Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Monday, April 23, 2007

Tentara Salib Yang Sesungguhnya

TENTARA SALIB YANG SESUNGGUHNYA (Bagian 1)
Thomas Madden meluruskan anggapan keliru.

ST. LOUIS, Missouri, 10 Oktober 2004 (Zenit.org).- Para tentara Salib bukanlah
pencari gara-gara, perampok rakus, atau penjajah abad pertengahan seperti
digambarkan di banyak buku sejarah.

Kepala Departemen Sejarah Universitas St. Louis dan pengarang "A Concise
History of the Crusades (Sejarah singkat Perang Salib)," Thomas Madden
berpendapat bahwa tentara Salib adalah tentara bertahan yang dalam perjuangan
mereka tidak mengambil keuntungan untuk kekayaan duniawi maupun memperluas
wilayah.

Bahkan dia juga berpendapat Perang Salib itu sendiri adalah perang
mempertahankan diri, bukan menaklukkan.

Madden berbagi dengan ZENIT beberapa anggapan populer tentang tentara Salib dan
penemuan moderen yang membuktikan kekeliruan anggapan2 tersebut.

T(Tanya) : Apa saja kesalahpahaman yang umum terjadi terhadap Perang Salib ?

Madden : Berikut ini beberapa di antaranya dan kekeliruannya.

Anggapan 1 : Perang Salib adalah agresi terhadap umat Islam yang cinta damai.

Ini sungguh sangat keliru. Dari jaman Muhammad orang Muslim telah berusaha
menaklukkan umat Kristen, dan mereka lakukan dengan cukup baik. Setelah
beberapa abad penaklukkan, pasukan Muslim telah menguasai seluruh Afrika Utara,
Timur Tengah, Timur Dekat, dan sebagian besar Spanyol.

Dengan kata lain di akhir abad 11 pasukan Islam telah menguasai dua pertiga
daerah Kristen. Palestina, kampung halaman Yesus Kristus; Mesir, tempat
kelahiran kehidupan biara Kristen; Asia Kecil, tempat St. Paulus menanam benih
umat Kristen pertama -- semua tempat itu tidak dapat dipandang sebelah mata
dalam perkembangan agama Kristen, tapi merupakan tempat2 penting.

Dan kerajaan Muslim tidak berhenti di situ. Mereka terus menekan ke barat, ke
arah Konstantinopel bahkan melewatinya dan memasuki Eropa. Kalau dikatakan
agresi, semuanya dilakukan oleh orang Muslim. Akhirnya umat Kristen harus
mempertahankan diri atau kalah oleh penaklukan Islam.

Anggapan 2 : Tentara Salib mengenakan salib tapi mereka sebenarnya hanya
tertarik menguasai tanah dan menjarahnya. Kata-kata suci mereka hanyalah kedok
ketamakan dan kerakusan.

Para ahli sejarah umumnya beranggapan bahwa kenaikan jumlah penduduk Eropa
menciptakan krisis terlalu banyaknya "anak kedua" bangsawan, yaitu mereka yang
terlatih dalam ilmu kesatria tapi tidak memiliki tanah warisan. Perang Salib
akhirnya dipandang sebagai katup pengaman untuk mengirim ahli-ahli perang
tersebut jauh dari Eropa agar mereka mencari tanah sendiri di atas penderitaan
orang luar Eropa.

Ilmu sejarah moderen yang menggunakan database komputer telah menyelidiki
anggapan ini. Sekarang kita tahu ternyata para "anak sulung"-lah yang menjawab
panggilan Paus pada tahun 1095 dan hal ini berlanjut terus ke Perang-perang
Salib berikutnya.

Perang Salib menghabiskan biaya yang sangat besar.
Para bangsawan harus menjual
atau menggadaikan tanah mereka untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan. Sebagian
besar dari mereka juga tidak tertarik untuk mendirikan kerajaan di seberang
lautan. Seperti halnya prajurit sekarang, prajurit Salib bangga melakukan
tugasnya namun merindukan pulang ke kampung halaman.

Setelah sukses luar biasa Perang Salib Pertama dengan jatuhnya Yerusalem dan
sebagian besar Palestina, hampir semua prajurit kembali pulang ke tempat
asalnya. Hanya sedikit orang yang tinggal untuk mengatur dan memerintah daerah
yang baru ditaklukkan.

Penjarahan juga jarang terjadi. Bahkan meskipun tentara Salib tidak diragukan
memimpikan harta berlimpah di kota-kota mewah di Timur, hampir mereka semua
merelakan biaya yang telah dikeluarkan. Namun uang dan tanah bukanlah alasan
utama mereka ikut Perang Salib. Mereka hendak memberi silih atas dosa mereka
dan mencari keselamatan abadi dengan melakukan perbuatan baik di tanah yang
jauh.

Mereka mengeluarkan biaya besar dan rela melalui pengalaman keras tersebut
karena mereka percaya dengan menolong saudara-saudara sesama umat Kristen di
Timur mereka menumpuk harta dimana ngengat dan karat tidak akan merusakkannya.

Mereka sangat mengingat pesan Kristus bahwa ia yang tidak mau memanggul
salibnya tidak layak bagiNya. Mereka juga mengingat bahwa "Tiada kasih yang
lebih besar daripada orang yang memberikan nyawanya bagi sahabatnya."

Anggapan 3 : Sewaktu Yerusalem dikuasai tentara Salib tahun 1099 mereka
membantai semua pria, wanita dan anak2 di
kota tersebut sampai darahnya
menggenangi jalan sedalam mata kaki.

Anggapan ini yang biasanya digunakan untuk membuktikan betapa jahatnya tentara
Salib.

Tentu saja ada orang di Yerusalem yang terbunuh waktu tentara Salib menaklukkan
kota tersebut. Tapi ini harus dimengerti dalam konteks sejarahnya.

Standar moral yang diterima di semua Eropa pra-moderen dan kebudayaan
Asia
adalah
kota yang menolak dikuasai dan akhirnya ditaklukkan menjadi milik
penakluknya. Itu tidak hanya mencakup bangunan dan barang-barang tapi juga
sekaligus dengan penduduknya. Itulah sebabnya setiap
kota atau benteng perlu
menimbang-nimbang dengan baik kemampuannya menahan serangan musuh. Jika tidak,
maka lebih bijaksana untuk menyerah dan berunding.

Dalam kasus Yerusalem mereka bertahan melawan sampai akhir. Mereka
memperkirakan tembok pertahanan besar mereka dapat menahan tentara Salib sampai
tentara bantuan dari Mesir bisa tiba. Mereka keliru.
Kota tersebut akhirnya
jatuh dan ditaklukkan. Banyak yang terbunuh namun yang lain ditebus atau
dibiarkan pergi.

Standar moderen memandang hal tersebut brutal. Namun kesatria abad pertengahan
akan menuding banyak pria, wanita, dan anak2 terbunuh dalam pembombardiran
moderen daripada yang dapat dilakukan dengan pedang dalam satu atau dua hari.
Patut dicatat bahwa penduduk kota-kota Muslim yang menyerah pada tentara Salib
tidak dianiaya, barang-barangnya tidak diambil dan mereka bebas beribadah.

Mengenai jalan yang berlumuran darah, para sejarahwan menganggap itu hanya
unsur sastrawi. Yerusalem adalah
kota besar. Banyaknya darah yang diperlukan
untuk mengaliri jalan-jalan sedalam tiga inci membutuhkan jumlah orang lebih
banyak daripada yang tinggal di
kota tersebut dan sekitarnya.

Anggapan 4 : Tentara Salib hanyalah kolonialis abad pertengahan yang berbaju
agamawi.

