebagai Putera Allah menambah kemarahan mereka, sebab menurut ajaran Islam Lam yalid wa lam yulad atau Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakan. Yesus juga putera Maria jadi bearti Allah menikah dengan Maria dan memperanakkan Yesus. Hal ini tentunya tidak benar sebab Allah adalah roh dan Maria adalah manusia, juga Allah adalah Pencipta dan Maria adalah ciptaan. Syahadat kaum Muslim adalah : La ilaha illa’l-lah, tidak ada illah atau Tuhan selain Allah. Jadi untuk penganut Islam ke Esa-an  atau ke-Tauhid-an Allah adalah mutlak. Sebutan Tuhan Yesus adalah musyrik.

Sebaliknya menurut ajaran Kristen ATM adalah Kebenaran yang mendasar bagi keselamatan penganutnya. Tanpa ATM keselamatan pengikut Kristus tak mungkin terjadi.

Kalau begitu siapakah  Tuhan Yesus Kristus itu ? Apakah Dia sama dengan  Allah ? Mari kita periksa dari ayat ayat Kitab Suci dan mencari siapakah Tuhan Yesus ini.

APAKAH  YESUS  SAMA  DENGAN  ALLAH ?

Yoh 17:3       Inilah  hidup  yang  kekal itu,  yaitu  bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah
                      yang  benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah  Engkau utus.
                      (Jadi Allah adalah satu-satunya dan Yesus adalah utusanNya)

Yoh 14:28     Karena Aku pergi kepada BapaKu, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Yoh 20:17   Kata Yesus kepadanya :”Janganlah engkau memegang Aku,sebab Aku belum pergi kepada
                    Bapa, tetapi  pergilah  kepada  saudara-saudaraKu  dan  katakanlah  kepada mereka, bahwa
                    sekarang  Aku akan pergi kepada  BapaKu dan Bapamu, kepada  AllahKu  dan  Allahmu

Gal  4: 4      Tetapi setelah  genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya,   yang lahir dari seorang
                    perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

Mar 15:34   Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring :”Eloi, Eloi, lama sabakhtani ?”,
                    yang  bearti : AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku ?

Disini kita melihat bahwa benar Allah dan Yesus itu beda. Allah atau Sang Bapa ini lebih besar dari Yesus dan Yesus diutus oleh Sang Bapa, Yesus juga berdoa kepada Sang Bapa.
Data Alkitab tidak pernah mengatakan Allah sama dengan Yesus, Alkitab menyebut Yesus adalah Anak Allah. Mari kita lihat data di Alkitab berikut ini,

Yoh 3:16     Karena  begitu besar kasih Allah akan  dunia  ini, sehingga  Ia telah mengaruniakan  Anak-
                    Nya  yang tunggal, supaya  setiap orang yang  percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan
                    beroleh hidup yang kekal.

Alkitab tidak pernah menyebut Yesus itu Allah atau Bapa tetapi Anak Allah, karena itu  Yesus lebih rendah dari Allah sebab Yesus diutus oleh Allah dan Yesus berdoa kepada Allah. Kita harus tahu secara jelas siapa  Yesus itu  agar tidak mudah diombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran yang membingungkan..

BAGAIMANA  AJARAN  YESUS  TENTANG  ALLAH ?

Sekarang mari kita lihat apa yang diajarkan Yesus tentang Allah atau Bapa itu ? Kita lihat dari  Injil  Markus,

Mrk 12:28   ”Hukum manakah yang paling utama?”

Mrk 12:29   Jawab Yesus :”Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan  Allah kita,
                    Tuhan itu esa.

Mrk 12:32   Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus :”Tepat sekali, Guru, benar kataMu  itu bahwa  Dia
                    Esa,dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Jelas dari jawaban Yesus sendiri mengatakan hukum yang paling utama adalah bahwa  Allah itu esa. Allah itu tidak punya sekutu dan tidak punya tandingan dan tidak terbilang. Inilah yang diyakini oleh setiap orang Israel sejak ia lahir sampai mati. Dalam seluruh Perjanjian Lama dan Taurat penuh pernyataan tentang ke-echad-an Allah. Jadi di Perjanjian Lama tidak ada masalah.

Yang menjadi masalah adalah di Perjanjian Baru dimana ada sebutan Tuhan Yesus, dimana orang Islam menyatakan : Tidak ada Tuhan selain Allah. Orang Islam menuduh orang Kristen menyembah  dua Tuhan, yaitu Tuhan Yesus dan Tuhan Allah. Lebih parah lagi kalau kita mengatakan  Yesus itu sama dengan Allah, ini adalah musyrik, dan dalam Islam dosa yang tidak bisa diampuni adalah dosa mempersekutukan atau mempertandingkan Allah.

BETULKAH  ST. PAULUS  MENGAJARKAN  ALLAH  TIDAK  ESA ?

Orang Islam mengakui ajaran Isa atau Yesus adalah benar  yaitu bahwa Allah itu esa, demikian pula dengan ajaran para nabi sebelum Isa. Tuduhan orang Islam, Pauluslah yang  menyimpang dengan mengubah ajaran Allah yang Mahaesa menjadi yang Mahatiga, yaitu Bapa,Putera dan Roh Kudus.  Mari kita lihat kebenaran  tuduhan ini dari surat-surat rasul Paulus yang dikirimkan kepada umat gereja di kota-kota  bersangkutan seperti terlihat di ayat-ayat berikut,

Rom  3:30       Artinya,  kalau  ada  satu  Allah,  yang  akan  membenarkan  baik  orang-orang  bersunat
                        karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.

1Kor  8: 4       Tentang  hal  makan daging  persembahan  berhala  kita tahu :”tidak ada berhala di dunia
                       dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”

(Memang tidak ada berhala di dunia ini, berhala adalah ciptaan pikiran kita sendiri. Kitalah yang menciptakan dewa-dewa atau makhluk makhluk lainnya dengan pikiran kita)
                      
1Kor  8:  6      namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala
                       sesuatu dan yang  untuk  Dia kita  hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu  Yesus Kristus, yang
                       olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup

1Kor 12: 6      Dan  ada  berbagai-bagai  perbuatan  ajaib,   tetapi  Allah adalah  satu yang  mengerjakan
                       semuanya dalam semua orang.

Gal   3:20      Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.

Ef    4:  6      satu Allah dan Bapa dari semua,  Allah yang di atas semua dan  oleh semua dan di dalam
                     semua.

Ternyata dari surat-surat rasul Paulus tidak satupun didapati kata yang menyatakan Allah itu tidak esa, kesemuanya mengacu kepada Allah yang esa. Juga dari surat Yudas di bawah ini menyatakan tentang ke-esa-an  Allah,

Yud  1:25    Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus,Tuhan kita,bagi Dia adalah kemuliaan,
                    kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang sampai selama-lamanya.

Ternyata seperti pada Perjanjian Lama, seluruh Perjanjian Baru pun mengajarkan kepada kita bahwa Allah itu esa, tidak ada yang menyamai, tidak ada yang menemani, dan tidak ada yang menyaingi.

APAKAH  SEBUTAN  TUHAN  SAMA DENGAN  ALLAH  ?

Seperti telah diterangkan sebelumnya, masalah timbul dalam sebutan Tuhan Yesus. Dalam pengertian umum  sebutan Tuhan adalah sama dengan sebutan yang diberikan kepada Allah. Lebih-lebih untuk orang Islam dimana sebutan Tuhan  hanyalah untuk Allah. Dalam Alkitab sebutan Tuhan  ternyata dibedakan dengan sebutan untuk Allah. Mari kita periksa beberapa ayat dari Alkitab seperti di bawah ini,

Rom  10:  9    Sebab  jika kamu  mengaku dengan  mulutmu, bahwa  Yesus adalah Tuhan, dan percaya
                       dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,maka kamu
                       akan diselamatkan.

