Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Friday, March 6, 2009

Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keuangan Islam

Kamis, 5 Maret 2009 | 16:42 WIB

ROMA, KAMIS — Vatikan mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Vatikan bilang, perbankan dunia seharusnya melongok pada peraturan keuangan Islam untuk meningkatkan kembali kepercayaan para nasabahnya di tengah krisis global seperti sekarang ini.

“Prinsip yang beretika yang diusung perbankan Islam dapat mendekatkan pihak bank dengan para nasabahnya. Selain itu, spirit kejujuran harus tecermin dalam setiap jasa layanan yang diberikan,” demikian seperti yang tertulis dalam artikel harian Vatikan Osservatore Romano, Selasa (3/3) waktu setempat.

Loretta Napoleoni dan Claudia Segre, Abaxbank Spa Fixed Income Strategist, dalam artikel tersebut menulis, perbankan barat dapat menggunakan sejumlah alat, seperti obligasi syariah yang lebih dikenal dengan sukuk sebagai jaminan (collateral). “Sukuk juga dapat digunakan untuk mendanai industri otomotif atau pekan Olimpiade di London nanti,” tulis mereka.

Sebelumnya, pada 7 Oktober lalu, Paus Benedict XVI berpidato, konklusi dari hancurnya pasar finansial saat ini merefleksikan tidak ada yang abadi selain keberadaan Tuhan. Vatikan juga selalu menyoroti kondisi perekonomian global dan merilis sejumlah artikel yang mengkritik model pasar bebas yang banyak berdampak buruk dalam dua dekade terakhir ini.

Sementara itu, Editor Osservatore Giovanni Maria Vian mengatakan, “Agama yang hebat selalu memiliki atensi yang penuh terhadap dimensi perekonomian masyarakatnya.” (Barratut Taqiyyah/Kontan)

Source:http://www.kompas.com/Lebih_Dari_Sekedar_Bank/readib/1/2009/03/05/16421974/Vatikan.Perbankan.Barat.harus.Melihat.Sistem.Keuangan.Islam


Sunday, March 1, 2009

Malaysia Cabut Izin Penggunaan 'Allah' untuk Kaum Kristiani



Kuala Lumpur
- Pemerintah Malaysia menarik izin penggunaan bersyarat terhadap nama 'Allah' bagi publikasi kaum kristiani. Larangan tersebut berlaku hingga ada keputusan pengadilan.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (1/3/2009), Menteri Dalam Negeri Syed Hamid Albar mengatakan pihaknya telah membatalkan surat keputusan izin bersyarat tersebut pada 16 Februari lalu.

Ia mengakui pemberian izin bagi umat kristiani untuk menggunakan nama 'Allah' sebagai penggambaran Tuhan dalam publikasinya adalah sebuah kesalahan.

"Ada judicial review untuk hal ini, dan kami menyerahkannya kepada pangadilan untuk memutuskan," kata Syed hamid.

Partai oposisi Islam Malaysia dan sejumlah mahasiswa Muslim mengeluhkan izin penggunaan nama 'Allah' yang sebelumnya diberikan pada awal bulan lalu.

(lrn/asy)