Penting diingat bahwa di abad pertengahan dunia Barat bukanlah budaya kuat dan
dominan yang memasuki daerah primitif dan tertinggal. Muslim Timurlah yang
kuat, kaya dan mewah. Eropa adalah Dunia Ketiga.

Negara-negara Salib yang didirikan setelah Perang Salib Pertama bukanlah benih
Katolik di wilayah Muslim seperti halnya kolonisasi Inggris atas Amerika.
Kehadiran Katolik di negara-negara tersebut cukup kecil, kurang dari 10%
populasi. Mereka adalah pejabat pemerintah dan pengajar agama, juga pedagang
Italia dan anggota organisasi-organisasi militer. Mayoritas penduduk
negara-negara tersebut adalah Muslim.

Itu semua bukanlah koloni dalam arti perkebunan atau bahkan pabrik seperti
halnya di India. Itu semua adalah pangkalan militer. Tujuan utama keberadaan
negara Salib adalah mempertahankan tempat suci di Palestina khususnya Yerusalem
dan menjaga keamanan peziarah Kristen yang mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Tidak ada negara induk yang berhubungan secara ekonomis dengan negara2 Salib,
juga Eropa tidak memiliki keuntungan ekonomis dari negara2 tersebut. Sebaliknya
pengeluaran Perang Salib untuk menjagai tempat-tempat tersebut menguras habis
sumber daya yang dimiliki Eropa. Sebagai pangkalan militer, negara-negara
tersebut selalu waspada.

Sewaktu orang Muslim berperang satu dengan yang lain negara2 tersebut tetap
aman, tapi begitu orang Muslim bersatu mereka dapat menaklukkan benteng2
pertahanan, memasuki kota-kota dan pada tahun 1291 mengusir habis semua orang2
Kristen.

Anggapan 5 : Tentara Salib juga bertempur melawan orang Yahudi.

Tidak pernah ada paus yang melakukan Perang Salib terhadap orang Yahudi. Selama
Perang Salib Pertama ada sekelompok besar gelandangan yang bukan merupakan
bagian dari pasukan utama turun ke kota-kota Rhineland (Jerman) untuk merampok
dan membunuhi orang2 Yahudi yang mereka temui di sana. Kejadian ini murni
ketamakan. Kejadian ini juga berawal dari anggapan keliru bahwa orang Yahudi
sebagai yang menyalibkan Kristus adalah tujuan dilancarkan perang.

Paus Urbanus II dan paus2 sesudahnya mengutuk keras serangan2 kepada orang
Yahudi. Uskup2 lokal, para rohaniwan dan umat2 awam mencoba membela orang
Yahudi sekalipun tidak begitu berhasil. Sama seperti sebelumnya, pada tahap
awal Perang Salib Kedua sekelompok pelarian membunuh orang2 Yahudi Jerman
sebelum St. Bernardus dapat menghentikannya.

Pemicu kekacauan2 tersebut adalah dampak negatif antusiasme Perang Salib tapi
bukan tujuannya. Sebagai analogi moderen selama Perang Dunia II ada tentara
Amerika yang melakukan kejahatan di seberang lautan. Mereka ditahan dan dihukum
karena hal tersebut. Tapi tujuan Perang Dunia II bukanlah untuk melakukan
kejahatan.

ZE04101022



TENTARA SALIB YANG SESUNGGUHNYA (Bagian 2)
Thomas Madden bicara mengenai relevansi Perang Salib dewasa ini.

ST. LOUIS, Missouri, 11 Oktober 2004 (Zenit.org).- Konflik negara2 Barat dan
Muslim hari ini hanya sedikit berhubungan dengan Perang Salib, kata seorang
sejarahwan.

Kenyataannya, Thomas Madden berpendapat dari sudut pandang Muslim sejarah
Perang Salib tadinya tidak terlalu diperhatikan. Itu semua berubah ketika abad
ke-19 para pembaharu mulai memandang Perang Salib sebagai perang imperialis,
katanya.

T(Tanya) : Apa Anda berpendapat bahwa konflik antara dunia Barat dan Muslim di
beberapa aspek merupakan reaksi atas Perang Salib ?

Madden : Tidak. Mungkin ini adalah jawaban yang kelihatannya aneh bila anda
tahu Osama bin Laden dan beberapa orang Islam melihat orang Amerika sebagai
"Tentara Salib."

Penting diingat bahwa selama Abad Pertengahan -- sampai akhir abad 16 --
adikuasa dunia Barat adalah Islam. Kebudayaan Muslim cukup kaya, canggih dan
sangat kuat. Dunia Barat tertinggal dan relatif lemah.

Juga perlu dicatat dengan pengecualian Perang Salib I semua Perang Salib yang
dilakukan Barat -- ada ratusan perang -- gagal total semuanya.

Tentara Salib memang menghambat ekspansi Muslim, tapi mereka tidak dapat
menghentikannya. Kerajaan Muslim terus menerabas daerah2 Kristen, menaklukkan
Balkan, sebagian besar Eropa Timur, bahkan
kota Kristen terbesar di dunia,
Konstantinopel.

Dari sudut pandang Muslim sejarah Perang Salib tidak terlalu diperhatikan. Bila
anda bertanya kepada seseorang di dunia Muslim di abad 18 tentang Perang Salib
dia tidak akan tahu sedikitpun mengenainya. Perang Salib dipandang penting
diingat bagi orang Eropa karena merupakan usaha besar2an yang akhirnya gagal.

Namun selama abad 19 waktu orang Eropa mulai menaklukkan dan mengkolonisasi
negara2 Timur Tengah banyak sejarahwan -- khususnya para penulis nasionalis
atau royalis Prancis -- mulai menganggap Perang Salib sebagai usaha pertama
orang Eropa untuk membawa buah2 peradaban Barat ke dunia Muslim yang
tertinggal. Dengan kata lain, Perang Salib dijadikan perang imperialisme.

Sejarah2 tersebut diajarkan di sekolah2 kolonial dan menjadi pandangan yang
diterima di Timur Tengah dan tempat2 lain. Di abad 20 imperialisme
didiskreditkan. Islamis dan banyak Nasionalis Arab mengadopsi pandangan
kolonialisme Perang Salib, menganggap dunia Barat bertanggung jawab atas
ketertinggalan mereka karena Barat telah menghancurkan orang Muslim sejak
Perang Salib.

Sering dikatakan orang Timur Tengah punya ingatan panjang; dan memang benar.
Tapi dalam masalah Perang Salib ini, mereka memiliki ingatan yang dikembalikan;
yang diciptakan oleh penjajah Eropa mereka.

T : Adakah kesamaan antara Perang Salib dan perang melawan terorisme saat ini ?

Madden : Selain fakta para prajurit dalam kedua perang tersebut hendak mengabdi
pada kepentingan yang lebih besar daripada diri mereka sendiri dan yang mereka
pegang teguh serta mereka rindu pulang setelah semuanya selesai, saya tidak
melihat kesamaan lain antara Tentara Salib abad pertengahan dan perang melawan
terorisme. Motivasi di masyarakat sekuler pasca-pencerahan sangatlah berbeda
dari masyarakat abad pertengahan.

T: Bagaimana Perang Salib berbeda dengan Jihad Islam ataupun perang agama
lainnya ?

Madden : Tujuan mendasar jihad adalah untuk memperluas Dar al-Islam --
Berpegang pada Islam -- menjadi Dar al-Harb -- Berpegang pada Perang. Dengan
kata lain jihad bersifat ekspansif untuk menaklukkan non-Islam dan meletakkan
mereka di bawah pemerintahan Islam.

Mereka yang ditaklukkan diberikan pilihan sederhana. Bagi mereka yang bukan
umat Kitabiah -- dengan kata lain, mereka yang bukan Kristen atau Yahudi --
pilihannya memeluk Islam atau mati. Bagi umat Kitabiah pilihannya adalah mau
mengikuti hukum Islam atau mati. Ekspansi Islam jelas berhubungan dengan
kesuksesan militer jihad.