Rom  10: 10   Karena  dengan  hati orang  percaya dan  dibenarkan, dan dengan  mulut orang mengaku
                       dan diselamatkan.

1Kor   6: 14    Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasaNya.

Jelas dari ayat ayat di atas sebutan Tuhan dibedakan dengan Allah sebab Allah tidak bisa membangkitkan Allah. Jadi sebutan Tuhan adalah untuk Yesus dan bukan untuk Allah. Kalau begitu sebutan apakah untuk Allah ? Untuk itu marilah kita lihat ayat berikut ini,

1Kor  8:  6     namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu  Bapa, yang dari padaNya berasal segala
                      sesuatu  dan  yang  untuk  Dia kita  hidup, dan satu Tuhan  saja, yaitu Yesus Kristus, yang
                      olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

YESUS  TELAH  ADA  SEBELUM  DUNIA  DIJADIKAN .

Kalau Yesus beda dengan Allah  apakah Yesus hanya sebagai seorang nabi seperti yang dipercayai oleh orang Islam, atau sebagai kembarannya malaekat Lucifer yang memberontak pada Allah seperti kepercayaan orang Mormon, atau sebagai makhluk yang diciptakan paling mula-mula oleh Allah untuk membantu Allah dalam penciptaan jagat raya beserta isinya seperti yang diajarkan oleh bidat Arianisme yang sekarang dianut oleh pengikut Saksi Yehova ?

Ternyata Yesus bukanlah sebarang makhluk seperti diajarkan oleh bidat-bidat diatas dan sudah ada sebelum jagat raya ini ada,dan sebelum dunia ini ada.. Mari kita lihat apa yang dikatakan oleh Alkitab,

Yoh  17:  5     Oleh  sebab  itu, ya Bapa, permuliakanlah  Aku  padaMu  sendiri dengan kemuliaan yang
                       Kumiliki di hadiratMu sebelum dunia ada.

.Yoh  17: 24    Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun  Aku berada, mereka juga berada  bersama-sama
                        dengan  Aku, mereka yang  telah  Engkau berikan  kepadaKu,  agar mereka memandang
                        kemuliaanKu yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab Engkau telah mengasihi  Aku
                        sebelum dunia dijadikan.

Keberadaan Yesus bukan dalam bentuk manusia sebab dunia belum ada dan manusiapun belum ada. Jadi keberadaan Yesus dalam wujud  roh. Wujud manusiaNya baru ada kemudian, yang diambil dari Bunda Maria  pada waktu inkarnasi

Yoh  8:56-58   Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hariKu dan ia telah melihatnya dan
                        ia  bersukacita.57 Maka kata  orang-orang Yahudi kepadaNya:”UmurMu  belum sampai
                        lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham ?”
                        58  Kata  Yesus   kepada   mereka  :”Aku  berkata  kepadamu,  sesungguhnya   sebelum
                        Abraham jadi,  Aku  ada.”

Ternyata existensi Yesus ada sebelum  Abraham ada, sedang Abraham ada 2000 tahun sebelum Yesus. Jadi Yesus mempunyai  2  existensi  yaitu sebagai manusia ketika dilahirkan oleh  Bunda Maria dan pra-manusia dalam keadaan kekalNya di hadirat Allah. Di hadirat Allah ini di manaNya, di kanan, kiri, depan, belakang, atas atau bawah. Untuk mengetahui tepat di sebelah mana  Yesus berada di hadirat Allah itu, mari kita lihat ayat berikut ini,

Yoh  8: 42     Kata  Yesus  kepada  mereka :”Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi  Aku,
                      sebab  Aku  keluar  dan  datang  dari  Allah.  Dan  Aku  datang  bukan  atas  kehendakKu
                      sendiri, melainkan Dialah yang mengutus  Aku.

YESUS  ITU  SIAPA  ?

Ternyata sebelum inkarnasi dalam keadaan kekalNya Yesus keluar dan datang dari Allah artinya Ia berasal dari dalam Allah. Di dalam  Allah sebagai apa ?   Sebelum menjawab pertanyaan ini mari kita lihat apa  yang  ditulis di dalam Alkitab,

Ibr  1:  2        maka  pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan  AnakNya,
                      yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada.  Oleh  Dia  Allah
                      telah menjadikan alam semesta.

1Kor 8:6       ….ada satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang olehNya segala sesuatu telah dijadikan
                     dan yang oleh karena Dia kita hidup.

Dari ayat-ayat di Perjanjian Baru di atas, kita ketahui Allah menciptakan alam semesta dengan perantaraan AnakNya, yaitu Yesus Kristus.

Sekarang, mari kita lihat siapa mencipta alam semesta pada awalnya dari ayat ayat berikut,

Yoh  1:1-3     Pada mulanya adalah  Firman; Firman  itu  bersama-sama dengan  Allah dan  Firman  itu
                      adalah  Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan
                      oleh  Dia  dan  tanpa  Dia  tidak  ada  sesuatupun  yang  telah  jadi  dari  segala yang telah
                      dijadikan.

 Kitab Kejadian yaitu  Kej 1: 3,6,9,11,14,20,24,26  Allah menjadikan alam semesta dengan segala isinya melalui  FirmanNya (Berfirmanlah Allah……)

Sekali lagi kita telusuri, dari Perjanjian Baru segala sesuatu dijadikan oleh  Anak , sedang pada awalnya segala sesuatu dijadikan oleh  Firman .

Kesimpulannya :                                   ANAK  =  FIRMAN

Kalau begitu,sebelum manjadi manusia Yesus adalah sebagai  Firman Allah  yang diam di dalam diri Allah, sebab Ia mengatakan “Aku keluar dan datang dari Allah”

Karena Yesus atau Firman berasal dari dalam diri Allah,  dapat disimpulkan, Yesus atau  Firman dan Allah adalah  SATU.
                                                                                                              
 MENGAPA  FIRMAN  DISEBUT  ANAK ?

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa Firman disebut Anak ? Seperti pada manusia kita punya akal budi atau pikiran, kalau pikiran itu kita keluarkan atau dengan bahasa simbolik kita “lahirkan” akan berupa kata-kata. Demikian juga Allah punya akal budi yang disebut Logos, kalau Logos ini dilahirkan akan berupa Firman. Karena itu,  Firman disebut  Anak  Allah.

Jelas kelahiran Sang Anak di sini bukan kelahiran secara biologis dan tidak memerlukan seorang isteri, dan terjadi secara kekal sebelum terjadinya Penciptaan. Maka konsep Lam yalid wa lam yulad atau Allah tidak beranak dan tidak diperanakan tidak pernah  dilanggar . Jadi tuduhan orang Islam, bahwa  orang Kristen menghojat Allah, tidak berdasar.

ANAK  TUNGGAL  ALLAH .

Mengapa Sang Anak disebut juga sebagai Anak Tunggal Allah ? Sebutan ini adalah sebagai konsekwensi logis bahwa Firman Allah itu hanya satu. (Lihat  Yoh 3:16)

Yoh 3:16    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga  Ia telah mengaruniakan AnakNya
                   yang  Tunggal,   supaya  setiap  orang  yang  percaya  kepadaNya  tidak  binasa,  melainkan
                   beroleh hidup yang kekal.

Yoh 1:14    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-
                   Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai  Anak Tunggal Bapa, penuh kasih
                   karunia dan kebenaran.

MENGAPA  FIRMAN  DISEBUT  ALLAH ?

Mengapa Firman juga disebut Allah seperti tertulis di Yoh 1:1  “……dan Firman itu adalah Allah”

Telah diterangkan sebelumnya bahwa Yesus mempunyai dua existensi, yaitu sebelum inkarnasi sebagai Firman Allah yang kekal bersama-sama dengan Allah dan existensi kedua, yaitu setelah inkarnasi sebagai manusia ketika dilahirkan oleh Bunda Maria. Firman itu disebut Allah pada existensi sebelum inkarnasi, yaitu pada keadaan kekalNya.