Sebaliknya Perang Salib adalah akibat langsung yang terlambat dilakukan atas
penaklukkan Islam selama berabad2 terhadap daerah2 Kristen. Kejadian langsung
yang menimbulkan Perang Salib I adalah penaklukkan Turki atas semua
Asia Kecil
tahun 1070 sampai 1090.

Perang Salib I dicanangkan Paus Urbanus II tahun 1095 karena permintaan gawat
dan mendesak dari kaisar Bizantium di Konstantinopel. Urbanus meminta para
ksatria Kristen untuk datang membantu saudara2 Timur mereka.

Asia Kecil beragama Kristen dan merupakan wilayah kekaisaran Bizantium. Pertama
diinjili oleh St. Paulus. St. Petrus adalah uskup pertama Antiokia. Paulus
telah menulis
surat terkenalnya kepada orang Kristen Efesus. Pengakuan iman
Gereja disahkan di Nicea. Semuanya itu terletak di Asia Kecil.

Kaisar Bizantium meminta bantuan orang Kristen di Barat untuk merebut daerah2
tersebut dan mengusir orang Turki. Tentara Perang Salib adalah bantuan
tersebut. Tujuan mereka tidak hanya untuk merebut kembali Asia Kecil tapi juga
merebut daerah2 Kristen lain yang telah jatuh karena jihad Islam. Ini termasuk
Tanah Suci.

Kesimpulannya, perbedaan besar antara Perang Salib dan jihad adalah yang
pertama merupakan pertahanan terhadap yang berikutnya. Seluruh sejarah Perang
Salib adalah salah satu akibat agresi Muslim.

T : Apakah Tentara Salib sukses menyebarkan agama di dunia Muslim ?

Madden : Saya mencatat bahwa di abad 13 beberapa biarawan Fransiskan memulai
misi di Timur Tengah untuk menyebarkan agama kepada orang Muslim tapi tidak
berhasil karena hukum Islam memandang pindah agama selain Islam sebagai
pelanggaran hukum.

Usaha ini terpisah dari Perang Salib yang tidak bertujuan menyebarkan agama.
Dan usaha tersebut dilakukan dengan bujukan baik-baik.

T : Bagaimana dunia Kristen memandang kekalahannya dalam Perang Salib ? Apakah
Tentara Salib memang kalah ?

Madden : Sama seperti orang Yahudi Perjanjian Lama, Allah menahan kemenangan
umatNya karena mereka berdosa. Ini menyebabkan gerakan penyucian besar2an di
Eropa yang berusaha menyucikan masyarakat Kristen di segala hal.

T : Apakah Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas Perang Salib ? Apakah dia
mengutuknya ?

Madden : Ini anggapan aneh. Paus dikritik tajam karena tidak meminta maaf
secara langsung atas Perang Salib sewaktu dia meminta maaf atas penganiayaan
yang dilakukan orang2 Kristen secara tidak adil.

Bapa Suci tidak mengutuk Perang Salib atau meminta maaf atas hal itu. Dia
meminta maaf atas dosa-dosa orang Katolik. Belakangan ini dilaporkan Yohanes
Paulus II meminta maaf kepada batrik Konstantinopel atas penaklukkan Tentara
Salib atas Konstantinopel tahun 1204.

Kebenarannya, Paus hanya menegaskan yang sudah dinyatakan oleh pendahulunya
Paus Inocentius III (1198-1216). Itu adalah kejadian tragis sehingga Inocentius
mengusahakannya agar tidak sampai terjadi. Dia meminta maaf atas dosa orang2
Katolik yang mengambil bagian dalam Perang Salib. Namun dia tidak meminta maaf
atas Perang Salib itu sendiri atau bahkan hasil Perang Salib tersebut.

ZE04101123

Tuesday, April 10, 2007

Tentang Vassula Ryden dan Amanat-amanat Ilahi

HIDUP SEJATI DALAM ALLAH - AMANAT YESUS KEPADA DUNIA

By Leonard T. Panjaitan (22 April 2002)

A. YESUS MEMILIH VASSULA RYDEN

Pada sekitar bulan November 1985 di Bangladesh, Malaikat Daniel datang menemui seorang wanita orthodox Yunani kelahiran Mesir 1942 bernama Vassula Ryden -yang tinggal di negeri ini dalam rangka mendampingi suaminya yang bertugas sebagai staff PBB- untuk menyampaikan pesan bahwa Yesus Kristus akan segera datang kepadanya dalam waktu yang tak terlalu lama. Proses kedatangan Daniel kepada Vassula pertama kali terjadi di rumah Vassula pada saat ia sedang mempersiapkan daftar belanjaan untuk keluarganya. Vassula terkejut dan tiba-tiba tangannya seperti digerakkan oleh sesuatu kekuatan tertentu dan ia tidak bisa mengontrolnya. Kekuatan itu menggerakkan Vassula kepada suatu secarik kertas dan menuliskan pesan yang berkata : “Jangan takut, aku Daniel , aku adalah malaikat pelindungmu”.

Sebagai seorang wanita awam yang tidak pernah ke gereja selama 30 tahun tentu hal ini sangat membingungkan dan meresahkannya. Apakah maksud dari semuanya ini ?

Singkatnya Malaikat Daniel menjelaskan maksud dan tujuannya kepada Vassula bahwa Allah akan memberikan mujizat yang besar pada dunia ini melalui hambanya yang lemah Vassula.

Sudah barang tentu hal ini sangat meragukan Vassula apalagi ternyata ia telah lama meninggalkan gereja dan hampir selama 30 tahun ia tidak pernah berhubungan atau bersentuhan dengan iman dan kepercayannya. Bisa dikatakan bahwa Vassula telah menjadi “kristen KTP” yang pergi ke gereja hanya pada moment-moment tertentu saja spt natal, paskah atau menghadiri pernikahan salah satu kerabatnya.

Namun demikian dengan sabar Malaikat Daniel membesarkan hati Vassula dan memotivasi dia bahwa Allah sangat mencintainya. Hingga pada suatu ketika Daniel menyuruh Vassula untuk mencari kitab suci. Namun ia bertambah bingung lagi karena pada saat itu ia berada di negara muslim Bangladesh dan sudah tentu akan teramat sulit untuk mencari kitab suci di sana. Kemudian Daniel berkata kepadanya : “Pergilah ke perpustakaan Amerika dan kamu akan menemukannya” .

Setelah mendapatkan kitab suci itu Daniel mulai mengajari Vassula dan melakukan pemurnian terhadapnya. Sampai pada suatu saat Yesus sendiri mengambil alih peran Malaikat Daniel dan menyapa Vassula. Yesus berkata kepadanya: “Vassula, mana yang lebih penting Rumahmu atau RumahKu” ? Dan Vassula menjawab : “RumahMu, Tuhan”. Dan Yesus kembali berkata : “Kalau begitu, Izinkanlah Aku berkarya melalui dirimu”. Dan Yesus menegaskan kepada Vassula bahwa RumahNya sedang dalam reruntuhan.

Setelah Yesus memperkenalkan diri kepadanya dan meminta izin kepada Vassula maka Tuhan kita pertama kali mengajari Vassula berdoa Bapa Kami. Hingga sampai larut malam Vassula baru benar-benar bisa berdoa Bapa Kami secara baik dan tepat. Hal ini perlu dimaklumi karena Vassula telah “murtad” sekian lamanya dan Yesus membantunya untuk kembali kepada JalanNya dengan memulai berdoa secara benar dengan segenap hati dan bukan dengan menggunakan bibir.