Seperti pada manusia, orang dikenal dari kata-katanya sebab kata-kata adalah identik dengan pemilik kata-kata tersebut. Sebagai ilustrasi dapat diambil contoh pembicaraan lewat tilpon, masing-masing pembicara tahu, bahwa suara yang didengar merupakan identitas orang yang berbicara di ujung tilpon tersebut 

Demikian pula Allah dikenal melalui FirmanNya, jadi Firman identik dengan Allah dalam hal kodratNya. Di mana Allah ada, Firman itu ada,….” Aku (Firman Allah yang menjelma) dan Bapa (Allah) adalah satu”….(Yoh 10:30). Firman dan Allah mempunyai kodrat dan hakekat yang sama, bisa dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan.

Selanjutnya mari kita periksa ayat berikut ini sekali lagi,

Yoh  1:14    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantera kita, dan kita telah melihat kemuliaan
                    Nya, yaitu  kemuliaan  yang  diberikan  kepadaNya  sebagai  Anak  Tunggal  Bapa,  penuh
                    kasih  karunia dan kebenaran.

Dari ayat tersebut di atas jelas yang menjelma menjadi Manusia adalah Firman Allah dan bukan Allah sendiri selaku Bapa seperti yang dituduhkan orang Muslim.

Tertulis di Alkitab,
                            …..Firman itu adalah Allah (Yoh 1:1)
                            …..Firman itu telah menjadi manusia (Yoh 1:14)
Untuk mempersingkat orang Kristen sering mengucapkan “Allah telah menjadi manusia”, padahal yang dimaksud adalah “Firman Allah telah menjadi manusia” Inilah salah satu penyebab kesalah-pahaman dengan orang Islam maupun Yahudi.

APAKAH  ALLAH  KEHILANGAN FIRMANNYA ?

Sebaliknya dengan menjelmanya  Firman Allah menjadi manusia, tidak bearti Allah kehilangan FirmanNya, ini terbukti pada pembaptisan Yesus di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis terdengar suara Allah :”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku  berkenan.” (Mat 3:17), demikian pula pada saat Yesus dimuliakan di atas gunung terdengar suara  Allah :”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."”(Mat 17:5). Sebagai ilustrasi dapat diberi contoh suara orang yang direkam dalam kaset, suara orang tersebut telah pindah ke dalam kaset tanpa orang tersebut kehilangan suaranya.

DUA  KELAHIRAN  YESUS

Dari uraian diatas ternyata Yesus mengalami dua macam kelahiran,

      1 Kelahiran secara  Ilahi (Divine Birth), terjadi pada saat keluarnya Sang Firman dari Bapa pada
         keadaan kekalNya tanpa seorang ibu.
      2 Kelahiran secara manusia dari seorang perawan (Virgin Birth) tanpa campur tangan laki-laki.

SIAPAKAH  ROH  KUDUS  ITU  ?

Sekarang mari kita membahas Pribadi yang ketiga dari ATM, yaitu  ROH KUDUS.

Dari data Alkitab kita menemukan,

Yoh  15:26     Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar
                       dari  Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

1 Kor 2:10,11 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki  segala
                       sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
                       11 Siapa gerangan di antara manusiayang tahu, apa yang terdapat di dalam diri  manusia
                       selain  roh  manusia  sendiri  yang  ada di dalam  dia?  Demikian pulalah tidak ada orang
                       yang  tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.                   
 
Dari  data Alkitab di atas jelas Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri yang keluar dari diri Allah dan berfungsi untuk memberi kehidupan pada seluruh ciptaan  yang diciptakan oleh Firman Allah.

ALLAH  TRITUNGGAL  MAHAKUDUS  ADALAH  ALLAH  YANG  ESA .

Pembahasan di atas memberi fakta bahwa, baik  Anak Allah (Firman Allah), maupun Roh Kudus (Roh Allah), keduanya berasal, dan keluar dari Bapa, yaitu Allah yang Esa, sehingga Allah Tritunggal Mahakudus bukan merupakan tiga Allah tetapi Allah yang Esa, sebab Firman dan RohNya adalah  SATU dalam diri  Allah.

MENGAPA  YESUS  DISEBUT  TUHAN ?

Kata Tuhan berasal dari  kata Yunani Kyrios yang mempunyai tiga arti ,
                  
                    1 Tuhan, sebutan untuk  Allah
                    2 Tuan atau Pak, sebutan untuk manusia
                    3 Sebutan untuk Penguasa

Sama seperti dalam bahasa Inggris kata “Lord”, bisa untuk manusia, misalnya , Lord Mountbattan atau untuk  Allah, demikian pula dalam bahasa Jawa “Gusti”, bisa untuk manusia, Gusti Pangeran dan untuk Allah, Gusti Allah. Sedang dalam bahasa Indonesia tidak ada kata padanan yang serupa yang mempunyai arti ganda tersebut.

Jadi untuk penggunaan arti ganda  untuk terjemahan “Kyrios” dikembangkan dari kata “Tuan”. Untuk mengunjuk kepada manusia dipakai “Tuan”, sedang untuk mengunjuk kepada Allah disisipkan huruf  “h” di tengah kata “Tuan” menjadi “Tuhan”. Pemakaian kata “Tu(h)an” inilah yang sering menimbulkan kerancuan dan salah pengertian.

Dalam bahasa Yunani dipakai  kata “Kyrios” untuk Yesus sebelum kebangkitanNya, dimana Dia masih sebagai manusia biasa dan belum dipermuliakan dan setelah kebangkitanNya yaitu setelah terjadi permuliaan pada DiriNya tetap dipakai sebutan “Kyrios”  tapi dalam arti yang berbeda, yaitu sebagai Penguasa.

Sedang dalam bahasa Indonesia seharusnya dibedakan, sebelum permuliaan dipakai sebutan “Tuan” dan setelah kebangkitan dari mati dan dipermuliaan dipakai sebutan “Tuhan”, yang bearti  Penguasa.

Pertanyaannya mengapa setelah bangkit dari kematian dan dipermuliaan Yesus disebut Tuhan atau Penguasa ?  Untuk menjawab ini mari kita periksa  ayat-ayat berikut ini,

Mat 28:18    Yesus  mendekati  mereka  dan berkata :”KepadaKu  telah  diberikan segala kuasa di sorga
                     dan  di bumi”.

Setelah Yesus bangkit dari mati  dan kemanusiaannya dimuliakan maka kepadaNya diberi kuasa atau mandat . Siapa yang memberi kuasa ini ? Mari kita lihat ayat di bawah ini,

Kis  2:36     Jadi kaum Israel harus  tahu dengan pasti, bahwa  Allah  telah membuat Yesus, yang kamu
                   salibkan  itu  menjadi Tuhan dan Kristus. 

Sebutan Tuhan disini menunjuk kepada Yesus sebagai Penguasa yang diberikan oleh Sang Bapa kepada Yesus. Jadi sebutan Tuhan bukan mangacu kepada Allah, mari sekali lagi kita melihat ayat dibawah ini,

1 Kor 8:6    namun bagi  kita  hanya ada  satu Allah saja, yaitu Bapa,  yang dari padaNya berasal segala      
                   sesuatu  dan  yang untuk  Dia  kita  hidup,  dan  satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus,  yang  
                   olehNya  segala sesuatu telah dijadikan dan yang karenaNya kita hidup.

ANAK-ANAK   ALLAH .

Allah, adalah nama pribadi sedangkan Tuhan, adalah gelar atau jabatan Penguasa. Sering kita dikacaukan dengan sebutan anak-anak Tuhan, yang seharusnya berbunyi anak-anak Allah. Sebab jabatan tidak bisa punya anak, yang bisa punya anak adalah pribadi. Contoh, yang bisa beranak adalah pribadi Megawati bukan jabatan presidennya. Kita lihat ayat-ayat berikut,

Yoh  1: 12  Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak  Allah,
                    yaitu mereka yang percaya dalam namaNya.