Keragu-raguan tetap meliputi Vassula terlebih-lebih siapakah dirinya ini ? dan seberapa pentingkah dirinya bagi Yesus Kristus dalam menerima mujizat ini. Namun demikian Yesus tahu akan hal itu. Dengan sabar dan penuh Kasih yang tak terbatas Yesus selalu menjelaskan kepadanya bahwa dalam kemiskinan dan kelemahan manusia Yesus ingin menunjukkan kekayaan dan kemulianNya.

Vassula menyadari bahwa ia tetap merupakan utusan Yesus yang rendah. Ia tahu bahwa ia akan menghadapi banyak pertentangan bahkan dirinya pun siap untuk dihujat, difitnah, dicemoohkan dan dibenci orang-orang. Sebagai seorang utusanNya yang rendah pun , Yesus berkata kepada Vassula : “Sesaat pun jangan menyangka bahwa Aku memberi karisma ini kepadamu karena Aku mengasihi engkau lebih dari Anak-anakKu yang lain” (BC 1-6:tgl.23.1.1987).

Jadi apa sebenarnya apa yang diamanatkan Yesus kepada dunia melalui Vassula ? Ia berkata, “Aku datang kembali dan menyegarkan segala sesuatu yang sudah pernah Kuajarkan” (BC 8:tgl.8.3.1987). “Amanat-Ku ialah Damai dan Kasih…Aku datanguntuk menunjukkan Kerahiman-Ku kepada dunia ini” (BC 8:tgl 8.3.1987).

Dan hal ini sudah menjadi KehendakNya untuk memilih Vassula yang lemah dan berdosa. Seperti yang tertulis dalam kitab suci “Sebab rancangan-Ku bukan rancanganmu, dan jalanmu bukanlah Jalan-Ku” (Yes 55:8) dan juga “Bukankah Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang berdosa ? (Matius 9 : 13).

Sejak saat itu Vassula -setelah dirinya benar-benar bertobat dan dimurnikan Allah- dengan teguh dan penuh kesadaran menjadi instrumen Yesus dalam menuliskan dan menyebarkan Amanat-amanatNya ke seluruh dunia.

B. AMANAT-AMANAT YESUS

Untuk menunjukkan KasihNya yang tak terbatas pada dunia ini dan membuktikan bahwa Allah adalah Bapa yang baik dan tak pernah meninggalkan anak-anakNya walaupun dalam kesusahan besar (Lukas 14 : 5 – 6) serta terdorong oleh KerahimanNya yang tak terbatas dan melampaui akal budi manusia maka Yesus sekali lagi di dalam abad modern ini memanifestasikan diriNya melalui Vassula Ryden. Pesan-pesan atau Amanat-amanatNya sangat mengagumkan dan penuh dengan Kasih illahi yang tak terhingga. Metode yang dipakai Yesus dalam menjelaskan pesan-pesanNya ialah bahwa Yesus menulis langsung dengan menggunakan tangan Vassula, dan kadang-kadang Yesus mendiktekan kepada Vassula dan ia menuliskannya kedalam beberapa catatan-catatan.

Sesuai dengan kehendak Yesus, kemudian catatan-catatan atau amanat-amanatNya disusun secara rapih dan teratur oleh Vassula ke dalam beberapa jilid buku dan Yesus sendiri yang memberi judul amanat-amanatNya “Hidup Sejati Dalam Allah”. Amanat-amanatNya adalah suatu “Karya” Yesus sendiri dan bukan merupakan buah pikiran atau karya Vassula. Wanita ini hanya digunakan sebagai instrumen lemah namun memiliki karunia khusus serta istimewa yang diberikan Allah dalam menjalankan misi “berat dan suci” ini.

Secara umum Amanat-amanat Yesus terbagi menjadi 2 bagian besar yakni :

1. Rekonsiliasi antara Allah dan Manusia

2. Persatuan Gereja.

Mengapa Allah sampai turun lagi - dalam ikatan Roh Kudus – melalui Vassula ? Karena Allah telah melihat bahwa dunia ini ternyata lebih jahat dari Sodom dan Gomorah. Manusia telah kehilangan kasih dan damai Tuhan. Manusia tidak pernah mengandalkan kekuatan Allah dalam segala perkara. Ateisme, Rasionalisme dan Materialisme telah menjadi ideologi kita menggantikan Hati Kudus Yesus dan Maria. Generasi ini telah berubah menjadi generasi yang kejam dan jahat. Sehingga bisa kita lihat buah-buah kejahatan yang telah kita petik. Perang, kebencian, pertikaian, kekerasan, bencana alam serta kelaparan kerap kali menjadi persoalan hidup kita sehari-hari baik secara lokal maupun internasional. Menurut Yesus pula kita telah hidup di gurun yang kering dan gersang dimana hanya terdapat ular berbisa dan racun-racun. Yesus dapat mengubah gurun gersang ini dengan mata air serta sungai-sungai Kasih dan Damai asalkan kita mau menerima Yesus dengan kerendahan hati dan tulus. Yesus tidak ingin memaksa keinginanNya dan memperkosa kebebasan kita karena kita tahu bahwa Yesus Maha Lembut.

Allah juga mengetahui dan melihat ke dalam RumahNya bahwa GerejaNya sendiri telah terpecah belah. Tongkat gembala yang seharusnya satu telah dipatahkan menjadi dua dan lama-lama menjadi berkeping-keping. Kepada Vassula sendiri dikatakan Yesus bahwa perpecahan gereja adalah perpecahan tubuh Kristus dan ini adalah suatu dosa. TubuhNya yang merupakan Gereja harus satu seperti yang Ia telah berikan kepada Petrus (Matius 16 : 18 – 19). “Semua yang tercerai-berai harus kembali kepada Petrus” (baca Paus). Sambil menatap wajah Paus Johanes Paulus II, Yesus berkata (seperti mengemis) : “PetrusKu, jadilah GemaKu ! Berilah domba-dombaKu makan. Petrus, jangan menolak Aku lagi, terkasih !” (BC 19:tgl.1.12.1987). Inilah salah satu amanat Yesus agar gereja-gerejaNya bersatu di bawah persatuan Petrus. Dan tentang Paus pun Yesus pernah berkata kepada Vassula, “Paus adalah landasan Gereja. Dia adalah pengganti Petrus. Aku telahmemilih dia, orang harus mengakuinya”. Oleh sebab itu seperti yang diinginkan Yesus maka Dia menyuruh Vassula agar menemui Paus Johanes Paulus II. Kata Yesus kepada Vassula : ”Sampaikanlah kepada Takhta Suci, bahwa Akulah yang mengutus engkau kepada mereka. Dengarkan Aku, bila mereka bertanya dari komunitas manakah engkau, katakanlah kepada mereka bahwa engkau milik-Ku dan bahwa engkau berada di bawah Wibawa-Ku”. Lalu Vassula bertanya kepadaNya, Tuhan, aku bukannya mau berdebat, namun apakah aku tidak bisa mengatakan bahwa aku adalah seorang Ortodoks ? Aku seorang Orthodoks. Jawab Yesus : “Orthodoks! Katolik ! Protestan ! Kalian semua milik-Ku ! Kalian semua adalah Satu dalam pandangan-Ku ! Aku tidak membeda-bedakan siapa pun. Jadi buat apa takut ? Mintalah izin untuk bertemu dengan Yohanes Paulus, Paus-Ku yang terkasih. Ia tidak akan membeda-bedakan”. (BC 17:tgl.27.10.1987).

Dalam rangka persatuan gereja ini pula, Yesus telah membangkitkan Rusia dan akan menjadikannya sebagai pemimpin bangsa-bangsa secara spiritual. Untuk itu Yesus menghendaki agar Gereja Barat (Roma) dan Gereja Timur (Orthodox) segera bersatu. Inilah amanat utama Yesus yang akan digenapiNya. Dia melihat bahwa pondasi gereja dalam rangka persatuan adalah dengan bersatunya Timur dan Barat. Yesus menghendaki kepada Paus dan Patriark Othodox agar saling “membasuh kaki”. Menurut Yesus syarat utama persatuan gereja adalah kasih dan kerendahan hati. Dan persatuan gereja harus dimulai pertama-tama persatuan hati umat beriman.