Rom  8:15   Sebab  kamu  tidak  menerima  roh  perbudakan  yang  membuat  kamu menjadi takut  lagi,
                    tetapi  kamu  telah  menrima  Roh  yang  menjadikan  kamu  anak  Allah. Oleh Roh itu kita
                    berseru :”ya Abba, ya Bapa”.

Gal  3:26     Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

MENGAPA  MANDAT DIBERIKAN KEPADA YESUS SECARA  MUTLAK  ?

1         Pernyataan ulang bahwa yang menjadi manusia, yaitu Yesus, adalah Firman yang sama yang membuat semua ciptaan.
2         Kuasa yang hilang akibat dosa Adam diberikan kembali kepada Adam yang kedua yaitu, Yesus.
3         Untuk tujuan keselamatan, yaitu kalau Yesus tidak punya kuasa Ia tidak bisa membangkitkan kita,
dan  memberikan  tubuh kemuliaan kepada kita.

Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan ini sangat penting untuk keselamatan kita, manusia. Mari kita baca pernyataan Kitab Suci mengenai hal tersebut,

Rom  10: 9   Sebab  jika  kamu mengaku   dengan  mulutmu,  bahwa Yesus adalah Tuhan, dan  percaya
                    dalam hatimu, bahwa Allah telah  membangkitkan  Dia dari antara orang mati, maka kamu
                    akan diselamatkan.

Flp 3:20,21  Karena  kewargaan  kita  adalah  di dalam  sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan
                    Yesus Kristus  sebagai  Juruselamat, 21  yang  akan  mengubah  tubuh  kita  yang  hina ini,
                    sehingga   serupa     dengan   tubuhNya   yang    mulia,   menurut   kuasaNya   yang   dapat
                    menaklukkan segala sesuatu kepada diriNya.

Yoh 5:27-29   Dan  Ia telah memberikan kuasaNya   kepadaNya  untuk menghakimi,  karena  Ia  adalah
                   Anak Manusia, 28  Janganlah  kamu  heran  akan  hal itu,  sebab  saatnya  akan tiba,  bahwa  
                   semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, 29 dan  mereka yang  telah
                   berbuat  baik akan   keluar dan  bangkit untuk hidup  yang  kekal,  tetapi  mereka yang telah
                   berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.



MENGAPA  ALLAH  DISEBUT  BAPA  ?

Sebutan Bapa bukan menunjuk pada jenis kelamin sebab Allah itu Roh dan tidak berjenis kelamin dan lagi pula manusia tidak pernah melihat Dia.  Mari kita lihat ayat ayat di bawah ini,

Hos 11: 9   Aku tidak akan melaksanakan murkaKu yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan
                  Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia,Yang Kudus  di tengah-tenganmu,
                   dan  Aku tidak datang untuk menghanguskan,

1 Tim 6:16   Dia lah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut,  bersemayam dalam terang yang tak
                     terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat
                     Dia. BagiNyalah hormat dan kuasa yang kekal. Amin.

Jadi sebutan Bapa adalah menunjuk kepada sifat pengayoman, yaitu yang memberi makan,pendidikan dan anugerah. Dan, Bapa juga menunjuk kepada semua asal usul. Lihatlah ayat-ayat berikut ini,

Mat  6:26   Pandanglah   burung-burung  di langit,  yang  tidak  menabur dan  tidak  menuai  dan tidak
                   mengumpulkan bekal dalam lumbung,  namun  diberi makan oleh BapaMu  yang di sorga.

Ibr  12: 7   Jika   kamu  harus  menanggung   ganjaran;  Allah   memperlakukan   kamu    seperti    anak.
                 di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya.

Yak 1:17   Setiap  pemberian  yang  baik  dan  setiap anugerah   yang  sempurna,  datangnya  dari  atas,
                  Diturunkan  dari Bapa segala  terang, padaNya tidak ada  perubahan atau  bayangan karena
                  pertukaran.

C A T A T A N    I  :

KATA TRITUNGGAL TIDAK PERNAH SECARA EXPLISIT DISEBUT DALAM ALKITAB TETAPI ADALAH MERUPAKAN KONSEKWENSI LOGIS DAN MERUPAKAN HAKEKAT YANG HAKIKI DALAM IMAN KRISTIANI.

TRITUNGGAL  DI DALAM  PERJANJIAN LAMA.

Ada dua kata  SATU dalam bahasa Ibrani :

          ECHAD            =  SATU  dalam kesatuan majemuk
          YACHEED       =  SATU  dalam kesatuan mutlak

Untuk  Allah yang Esa selalu dipakai kata  ECHAD, yang bearti menunjukkan kemajemukan  Allah yang Esa.

Kej  1:26     Berfirmanlah Allah:”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,…

Kej  3:22       Berfirmanlah TUHAN Allah :”Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu
                     dari  Kita,…….

Kej 1:1-3      Pada mulanya  Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong ;
                     gelap gulita menutupi samudera raya, dan  Roh Allah melayang-layang di atas permukaan
                     air. 3 Berfirmanlah Allah :”Jadilah terang”.Lalu terang itu jadi.

Yes 48:16     Mendekatlah  kepadaKu,  dengarlah  ini:  Dari  dulu  tidak  pernah  Aku  berkata   dengan
                     sembunyi dan pada waktu  hal  itu terjadi Aku ada di situ. Dan sekarang, Tuhan ALLAH
                     mengutus  Aku (nubuatan untuk Yesus) dengan  RohNya.


Yes 63:8-10 …….maka  Ia (Allah)  menjadi   Juruselamat (Yesus)  mereka dalam  segala  kesesakan.
                     Bukan  seorang  duta atau  utusan,  melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka;
                     Dia lah yang menebus mereka dalam kasihNya dan belas kasihanNya…….
                     Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh KudusNya;

Yes 42: 1     Aku (Allah) telah menaruh RohKu ke atasNya (nubuatan untuk Yesus)……..


TRITUNGGAL  DALAM  PERJANJIAN  BARU .

Mat 3 : 16-17  …dan  Ia (Yesus)  melihat Roh Allah  seperti  burung merpati turun ke atasNya, 17 lalu
                     terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan :”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNya-
                     lah  Aku (Allah)  berkenan.”

Mat 28:19      jadikan semua bangsa muridKu dan baptiskan mereka dalam NAMA Bapa dan Anak
                    dan  Roh Kudus .

2Kor 13:13  Kasih  karunia   Tuhan Yesus Kristus  dan kasih   Allah,  dan  persekutuan   Roh Kudus
                    menyertai  kamu sekalian.

1Yoh  5:  7  Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga : Bapa, Firman dan Roh Kudus ;
                    dan ketiganya adalah satu.                                                                                                                     

Demikianlah kehadiran  Allah, Firman dan Roh KudusNya selalu bersama-sama sebagai  Tritunggal Mahakudus yang tidak bisa dipisahkan yang menyatakan ke-Esa-an  Allah.

Sebaliknya Allah yang Esa harus Tritunggal, sebab tanpa Firman tidak ada penciptaan dan tanpa Roh Kudus tidak ada penghidupan.

C A T A T A N   II .  

Karena menemui kesulitan untuk menerangkan secara Theologis maupun secara praktis mengenai Allah Tritunggal Mahakudus, banyak saudara-saudara kita Prostestan dari denominasi tertentu mencoba menghilangkan pengertian Allah Tritunggal Mahakudus. Hal ini sangat berbahaya  sekali untuk keselamatan umat manusia. Tanpa Ketritunggalan Allah, tidak mungkin Sang Firman bisa ber-inkarnasi oleh Roh Kudus menjadi manusia, sehingga keselamatan mustahil bisa terjadi.

Ada pula denominasi yang mencari jalan pintas dengan mengotak-atik beberapa ayat dari Kitab Suci serta memakai logika secara matematis, mereka membuat kesimpulan  bahwa Allah Tritunggal Mahakudus itu adalah : TUHAN YESUS KRISTUS.

Mari kita telusuri dari mana mereka memperoleh paham tersebut. Ayat-ayat penting yang mereka pakai adalah yang berkaitan dengan perintah untuk baptisan,

Mat 28:19    Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam  nama
                    Bapa  dan  Anak dan  Roh Kudus.

Kis  2:38     Jawab Petrus kepada mereka :”Bertobatlah  dan hendaklah  kamu masing-masing memberi
                   dirimu  dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan
                   menerima karunia  Roh Kudus.

Kis  8:16     Sebab Roh Kudus belum turun  di atas seorangpun di antara mereka,  karena mereka hanya
                   dibaptis dalam nama  Tuhan Yesus.

Dari ketiga ayat di atas saudara-saudara Protestan kita mencoba menarik kesimpulan secara gampangan dan merumuskan bahwa,

                                   Bapa, Anak dan Roh Kudus  =  Tuhan Yesus Kristus

Dengan rincian sebagai berikut : Bapa           = Tuhan
                                                     Anak           = Yesus
                                                     Roh Kudus = Kristus

1         Rumusan  Bapa = Tuhan  adalah tidak benar menurut  1 Kor 8:6 , yang mengatakan  hanya ada satu  Allah saja, yaitu Bapa,…….satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus.
2         Rumusan  Anak = Yesus , juga tidak  tepat sebab yang dimaksud dengan Anak disini menunjuk kepada Firman Allah, yaitu Anak Allah dalam keadaan kekalNya, sebelum inkarnasi, tanpa awal dan tanpa akhir. Sedang  nama Yesus baru muncul pada saat Perawan Maria mengandung.
3         Rumusan  Roh Kudus = Kristus, tidak benar dan ada kesan dipaksakan dari kedua ayat dari Kis 2:38  dan Kis 8:16, dimana pada ayat yang pertama dikatakan : orang yang dibaptis dalam nama Yesus Kristus, akan menerima Roh Kudus, sedang ayat kedua mengatakan : Roh Kudus belum turun di atas seorangpun, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
Kesimpulan gampangannya, adalah turun atau tidaknya Roh Kudus adalah karena Kristus, jadi Roh Kudus = Kristus.
Tentunya pernyataan ini sama sekali tidak benar sebab Kristus adalah pangganti kata Mesias  yang bearti  Yang DI-urapi, sedang tugas Roh Kudus adalah  MENG-urapi. Jelas terlihat di sini Kristus adalah “obyek”(DI-urapi), sedang  Roh Kudus adalah “subyek” (MENG-urapi). Hal ini tidak bisa dipertanggung-jawabkan, baik secara Alkitabiah maupun secara tata bahasa.

Dengan demikian rumusan :  Bapa, Anak dan Roh Kudus = Tuhan Yesus Kristus , tidak dapat dibenarkan, apalagi menyamakan  Allah Tritunggal Mahakudus dengan Tuhan Yesus Kristus, sama sekali tidak punya dasar.
                 
  Tritunggal Mahakudus merupakan Dogma Kristen yang paling penting dan mendasar, dimana Penciptaan, Pemeliharaan dan Keselamatan Ilahi bertumpu. Oleh karena itu  sangatlah penting bagi kita, umat Kristen, untuk memahaminya sehingga kita dapat mengenal Misteri Ilahi ini dengan benar.

      Kita telah membahas mengenai  Allah Yang Esa atau Tauhid, Firman-Nya dan Roh-Nya  dimana Allah Yang Esa sebagai Tritunggal Mahakudus. Dalam tulisan ini perlu kita membahas lebih lanjut mengenai Kehadiran dari Allah Tritunggal Mahakudus ini dalam semesta alam ciptaan-Nya terutama kepada kita umat manusia.
     
     Ada sekelompok orang yang mengatakan  Allah Bapa adalah zamannya Perjanjian  Lama, Tuhan Yesus adalah zamannya Perjanjian Baru, sedang  saat ini adalah zamannya Roh Kudus. Menurut mereka Allah Bapa dan Tuhan Yesus adalah penting tapi Roh Kudus lebih penting.
     Ada pula kelompok yang menganggap yang penting adalah Yesus saja. Menurut keyakinan kelompok ini Nama Yesus adalah segala-galanya. Apakah benar demikian?

1   INTERAKSI  ANTARA  ALLAH,   FIRMAN ALLAH  DAN   ROH ALLAH
  
     Mari kita periksa  Interaksi antara Allah, Firman Allah dan Roh Allah  dari data Kitab Suci dibawah ini,
  
Sesudah dibaptis  Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : Inilah Anak-Ku  yang Ku-kasihi, kepada-Nya-lah Aku berkenan. (Mat 3 : 16~17 ;  Mar 1 : 9~10)

.    Data Alkitab di atas mengatakan bahwa “ langit terbuka”, sebagai simbol dari terbukanya misteri sorgawi, inilah pewahyuan atau pernyataan Ilahi. Dan dari langit itu terdengar suara Bapa (Allah) yang dinyatakan sebagai suara dari sorga. Dan dari langit atau dari sorga yang terbuka itulah “Roh Allah seperti burung merpati turun”.
   
     Ini jelas menunjukkan pewahyuan bahwa Roh Allah itu memang berasal dari Bapa, atau keluar dari Bapa, karena langit atau sorga itu simbol dimana Bapa  berada,  dan berasal dari situ Roh Kudus keluar dan turun, serta tujuan sasaran keluar-Nya atau turun-Nya  Roh Allah dari Bapak adalah “ke atas-Nya”, yaitu kepada “Firman Allah” yang menjelma, ialah Yesus Kristus. Bersamaan dengan turunnya Roh Kudus inilah maka dinyatakan suara Bapa “Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi”.

     Ternyata peristiwa baptisan Kristus ini mengungkapkan  Penampakan Ilahi”, yaitu misteri hubungan dalam Diri Allah dengan Firman-Nya dan Roh-Nya sebagai Allah Tritunggal Mahakudus yang untuk pertama kalinya dinyatakan kepada manusia dalam bentuk yang begitu jelas dan kongkrit. Dari data Alkitab ini ternyata memang Roh Kudus (Roh Allah) itu keluarnya dari  Allah (Bapa) saja, namun juga Ia tetap tinggal di dalam Allah, dan bahwa Anak Allah (Firman Allah) itulah sasaran “Kasih Allah” (“Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi”). Dan bahwa pernyataan Kasih Allah kepada  Firman-Nya itu bertindih tepat, atau bersamaan dengan keluarnya Roh Allah dari Allah untuk tinggal pada Firman-Nya, sebagai  Pencurah Kasih Allah.

      Jadi Roh Allah itu bukan keluar dari Firman Allah, namun tinggal dalam Firman Allah, sedang keluarnya Roh Allah sejak kekal, hanya dari Bapa saja.
    
2    HUBUNGAN KEKAL DENGAN  BAPA
     
      Walaupun  Sang Firman Allah telah ber-inkarnasi menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus (Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran –Yoh 1 : 14), ternyata Allah tidak kehilangan Firman-Nya, sebab Allah masih dapat berkata-kata : “Inilah  Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nya-lah Aku berkenan”.  Jadi meskipun kelihatannya Firman Allah yang menjelma itu terpisah dari Allah, karena Ia berada  didalam air di sungai Yordan sebagai Yesus Kristus, sedangkan Allah berada di sorga, Allah tidak kehilangan Firman-Nya.
Nampak di sini seolah-olah Firman Allah terpisah dari Allah, dan Roh Allah. Ini disebabkan Firman Allah menampakkan diri dalam wujud Penjelmaan-Nya, sedang ke-Ilahian-Nya tak dapat dilihat mata.