Berikut ini adalah cuplikan dari amanat Yesus kpd Vassula tentang persatuan gereja :

5 Oktober 1994

“VassulaKu, ikutilah aturan-aturanKu. KehendakKu adalah untuk menyatakan kekayaanKu kepada semua manusia dan mengijinkan Roh KudusKu untuk menjadi pembimbing kalian. Jangan putus asa, KasihKu akan menghidupi kalian. Dengarkan dan tulislah :

“Keinginan hatiKu adalah agar Barat dan Timur bertemu. Aku membutuhkan dua pilar utama GerejaKu ini untuk bersama-sama mengkonsolidasikan GerejaKu. GerejaKu tidak akan kuat berdiri hanya dengan satu pilar. Aku telah menugaskan mereka untuk menjaga GerejaKu tetapi baru saja Aku pergi kepada Bapa maka perpecahan segera terjadi dan TubuhKu dicabik-cabik oleh tangan-tangan ciptaanKu yang mana Bapa sendiri telah menciptakan mereka. Sejak saat itu aku menderita hebat ….”

Banyak dari pesan-pesan Yesus yang menggambarkan betapa sedih dan menderitaNya Ia melihat dunia dan perilaku kita. Mengapa Yesus yang sudah mulia di surga bersama Bapa masih juga “menderita” ? Jawabannya karena Yesus tinggal di hati kita dan Ia merasakan apa yang kita rasakan.

C. KESAKSIAN PRIBADI TENTANG AMANAT YESUS

Perkenalan saya dengan buku “Hidup Sejati Dalam Allah” adalah sekitar Desember 1999. sama seperti Vassula yang pertama-tama ragu menerima wahyu pribadi ini, saya pun pada awal mula membaca buku ini agak ragu-ragu apakah ini benar-benar wahyu pribadi yang sesuai dengan kitab suci atau bersumber dari yang jahat ? Namun perasaan itu hanya sekilas saja dan saya pun terus melanjutkan untuk membaca beberapa halaman. Dan saya pun menemukan suatu kesejukan dan kekaguman yang luar biasa yang berasal dari amanat-amanat ini. Begitu menyentuh perasaan saya saat itu. Oh alangkah indahnya tulisan ini. Ada suatu kekuatan besar yang menarik saya yang membuat saya tak pernah bosan atau lelah membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah.

Pertamakali yang terlintas dalam diri saya adalah : “ini dia…yang saya tunggu-tunggu..”. Suatu jawaban atas kehidupan pribadi saya yang galau, letih lesu serta impulsif. Tuhan telah menyapa saya sesaat setelah membaca buku itu. Dan entah apa yang ada dalam diri saya , sejak saat itu saya agak bersemangat dalam berdoa dan pergi ke gereja. Mungkin Tuhan telah membangkitkan saya dari kematian spiritualitas.

Dan hal ini terus berlanjut sampai saat ini dan pemahaman akan amanat-amanat Allah membutuhkan proses dan bimbingan dari Allah dan Bunda Maria. Apalagi kita dituntut tidak hanya membaca saja namun juga turut mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan ingin kita berubah dan hidup sesuai dengan hukum-hukumNya yakni kasih, damai dan kerendahan hati. Perlu diingat juga bahwa amanat-amanat Yesus kadang-kadang menggunakan bahasa simbol namun tidak membuat pembaca bingung. Sehingga yang diperlukan adalah keterbukaan hati si pembaca yang mau dibimbing oleh Roh Kudus. Ada satu kata-kata Yesus yang membuat saya tertarik yakni : “Anak-anakKu, datanglah kepadaKu seperti apa adanya engkau. Jangan menunggu sampai menjadi seorang santo agar engkau dapat datang kepadaKu….”

Sejak saat itu saya memutuskan untuk terus menerus intensif dalam membaca dan merenungkan semua pesan-pesan Allah itu. Saya menjadi semakin haus dan lapar akan firman-firman Allah . Amanat-amanat ini membuat saya semakin yakin bahwa kita tidak sendirian di dunia ini. Allah Bapa kita di dalam Yesus adalah Allah yang Hidup dan selalu bersama kita dalam setiap langkah kehidupan kita. (Matius 28 : 20; Yoh 14 : 18).

Dengan demikian secara ringkas saya dapat bersaksi bahwa dengan amanat-amanatNya maka :

1. Saya semakin menyadari kekayaan dan misteri-misteri yang luar biasa yang dimiliki oleh Sang Juru Selamat kita Yesus Kristus.

2. Saya semakin mengerti kitab suci karena amanat-amanat Yesus membuktikan bahwa kitab suci telah dan sedang digenapi.

3. Bunda Maria merupakan Bunda umat manusia sekaligus Ibu sejati kita. Peranan Bunda Maria ini sangat luar biasa dalam membawa kita – putra-putriNya - kepada keselamatan kekal. (Wahyu 11 : 3 – 6 ; Wahyu 12 : 1 – 6; Sirakh 40 :1)

4. Peneguhan terhadap tradisi gereja Katolik dan kita wajib menjaga tradisi-tradisi tersebut karena hal tersebut membawa kita kepada keintiman dengan Allah Tritunggal Maha Kudus.

5. Persatuan gereja akan segera terjadi dan kita termasuk umat yang “terpanggil” masuk ke dalam anggota gereja yang katolik, kudus dan apostolik. Bentuk kongkret dari persatuan gereja adalah urusan Yesus bukan urusan kita. Namun yang perlu kita sadari bahwa kita harus banyak berdoa demi persatuan dan kesetiaan para gembala seluruh dunia dengan Bapa Suci Johanes Paulus II.

Pada akhirnya Amanat-amanat “Hidup Sejati Dalam Allah” telah membawa saya pada pertobatan dan mencoba untuk hidup kudus karena Yesus adalah Kudus. Secara langsung maupun tak langsung amanat-amanat ini seperti Pohon dan buahnya (Lukas 6 : 43 – 45). “Dari buahnyalah pohon itu dikenal…..”, kata Yesus pula kepada Vassula.

Perlu diketahui juga walaupun Vassula beragama Orthodox Yunani namun hampir semua amanat-amanat Allah ini mengandung terminologi katolik dan Vassula pun selalu mempraktekan ajaran katolik seperti yang dihimbau oleh Yesus sendiri. Berdoa Rosario, mengaku dosa, puasa adalah hal-hal rutin yang dilakukannya dan istilah Hati Kudus YesusHati Suci Tak Bernoda Maria merupakan “jargon-jargon katolik” yang banyak ditemukan dalam setiap amanat-amanatNya. dan

Sebagai informasi tambahan, Yesus menyampaikan amanat-amanatNya menggunakan bahasa Inggris dan Amanat-amanat asliNya berada di Missouri AS sebagai tempat penyebaran amanat “TRUE LIFE IN GOD” atau “HIDUP SEJATI DALAM ALLAH” ke seluruh dunia. Dan sampai saat ini pun amanat-amanatNya masih terus diberikan sebagai “manna surgawi” generasi ini. Edisi Inggris –nya telah berjumlah 12 jilid buku. Dan di Indonesia “Hidup Sejati Dalam Allah” telah diterjemahkan oleh tim dari Unio Cordium (Stefan Leks, Indri Makki, Alice Iskak, Esther Lina) dan beberapa orang pastor spt Fr. Anicetus Djitapandrija, SJ dan sampai sekarang ini telah berjumlah 7 jilid buku. Buku-buku “Hidup Sejati Dalam Allah” ini dapat dijumpai di beberapa toko buku spt Gramedia dan Lumen Gentium. Atau para pembaca dapat mengunjungi website “Hidup Sejati dalam Allah” http://www.tlig.org

D. PENDAPAT SINGKAT GEREJA MENGENAI “HIDUP SEJATI DALAM ALLAH”

Dalam menilai wahyu-wahyu pribadi atau penampakan-penampakan Gereja Katolik sangat konservatif dan hati-hati. Banyak penampakan-penampakan yang sangat lama diakui Gereja spt Penampakan Bunda Maria di Fatima dan ada juga penampakan Bunda Maria yang belum diakui oleh Vatikan spt Medjugorje.