     Dalam ayat Kitab Suci di atas dikatakan :  Roh Allah  seperti  burung merpati turun ke atas-Nya, yaitu hinggap pada Yesus Kristus, Sang Firman Menjelma itu, untuk tinggal pada-Nya, tanpa Wujud Roh Kudus itu terpisah dari  Allah Bapa yang di sorga.  Ini terbukti Allah Bapa tetap hidup, sebab Roh Allah atau Roh Kudus adalah Tuhan yang menghidupkan (Lihat Pengakuan Iman Panjang : Nikea-Konstantinopel), dan menyatakan Firman-Nya kepada manusia : Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi,….. Dengan demikian Roh Allah itu tinggal pada Bapa, namun juga pada Firman yang Menjelma. Jadi Firman Allah tetap satu dalam Allah, melalui Roh-Nya ini, seperti yang dinyatakan Kitab Suci di bawah ini,

                Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30) 

               ….Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…..Kita adalah
                satu (Yoh 17:21b,22c)

     Dari ayat KS di atas kita dapat mengerti bahwa hubungan antara Bapa (Allah Yang Esa), Putra (Firman Allah yang berada secara kekal melekat satu dalam Diri Allah itu), dan Roh Kudus (Roh Allah yang juga berada secara kekal melekat satu, bersama Firman Allah, dalam Diri Allah itu), adalah hubungan yang kekal.

    Dan hubungan kekal dimana Roh Kudus keluar dari Bapa (Allah Yang Esa) dan tinggal di dalam Putra (Firman Allah) itu bahkan dinyatakan dengan jelas pada manusia ketika Putra (Firman Allah) itu menjelma menjadi manusia, yaitu saat Sang Kristus dibaptiskan

3   DALAM  INKARNASI-NYA  TETAP  TRITUNGGAL

      Mari kita periksa ayat lain dari Kitab Suci di bawah ini,

                Sebab  di dalam  Dialah  (Putra / Firman Allah)  berdiam  secara  jasmaniah        
                seluruh kepenuhan ke-“Allah”an (Kol  2: 9)

      Ternyata secara jasmaniah, yaitu dalam wujud kemanusiaan yang nampak sedang dibaptis itu sebenarnya seluruh kepenuhan ke-“Allah”an, yang jelas tak dapat dilihat oleh mata itu tetap berdiam atau bersemayam dan berada di dalam Dia, yaitu di dalam diri terdalam dari wujud penjelmaan Firman Allah, yaitu Yesus Kristus, sebagai manusia yang nampak mata itu.

      Dengan demikian seluruh kepenuhan ke-Ilahi-an yang ada di sorga, juga berada di dalam Firman-Nya, dan secara jasmaniah juga berada dalam wujud Penjelmaan-Nya. Dengan demikian Firman Allah tetap satu dalam Diri Allah bahkan ketika menjelma menjadi manusia. Jadi Allah tetap tak terpisahkan dari Firman-Nya dan Firman pun tetap satu dengan Allah, atau tetap tinggal dalam Bapa.

     Berarti Yesus Kristus, melalui kepenuhan  ke-Ilahi-anNya, dan dengan tinggal-Nya Roh Allah dalam Bapa dan dalam Diri-Nya, tetap satu di dalam Allah yang Esa itu, atau dengan perkataan lain membuktikan bahwa Allah yang Esa itu adalah Allah yang Tritunggal.
     
    Hanya hal itu tak terlihat mata, karena peristiwa di sini adalah peristiwa “penampakan” oleh karena itu memang yang nampak oleh mata saja yang harus diketahui manusia, sedang yang tak nampak mata tetap tak diketahui manusia. Keberadaan kekal itulah  yang dinyatakan dalam “penampakan” ini agar manusia dapat belajar dan mengerti rahasia mengenai kebenaran hubungan yang ada dalam Allah Yang Satu itu.  Firman itu adalah Anak Allah yang menjadi sasaran Kasih dan perkenan Allah Bapa, dan bahwa Roh Kudus itu keluar dari Allah Bapa untuk mencurahkan Kasih Allah kepada Sang Firman serta tinggal di dalam-Nya.  Mengenai hal ini dikatakan oleh  St Yohanes Pembaptis sebagai saksi mata dalam peristiwa ini,

                     Dan Yohanes memberi kesaksian katanya :“Aku telah melihat Roh turun                                                                                                                                      
                     dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya” (Yoh  1: 32)
     
      Kesaksian Yohanes ini menegaskan bahwa Roh Allah turun dari langit, yaitu keluar dari Bapa, serta Ia tinggal di atas Putra, dan tentunya langsung juga ke dalam-Nya.  Karena Allah,

                     …..mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas (kepada Firman-Nya
                      ini) (Yoh  3:34)

4    S A L I N G   M E N D I A M I

       Roh Allah itu tinggal dalam Allah, namun juga sekaligus tinggal dalam Firman Allah, karena Firman  tinggal di dalam Allah, sebagaimana Allah  tinggal di dalam Firman-Nya (“…..Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku….”---Yoh 14:10). Otomatis Firman juga tinggal dalam Roh Allah dan Allah-pun tinggal dalam Roh-Nya sendiri.

       Demikianlah ketika dibicarakan tentang Allah Bapa, Firman-Nya dan Roh-Nya ternyata ketiganya adalah satu, karena saling mendiami secara tak terpisahkan. Dengan demikian ternyata Allah itu Esa dan dikenal sebagai Allah Tritunggal Mahakudus, dimana Allah Bapa, Firman-Nya dan Roh-Nya bukanlah Ilah-ilah yang mandiri dan terpisah dari Allah yang Esa, sehingga memiliki Kuasa yang mandiri dan berbeda dari Kuasa Allah yang Esa itu, seperti yang dinyatakan dari ayat KS berikut ini,

Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari Diri-Nya sendiri…apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak (Yoh 5:19)

tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku : “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus  (1 Kor 12: 3)

5    T U G A S   R O H   K U D U S
      
        Keluarnya Roh Kudus dari Bapa sejak kekal itu (….,yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. ---Yoh 15:26) berfungsi sebagai pencurah Kasih Allah kepada Firman-Nya (“….Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan” ---Yoh 17:24…..”kasih Allah telah dicurahkan……oleh Roh Kudus”…Rom 5 : 5) dan bertindih tepat atau bersamaan dengan diperanakannya Putra  (Firman)  oleh  Bapa, maka di sinilah Roh Kudus mencurahkan Kasih Bapa sepenuhnya kepada Putra (Firman) dan sekaligus Roh Kudus memantulkan balik Kasih Putra kepada Bapa.

       Demikianlah Roh Kudus berfungsi ganda dalam gerak Hidup Allah Yang Esa itu, sebagai pencurah Kasih Bapa kepada Putra (Firman) dan sebagai pemantulan Kasih itu dari Putra (Firman) kepada Bapa (Allah Yang Esa), sebagaimana yang terkandung dalam makna kata “…kai ho Logos en pros ton Theon…” (Yoh 1: 1),  kai ho Logos = dan Firman itu, en pros ton Theon = bersama-sama dengan Allah atau arti yang lain adalah menuju kepada Allah, yang bermakna berhadap-hadapan dengan Allah. Inilah keberadaan saling memandang secara kekal  antara Bapa (Allah) dan Putra-Nya (Firman-Nya).

       Allah dalam bahasa Yunani, yaitu bahasa asli Kitab Suci Perjanjian Baru disebut sebagai “Ho Theos”. Kata Ho Theos ini dimengerti oleh Bapak Bapak Gereja sebagai berasal dari kata  thea atau  theinyang berarti  memandang”.

       Di dalam Firman-Nya, Allah melihat “Citra Diri-Nya”, yaitu “Gambar dan Rupa-Nya”, sebab Firman atau Putra-Nya itu adalah Gambar dan Rupa Allah sendiri. Ia (Firman) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan,….(Kol 1:15),  Ia (Firman) adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah….(Ibr 1:3), ….yang walaupun dalam rupa Allah,…(Fil 2:6).

      Bapa memandang Firman-Nya sendiri dan mengasihi Firman-Nya itu (….sebab Engkau (Bapa) telah mengasihi Aku (Firman) sebelum dunia dijadikan.---Yoh 17:24),
(…dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,…Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepadaNya-lah Aku berkenan.---Mat 3:16~17 ; Mar 1: 9~10), dimana kasih itu dicurahkan oleh Roh Kudus kepada Sang Putra (Firman). Dan Putra (Firman Allah) itu memantulkan kembali kasih ini kepada Bapa melalui Roh Kudus, sehingga di dalam Allah Yang Esa terdapat satu gerakan  Kasih yang kekal.

       Sehingga keberadaan Allah yang Hidup itu adalah keberadaan  Kasih.  Itulah sebabnya Kitab Suci mengatakan bahwa  “Allah adalah Kasih” (1 Yoh 4: 8)

      Jelas fungsi Roh Kudus itu bukanlah untuk menyatakan Diri-Nya sendiri tetapi untuk menyatakan Putra (Firman Allah), yaitu menjadi perantara Allah sendiri untuk mengenal Diri-Nya di dalam Firman-Nya, atau sebagai lingkup pernyataan Diri Allah melaluiFirman-Nya.                                                                                                     Itulah yang dimaksud oleh Kristus mengenai Roh Kudus, berikut ini,

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan menuntun kamu dalam seluruh kebenaran ; sebab Ia tidak akan berkata-kata dalam diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya ; sebab itu Aku berkata : Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku (Yoh 16:13~15)

       Memang ayat ini berbicara mengenai pekerjaan Roh Kudus di dalam dunia ini kepada manusia. Namun karena aktivitas hubungan antara Bapa, Firman dan Roh Kudus itu adalah kekal, maka demikian pula apa yang dikatakan dalam ayat ini mengenai karya Roh Kudus itupun kekal (“…Roh yang kekal…” Ibr 9:14).
Aktivitas Roh Kudus menurut ayat ini, ialah “memuliakan Aku” serta  “akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku”.  Roh Kudus memuliakan Kristus karena Ia menerima isi berita dari Kristus. Berarti isi berita yang disampaikan oleh Roh Kudus adalah Kristus, karena Ia memuliakan Kristus, namun sumbernya juga dari Kristus. Maka jelas Kristus-lah yang dinyatakan Roh Kudus dan bukan Diri-Nya sendiri. Maka Roh Kudus adalah sarana dan lingkup dimana Kristus dimengerti dan dipahami, yaitu diwahyukan.

6   S A T U   K O D R A T
      
      Lebih jauh dikatakan “diterima-Nya dari pada-Ku, sebab segala sesuatu yang Bapa punya adalah Aku punya” (Yoh 16: 15) atau dengan kata lain “Apa yang menjadi milik-Mu adalah milik-Ku, milik-Ku adalah milik-Mu” (Yoh 17: 10), sehingga ketika Roh Kudus berkarya maka Firman Allah yang dinampakkan, namun karena milik dan punya Bapa adalah juga milik dan punya Firman, jelas dengan Firman dinampakkan atau diwahyukan oleh Roh Kudus, maka sekaligus Bapa yang diwahyukan. Itulah sebabnya melalui Firman-Nya di dalam Roh-Nya , Bapa dapat memandang Diri-Nya.
    
      Demikian juga dengan mengenal Kristus, manusia mengenal Allah. Serta dengan melihat Kristus orang telah melihat Allah “…Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” (Yoh 14: 9). Karena melalui Roh Kudus itu punya Kristus dinyatakan pada manusia, dan punya Kristus adalah punya Bapa. Demikianlah berarti punya dan milik Roh Kudus, adalah punya dan milik Firman, dan punya dan milik Firman adalah punya dan milik Bapa. Sehingga dalam Allah Bapa, dimana Firman Allah dan Roh Allah  itu bersemayam terdapat satu milik dan satu kepunyaan , yaitu  satu Sifat-sifat Ilahi, satu  Kemuliaan, satu Kekekalan, satu Kuasa, satu  Kodrat. 

      Semuanya itu bersumber dari Allah yang Esa dan dimiliki oleh Firman dan Roh-Nya sekaligus, sebab keduanya ini berdiam dalam Kodrat Diri Allah yang Satu itu.
     
7    MAKNA  HYPOSTASIS  (PRIBADI)  

      
       Bagi iman Kristen, Allah itu Esa karena Bapa itu Esa, sebagaimana dinyatakan oleh Kitab Suci : “…bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa…” (1 Kor 8: 6) dan yang diteguhkan oleh Pengakuan Iman Gereja : “Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Mahakuasa…”. Sehingga Bapa itu adalah pokok dan sumber  dalam Diri Allah yang Esa.
      
      Karena Bapa itu adalah Allah yang Hidup maka Bapa itu bukan sekedar suatu keberadaan Ilahi tak berpribadi, namun Ia adalah Allah yang berpribadi, atau ber-hypostasis.
      
      Sedangkan  di dalam Alkitab ditegaskan  bahwa Firman Allah atau Kalimatullah itu bukan hanya sekedar serangkaian bunyi dan suara yang memiliki makna dalam wujud kata dan kalimat, sebagaimana “firman/kata-kata” yang dimiliki manusia. Allah tidak sama dengan manusia, oleh karena itu  Firman-Nya-pun  tidak sama dengan kata-kata manusia. Sementara kata-kata manusia  adalah sesuatu yang tercipta dari getaran udara oleh pita suara dan merupakan benda mati, namun Firman Allah itu disebut sebagai  “Firman yang hidup” (1 Yoh 1: 1), karena memang “Dalam Dia (Firman) ada hidup” (Yoh 1: 4), sebab “…Anak (Firman) mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri” (Yoh 5:26).
Itulah sebabnya Dia (Firman Allah) dapat menjadi sarana penampakan Ilahi dan akhirnya dapat menjelma menjadi  manusia yang hidup.

       Karena Firman itu hidup maka Ia mempunyai kesadaran, dan karana mempunyai kesadaran Ia dapat dikasihi Allah (Yoh 17:24). Keberadaan Firman Allah yang semacam  inilah yang dikatakan bahwa Firman itu memiliki “hypostasis” (“pribadi”).
      
      Demikian juga Roh Allah meskipun itu adalah prinsip Hidup dan Kuasa di dalam Diri Allah sendiri, namun karena Roh Allah ini mempunyai ciri sebagai “Roh yang memberi hidup…”  (Rom 8 : 2), sebagaimana juga yang ditegaskan dalam Pengakuan Iman Gereja, bahwa  Roh Kudus itu adalah “Tuhan yang menghidupkan”, maka ini berarti bahwa Roh Allah-pun memiliki Hidup, sama seperti  yang dimiliki Firman.              
.  
      Demikianlah sebagaimana Firman yang Hidup itu memiliki “Pribadi” (“Hypostasis”) karena memiliki Hidup, maka Roh-pun untuk alasan yang sama juga memiliki  “Pribadi” (“Hypostasis”).
      
      Sehingga di dalam Diri Allah yang  Esa itu terdapat tiga Pribadi. Tiga Pribadi ini sama sekali tidak bisa dipisahkan karena melekat satu dalam Diri Bapa, dan dalam Kodrat Allah, namun ciri ciri-Nya dapat dibedakan.      

      Karena Roh itu,  sama seperti Firman Allah berada di dalam Diri Allah Yang Esa, dan Roh itu sama-sama memiliki Hidup seperti Firman, maka pastilah Hidup yang ada dalam Roh itu adalah Hidup yang sama, yaitu Hidup-Nya Bapa seperti yang ada di dalam Firman juga. Jadi jelas dalam Allah itu hanya ada  Satu Hidup” saja yang Bapa itulah sumber Hidup tadi. Ini makin menegaskan  Esa-nya Allah itu .