Khusus mengenai Vassula yang mendapatkan wahyu pribadi dari Allah kita Yesus Kristus maka gereja pernah mengeluarkan “Notification” atau semacam pernyataan dari Vatikan dalam hal ini diwakili oleh Kardinal Josep Ratzinger selaku Kardinal Prefect Conggregation of Doctrine of Faith (Konggregasi Ajaran Iman) tahun 1996. Secara ringkas pernyataan itu mengatakan bahwa amanat-amanat Yesus merupakan hasil dari meditasi dan kontempasi dari diri Vassula sendiri walaupun amanat-amanatNya berisi hal-hal postif. Tetapi keberatan-keberatan Gereja telah dijawab oleh berbagai thelogian spt Pastor Rene Laurentine, Michael O Carroll, C.S.Sp, serta Robert Hughes, S.M selaku para pembimbing rohani Vassula. Dan pada bulan Januari 1999 , dalam suatu wawancara dengan salah satu majalah Italia, Kardinal Josep Ratzinger mengijinkan kita untuk mempromosikan buku-buku “Hidup Sejati Dalam Allah” namun dengan kehati-hatian yang mendalam. Bapa Suci Johanes Paulus II sendiri pun telah berjumpa dengan Vassula dan ia memberikan kepada beliau beberapa buku “Hidup Sejati Dalam Allah”.

E. PENUTUP

Pertentangan-pertentangan akan selalu hadir dalam setiap kejadian atau peristiwa yang membawa manusia mengalami perubahan hidup spritual. Banyak mujizat dan wahyu-wahyu pribadi misal kpd Sr Faustina yang menerima doa koronka (Kerahiman Ilahi) yang pada akhirnya pun diakui gereja serta penampakan-penampakan Fatima, Garabandal maupun Medjugorje sampai kepada Vassula yang menimbulkan “kontroversi” di kalangan awam umat maupun pejabat-pejabat gereja katolik.

Namun sebagai umat beriman kita dituntut untuk selalu waspada dan tetap rendah hati dalam menilai semua kejadian atau mujizat-mujizat di akhir zaman ini. Hal ini tetap berpulang kepada iman masing-masing pribadi apakah mau secara tulus dibimbing oleh Allah atau tidak.

Pada akhirnya dari buahnyalah pohon itu akan dikenal (Lukas 6 : 43 – 45 ; Matius 12: 33 –35).

Tuhan beserta kita.

F. LAMPIRAN

Amanat bagi dunia

AKULAH HARAPAN YANG DIDAMBAKAN DUNIA
KALIAN TELAH MENGINDUSTRIALISASIKAN RUMAHKU

7 Februari 1991

Damai sertamu. Akulah Yesus. Aku adalah Harapan yang dicari-cari dunia. Harapan yang mereka cari itu ada dalam jangkauan mereka. Cukuplah mereka mengulurkan tangan ke arah Surga dan mencari hal-hal Surgawi. Mereka dapat mencari Aku, dan Aku akan menanggapi mereka. Aku tidak menyembunyikan Wajah-Ku, ataupun memalingkan Mata-Ku dari mereka. Mata-Ku mengamati kalian semua dan memperhatikan setiap langkahmu. Roh-Ku memang memenuhi seluruh dunia untuk menerangi kegelapan ini dan memberi Harapan kepada mereka yang meraba-raba jalan mereka di malam yang tak kunjung habis ini. Terkasih, dengan memiliki Surga sebagai tanah airmu, dan bumi sebagai tempat ziarahmu, selayaknyalah kalian bersukacita dan berharap.

Oh, ciptaan! Bukankah Aku telah berusaha membuka kafan kematian kalian dan membawa kalian menuju kehidupan? Ataukah Aku, yang membawa kehidupan, membawa kalian kembali kepada kematian? Aku adalah Kerahiman. Aku adalah Kasih. Pandanglah ke Surga dan lihatlah Tanda-tanda zaman. Aku datang untuk menghimpun bangsa demi bangsa, dan menunjukkan Wajah Kudus-Ku kepada kalian masing-masing dan mengingatkan kalian akan Kasih-Ku. Namun lihatlah, awal penderitaan telah mulai. Demikian pula awal dari rasa sakit saat melahirkan bagimu telah tiba. Kalian adalah para saksi, karena kalian telah menjadi orang-orang yang percaya bahwa apa yang kalian baca dalam Kitab Suci sedang menuju penggenapan : Pencurahan Roh-Ku pada hari-hari terakhir masa kegelapan ini, sedang turun dengan melimpah atas umat manusia. Kalian adalah saksi peristiwa-peristiwa yang dulu masih berupa teka-teki dan dikatakan dalam perumpamaan-perumpamaan. Kalian adalah saksi kelaliman Setan. Namun Aku berjanji kepada kalian, hai anak-anak kecil, bahwa segera sesudah kalian mengalami banyak kesedihan (yang akan semakin berat) akan datang Sukacita. Dan sesudah rasa sakit awal bersalin kalian, Kasih akan lahir di antara kalian!

Tetapi sekarang Aku memandang dari atas dengan cemas kejahatan-kejahatan generasi ini yang kini melebihi dosa-dosa Sodom dan Gomora dulu, karena harapan-harapan kalian bersandarkan Kristus yang palsu. Generasi ini amat keji, suka memberontak dan tercemar oleh darah, dan hidup di bawah bayang-bayang Setan. Oh, era! Apa yang kauanggap kebaikan dan kebijaksanaan, sesungguhnya memisahkan Aku dari kalian, karena hati kalian merasa hebat dan penuh kesombongan, sehingga kalian menganggap diri sama dengan Aku, Allahmu. Apakah kalian masih juga akan berkata : Aku ini tuhan, bila para pembunuh kalian menentang kalian? (Yeh 28:9). Darah telah mengalir di jalan-jalanmu. Dalam kejahatanmu, kalian memupuk harapan dengan bertumpu pada segala sesuatu yang bukan Aku. Kalian telah menaruh harapan pada manusia, bukan pada-Ku, kepada kekayaan yang tidak dapat menyelamatkan kalian, sambil meremehkan Kekayaan yang Kutawarkan kepada kalian di Surga. Kalian membangun harapan atas manusia yang bertumpu pada Kebohongan, karena kalian percaya bahwa kalian dapat mencukupi segalanya dengan kemampuan kalian sendiri. Memang, kalian (Tuhan mengacu kepada cara berpikir Freemason) telah menimbun kekayaan yang melimpah melalui usaha dagangmu, tetapi besok kalian akan mati.

Hanya sedikit saja yang bertanya: "Mengapa Tuhan dan Bunda-Nya tiba-tiba

turun kepada kita?" Dan hanya sebuah sisa jiwa para imam-Ku yang mau memperhatikan penampakan-penampakan Kami yang teratur. Telah Kukatakan bahwa Aku akan mengirim Utusan-Ku untuk mempersiapkan jalan bagi-Ku, (Mal 3:1) dan inilah yang tengah dilakukan oleh Bunda-Ku, yang juga Bunda kalian. Kitab Suci sedang digenapi, dan sungguh Aku berkata kepada kalian, bahwa Dia yang dirindukan oleh para Habel-Ku dan Yakob-Ku akan datang dengan tiba-tiba, memasuki Bait-Nya untuk menyingkirkan para Kain dan Esau yang telah menimbulkan kekacauan dan kehancuran Gereja-Ku Kalian telah membuat Rumah-Ku menjadi sebuah industri! Rumah ini yang seharusnya menjadi Rumah Doa! Kalian memang telah mengubah Rumah-Ku menjadi sarang pencuri!