8     HYPOSTASIS (PRIBADI)  DAN  ALLAH  YANG  ESA
      
       Berdasarkan  uraian mengenai Makna Hypostasis di atas jelaslah bahwa ketiga Hypostasis itu bukanlah merupakan tiga Allah, karena masing-masingnya saling diam-mendiami, satu di dalam yang lain dan berada dalam Kodrat Allah yang Satu dengan Sifat-sifat Ilahi yang tunggal dan sama bertindih tepat itu. Ciri khas masing-masing memang dapat dibedakan namun jelas tak dapat dipisahkan. 

      Pribadi-pribadi ini bukan Ilah-ilah yang saling terpisah dan saling mandiri (“…Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari Diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang  dikerjakan Anak”-(Yoh 5:19), namun Pribadi-pribadi yang sejak kekal berada di dalam Diri Allah yang Esa itu, dengan satu Pribadi berada di dalam Pribadi yang lain secara tak terpisahkan. Bahwa  ketiga Pribadi Ilahi ini tak terpisahkan itu adalah jelas, karena Bapa tinggal di dalam Firman sepenuhnya dan Firman-Nya tinggal di dalam Bapa. Bapa tinggal di dalam Roh-Nya, Roh-Nya sepenuhnya tinggal di dalam Bapa. Roh tinggal di dalam Firman, dan Firman-pun tinggal di dalam Roh seperti yang telah kita bahas di atas.

       Allah Bapa menyatakan Diri-Nya kepada manusia melalui Firman-Nya dalam Roh Kudus sebagaimana yang dinyatakan oleh Kitab Suci berikut ini,

Barang siapa telah melihat Aku (Firman),  ia telah melihat Bapa… (Yoh 14: 9)

Jikalau Penghibur yang akan Ku-utus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku (Yoh 15:26)

Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku  (Yoh 16:14)

         Roh Kudus “keluar dari Bapa” untuk “bersaksi tentang Firman”, yaitu untuk menyatakan Firman itu. Dalam proses pernyataan itu kepada Bapa, maka Roh Kudus oleh Firman dikembalikan kepada Bapa, yaitu   “diutus oleh Firman”, sehingga kepada Bapa,  Firman itu dinyatakan. Dengan demikian Bapa melihat Diri-Nya melalui Firman di dalam Roh Kudus. Kemudian “pengutusan Roh Kudus” oleh Firman itu berlanjut setelah adanya ciptaan. Karena sumber pewahyuan Firman kepada manusia itu berlandaskan Kodrat kekal yang ada di dalam Allah, dimana memang Firman itu adalah sarana pernyataan Diri Allah di dalam Roh Kudus, sebagaimana dikatakan berikut ini,

tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya  (Mat 11:27) 

        Ayat ini menjelaskan bahwa manusia mengenal Allah hanya karena perkenan Firman  Allah untuk menyatakannya, berarti Firman memang sarana pernyataan Diri Allah. Namun pernyataan  Diri Allah kepada manusia oleh Firman ini disebabkan karena Firman  telah mengenal Bapa, yaitu sebab hubungan-Nya  sejak kekal dalam Kodrat Allah yang Esa itu sendiri. Dan cara Firman itu menyatakan Bapa (Allah yang Esa) adalah melalui  Roh Kudus yang diutus-Nya, atau yang dipantulkan kembali setelah Ia menerimanya dari Bapa. Melalui pemantulan Diri Firman itulah dikatakan Roh itu “memberitakan…apa yang diterima dari pada-Ku (Firman)”.

        Jadi jelas tugas utama Roh Kudus adalah menyatakan Firman  (“memberitakan”, “memuliakan”, “bersaksi” tentang Firman), karena Ia menerima dari Firman, artinya di dalam Firman itu Roh tinggal sebagai yang dipantulkan oleh-Nya, meskipun sejak kekal Roh itu keluarnya dari Bapa saja. Jadi Allah mengenal Diri-Nya melalui Firman-Nya di dalam Roh-Nya  yang keluar dari  Diri Allah sendiri sebagai satu-satunya sumber keberadaan kekal dari Roh itu, karena Roh itu yang memantulkan Firman Allah kepada Allah sendiri.


9    ALLAH  TRITUNGGAL  DAN  KESELAMATAN


          Betapa pentingnya hubungan antara Ke-Tritunggalan Allah dan Keselamatan dapat kita lihat dari ayat Kitab Suci berikut ini,

Jikalau Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk
mereka, yang akan binasa, yaitu orang orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran  Allah. Sebab Allah telah berfirman : Dari dalam gelap akan terbit terang! Ia juga membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus  (2 Kor 4:3~4, 6)
        
         Ayat ayat ini menjelaskan bahwa  Kristus (Firman Allah yang menjadi manusia), adalah gambaran Allah, karena itulah kemuliaan Allah…nampak pada wajah Kristus. Bagi orang yang akan binasa, yaitu orang kafir, yang pikirannya dibutakan oleh Iblis yaitu ilah zaman ini, mereka tak dapat melihat Kemuliaan Kristus, sehingga mereka tak dapat mengenal Kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus, sebagai Firman Allah yang menjelma .
Ini disebabkan karena hanya Roh Kudus saja yang dapat menyatakan Kemuliaan Kristus atau ke-Tuhan-an Kristus  sebagaimana dikatakan ayat KS dibawah ini,

tidak ada seorangpun,yang dapat mengaku : “Yesus adalah Tuhan” selain oleh Roh Kudus  (1 Kor 12: 3)
     
        Roh Kudus adalah lingkup dimana Kemuliaan Kristus dapat dimengerti, dan keberadaan ini memang keberadaan kekal di dalam Diri Allah yang Esa itu. Jika Roh Kudus menyatakan diri yang dinyatakan adalah Kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

        Dari uraian di atas, kebinasaan akan terjadi pada orang “kafir”, yaitu orang yang tidak percaya pada ke-Tritunggal-an Allah yang Esa. Juga pada orang yang memisah-misahkan Pribadi-pribadi Ilahi yang kekal dalam Kodrat Allah yang Esa itu, sebagai Ilah-ilah yang mandiri.

        Tak seorangpun mengenal Allah Bapa kecuali melalaui Firman-Nya yang merupakan Gambar dan Rupa Allah Bapa. Dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku :”Yesus adalah Tuhan” ,selain oleh Roh Kudus. Sedangkan sejak kekal Roh Kudus ini tinggal di dalam Allah Bapa, seperti tertulis di dalam Alkitab, berikut ini,

Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam  diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah  (1 Kor 2 : 10~11)


        Juga bagi kelompok yang mengatakan, sekarang adalah zamannya Roh Kudus dan yang penting adalah Roh Kudus, sebab Roh Kudus-lah yang memberikan bermacam-macam karunia. Seperti telah dijelaskan di atas, manifestasi Roh Kudus adalah untuk “memberitakan” dan “memuliakan” serta  “bersaksi” tentang Firman Allah / Anak Allah. Jadi bukan untuk Diri-Nya sendiri.

        Dari uraian singkat diatas jelas bagi kita bahwa Allah Tritunggal Mahakudus tidak dapat dipisah-pisah,  dipecah-pecah atau dipilah-pilah mana yang lebih besar, mana yang lebih kuasa atau mana yang lebih penting, sebab  Allah Tritunggal Mahakudus itulah  Allah Yang Esa.

2 comments:

Anonymous said...

saya seorang yang dilahirkan muslim dan pengikut ajaran nabi muhamad s.a.w . terima kasih atas penjelasan saudara . namun begitu, ia tetap tidak dapat menjejaskan iman saya terhadap islam.
saya berharap agar saudara dapat diberi hidayah oleh Allah s.w.t untuk memeluk agama yang diredhaiNya, iaitu Islam.

haratua said...

Saudaraku Anonymous; seperti juga kami umat Kristiani, umat Islam juga mempercayai hidayah memegang peranan penting dalam menentukan keimanan seseorang, penjelasan selogis dan segamblang apapun tanpa "hidayah" dari Sang Empunya Kuasa tidak akan berpengaruh banyak dalam menentukan iman seseorang ...bottom line nya adalah Dia yang memilih kita bukan sebaliknya...salam