Jika Aku seperti yang kalian (Para Kain dan Esau) katakan : "Dia Yang Kudus", maka di manakah penghormatan yang layak bagi-Ku? Jika Aku memang Gurumu, di manakah kehormatan yang layak Kuterima? Jika Aku Allahmu, di manakah sembah sujud dan dupa yang seharusnya tertuju kepada-Ku? Di manakah devosi yang seharusnya menjadi milik-Ku? Bagaimana mungkin kalian tidak bisa membaca Tanda-tanda zaman? Bagaimana mungkin kalian tidak dapat mengerti hal-hal yang bersifat Surgawi? Bagaimana mungkin kalian tidak percaya lagi pada Keajaiban-keajaiban-Ku? Mengapa kalian menganiaya para Habel-Ku dan Yakob-Ku? Jika tidak secara terbuka, kalian menyerangnya dengan sembunyi-sembunyi? Aku menampakkan Diri bersama Bunda Sucimu, dan Kami menyatakan Diri Kami melalui jiwa-jiwa di berbagai bangsa. Namun pernyataan Kami itu ternyata membosankan bagi kalian, bahkan membuat kalian marah. "Betapa menyebalkan semuanya!", demikian kata kalian (Mal 1:13) Sebab, sampai hari ini kalian masih belum memahami hal-hal Surgawi seperti para Habel-Ku dan Yakob-Ku. Tidak! Kalian tidak memahami Kasih-Ku maupun devosi yang seharusnya tertuju kepada Bunda-Ku. Kalian menyerukan iman dan bersandar pada kekuatanmu, wibawamu dan nalarmu. Suara-Ku yang menyerukan pertobatan para pendosa, mengganggu telinga kalian.

Jika Kebenaran tiba-tiba bercahaya sambil menyembuhkan dengan sinar-sinarnya, ternyata kalian menolak Anugerah-Ku yang Kutawarkan kepadamu hari ini, di eramu yang gelap ini. Apakah Aku harus menerima aniaya-aniaya berulang kali? Apakah Aku harus mengurbankan, tahun demi tahun, para Habel-Ku dan Yakub-Ku, yang adalah dupa altar-altar-Ku dan tiang-tiang kukuh Gereja-Ku? Kalian telah menutup telinga kalian terhadap Suara-Ku dan hanya mendengarkan suara kalian sendiri saja. Kalian telah menghambat banyak orang untuk makan buah-buah dari Kebun-kebun Anggur-Ku yang Baru karena Setan telah masuk ke dalam diri kalian serta menyerang jiwa kalian. Dan lihatlah! Orang-orang lain yang menebus kejahatan-kejahatan kalian (Suara Yesus tiba-tiba lunak dan sedih) Orang-orang lain menebus kesombongan kalian dan kebodohan kalian : demi menyelamatkan kalian! Setiap hari, jiwa-jiwa yang murah hati itu menyediakan pipinya kepadamu untuk dipukul, dihina dan disakiti. Demi kepentinganmu, jiwa-jiwa yang murah hati itu mengadakan silih atas kalian dengan darah mereka, demi menyelamatkan kalian.

Aku menunggu untuk dapat mendengar kalian, tetapi kalian tidak juga berkata apa yang seharusnya kalian lakukan. Kalian tidak bertobat. Kalian justru tersesat pada saat kalian mengejar jalan kalian sendiri, sambil menyeret serta jutaan jiwa. Kalian mencari kedudukan dan kekuasaan tetapi bukan untuk menangkap dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Tetapi kalian akan jatuh... dan

kemurtadan yang berkelanjutan ini akan berhenti... dan dalam diri kalian, hai para Habel-Ku dan Yakub-Ku, Aku akan membangun kembali altar-altar-Ku yang dulu pernah ada, tetapi yang sekarang tinggal puing-puingnya saja. Aku akan membuat sungai-sungai dengan air sebening kristal mengalir keluar dari kalian, dan kesaksian kalian akan berbuah banyak karena air itu akan keluar dari Sumber-Ku. Dan seperti pohon-pohon kehidupan, yang tumbuh karena sungai Kudus itu, anak-anak-Ku akan tumbuh subur karena kesaksian kalian.




Hai, anak-anak, tabahlah! Aku tidak meninggalkan kalian, ataupun melupakan kalian. Siapa pun yang hidup dalam Aku akan merasakan Kasih-Ku. Siapa pun yang makan dari Aku, tidak akan ditinggal dan mati. Dia yang tetap tinggal dalam Aku akan hidup. Aku, Sang Mempelai Pria, sedang turun untuk mempersunting kalian dalam Damai dan Kasih-Ku, dan mengingatkan kalian bahwa sejak Awal Mula kalian adalah Milik-Ku. Aku, Tuhan, memberkati kalian, sambil meninggalkan Hembusan Kasih-Ku di dahi kalian. Jadilah satu dalam Nama Kudus-Ku.

Amanat Yesus - Maria Dalam Hidup Sejati Dalam Allah [HSDA]

DATANGLAH KEPADA BUNDA TERBERKATI KALIAN

3 April 1996

Vassula-Ku, Murid-Ku yang kecil di akhir jaman ini, Aku akan mendiktekan kepadamu sekarang pelajaran mengenai Hati Bunda-Ku….Seperti yang telah Kukatakan kepada kalian sebelumnya, Hati Bunda-Ku dan Hati-Ku begitu eratnya sehingga Kami menjadi satu; Perawan dari segala perawan, yang Tersuci, selamanya berada di Surga, Bunda-Ku yang selalu dinyatakan di Surga sebagai Ibu-Ku. Ketika Aku, Allah turun dan dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh Perawan Maria, Aku datang ke dalam Surga-Ku ! Aku turun dari satu surga ke surga lainnya; Aku meninggalkan suatu tahta dan duduk di atas tahta lainnya sama seperti lampu yang bersinar di tempatnya yang suci, Aku pun menemukan Hati-Nya yang bersinar dari dalam dan ke luar.

Aku telah disambut dalam Firdaus untuk dimuliakan. Apa yang hilang 1 dan dicemarkan oleh Hawa akan ditemukan 2 dan disucikan kembali oleh Perawan Maria melalui kepatuhan dan kerendahan hati beliau yang sempurna; dan melalui Wanita ini, Kekuasaan-Ku di bumi akan datang lagi. Pemerintahan-Ku di bumi akan ditemukan dalam setiap hati; dan sekali lagi akan dicurahkan padamu oleh Roh Kudus-Ku secara berlimpah untuk mengubah kegersangan ini menjadi tanah yang subur.

Telah dikatakan bahwa di akhir jaman ini Kedua Hati Kami akan membangkitkan rasul-rasul dan mereka akan disebut rasul-rasul di akhir jaman – mereka akan diajari oleh Bunda Surga dan oleh Diri-Ku sendiri untuk bersaksi ke setiap negara, memproklamasikan dengan berani Sabda Allah. Bahkan ketika mereka diberi minum dari Darah-Ku melalui serangan-serangan musuh yang mematikan, mereka tidak akan patah; bibir mereka akan menembus musuh-musuh Gereja-Ku, seperti pedang bermata dua, dengan menyingkapkan kesesatan, mereka tidak akan goyah atau pun takut sebab Aku akan membekali mereka dengan semangat keberanian.

Cambuk kehancuran tidak akan menghajar rasul-rasul-Ku; mereka tidak akan meninggalkan satu batu pun terbelah; bahkan mereka akan mengejar para pendosa, pembual yang angkuh, orang-orang sombong dan munafik serta para pengkhianat Gereja; dengan rosario dan Salib di tangan para rasul-Ku mereka akan mengejar para pendosa itu dan Kami akan berdiri di samping mereka. Para rasul-Ku akan mencerai-beraikan para bidaah dan membangun keimanan dan kebenaran dalam tempat mereka; mereka pun akan menjadi penangkal racun sebab mereka akan bertumbuh seperti kuncup bunga dari Hati Maria yang Agung. 3 Para rasul di akhir jaman ini akan singgah pada Allah Bapa mereka, dan Allah akan menguatkan semangat mereka; mereka juga akan datang kepada Maria Bunda Terberkati, dan Bunda Maria Terberkati mereka ini akan memanggil mereka menjadi saksi-saksi Allah Yang Maha Tinggi dan Roh Kudus akan memberikan kepada mereka Roh Ketekunan agar layak untuk-Nya dan siap untuk pertempuran ini.

Pada hari itu, mahkota congkak yang berasal dari kekuatan iblis akan diinjak-injak oleh Wanita yang bermahkotakan matahari dan seluruh anak-anak-Nya. Hawa kedua yang kepadanya Aku memberikan kekuatan cukup untuk menghalau setan dan kerajaannya akan meremukkan kepala si setan dengan tumitnya – permusuhan ini tidak hanya terjadi antara Ratu Surga dengan setan namun juga antara putra-putri-Nya dengan anak-anak setan yang berasal dari kerajaan iblis dan si setan ini sekarang adalah orang-orang yang di eramu merupakan para penganiaya; bahkan banyak diantara para penyembah iblis ini adalah pakar dan filsuf.

Aku, dalam Kekudusan Trinitas telah memilih Perawan yang rendah hati ini menjadi rahmat dan contoh kebaikan sempurna, yakni seorang Wanita yang akan menantang, melalui rahmat dan kebaikan, seluruh kerajaan Lucifer yang secara terus menerus mengamuk dan bergetar ketakutan ketika mendengar Nama-Nya. Aku berkata kepada mu : tidak kurang dari ketinggian surga atas bumi yang merupakan kehebatan, kekuatan dan kemuliaan Nama-Nya – biarlah semua orang yang tinggal di bumi ini memuji-muji di depan Hati Ratu Maria.

Dia tidak pernah berhenti melindungi putra-putri-Nya dari sergapan si Iblis, yang di eramu telah 4 menyatakan secara terang-terangan suatu pertempuran terhadap Hati Kudus-Ku dan kepada semua orang Kudus-Ku; tetapi segera kerajaan setan ini akan dipatahkan dan kekuasaanya akan dicabut oleh Tangan Maria yang penuh kuasa. 5 Dalam segenap Kebenaran, Aku berkata kepada kalian : tidak ada seorang pun di dunia ini atau di surga atau pun dalam kekuatan malaikat yang telah diberikan kekuasaan dan otoritas atas kalian seperti Bunda Terberkati, setelah Kekuasaan dan Otoritas-Ku karena Aku adalah Alpha dan Omega, Pertama dan Terakhir, Aku lah Dia yang sekarang, dulu dan yang akan datang. Seperti yang kalian ketahui, Aku mencukupi diri Diri-Ku tetapi melalui Hati Perawan Maria-lah tempat mulainya Rencana Penebusan dan itu akan terus berlanjut sampai Aku mencapai Rencana Keselamatan-Ku.

Oleh sebab itu hormatilah Hati-Nya, hai kalian yang melanglang buana mengamuk karena mendengar Nama-Nya dan pahamilah bahwa Dia adalah Suka Cita Hati Kudus-Ku, Suka Cita Istana Surgawi-Ku. Pikiran-pikiran –Nya mulai dari saat Dia dikandung selalu berpadu dengan pikiran-pikiran-Ku; Hati-Nya yang berada dalam kepatuhan total kepada kehendak Bapa-Ku, merupakan doa-doa yang tak putus-putusnya, madah kasih yang tak berkesudahan, suatu adorasi kepada-Ku trinitaris Allah-mu, tetapi merupakan Satu dalam kesatuan hakekat.

Hari ini, di era akhir ini dimana pertempuran sedang berlangsung dashyat terhadap dua Hati Kami 6 dan terhadap anak-anak kami yang menjadi saksi Kebenaran, Aku berkata kepada kalian : datangilah Ibumu Yang Terberkati itu yang seperti induk ayam menyembunyikan anak ayam di bawah sayap-sayapnya, akan menyembunyikan kalian juga di bawah mantel-Nya.

Ah…tetapi begitu banyak dari kalian yang binasa bahkan sebelum kalian lahir, bersama dengan larangan-larangan kepada devosi yang kalian berikan kepada Hati Perawan-Nya ! Semua ini adalah karena doktrin manusia dan aturan-aturan rasionalistis, dimana kalian telah mengatur hati dan kehidupan kalian menurut kehidupan duniawi ini. O budak dari Dosa ! budak dari Uang ! Budak Setan ! anggaplah diri kalian mati dan busuk ! Dengan demikian, era hawa nafsu ini akan berakhir sekarang. Belumkah kalian mendengar bahwa semarak fajar pagi hari 7akan berkuasa dan bersinar dalam setiap hati yang telah dipersembahkan kepada Dua Hati Ilahi ini yang mana kalian akan memperoleh keilahian ? Ke-ilahi-an yang telah hilang dan jatuh pada ras manusia…Sejak dosa memasuki dunia melalui satu orang dan melalui kematian dosa, tetapi Rencana Penebusan-Ku akan disusun di dalam Hati Maria yang merupakan rekan Penebus, Hawa kedua, sempurna dalam Citra Allah sehingga Aku yang adalah Adam Baru akan menemukan Firdaus-Ku di dalam Hati-Nya yang Tak Bernoda.

Akankah Aku mendengar dari kalian, hai generasi :

“Hatiku sudah siap Tuhan untuk belajar mencintai dan menghormati Tabernakel yang membawa Hati Kudus-Mu. Memang benar bahwa sejak dari kandungan aku telah tersesat, Aku telah keliru sejak saat kelahiranku; seperti Esau, Aku telah melarikan diri dari Ibuku untuk mengejar kesenangan-kesenanganku dengan mengganggu orang lain; Aku justru mengandalkan kemampuan diriku sendiri; Aku membenci saudaraku karena berlainan dengan hatiku namun kini Aku berencana untuk menyenangkan hati Ibu kami dan tinggal dekat-Nya, menerima Rahmat-rahmat-Nya; Aku belum seperti Jacob dan keturunannya. Tuhan, hatiku kini siap untuk belajar dan mengasihi dengan penuh penghormatan Tempat Kudus dari Yang Paling Kudus sehingga tidak ada lagi tipu daya dan dengki yang memasuki rohku sama seperti Kain yang mengusik adiknya dan kemudian membunuhnya.”

“Aku akan berhenti mengejar mereka yang menjadi pengikut Hati-Nya yang Tak Bernoda dan kembali ke Perawan segala perawan serta menjadi Jacob kecil sehingga di dalam kemurahan Hati-Nya, Dia mencurahkan kepadaku Hati Tersuci dan Tak Bernoda, suatu rahmat melimpah sehingga jiwa ku, yang telah dimiliki-Nya akan bersorak-sorai dalam Kelimpahan-Nya yang membuat hatiku bagaikan perhiasan indah di dalam Perhiasan dari segala Yang Indah. Tuhan, Biarkan hatiku, bersemangat dan merindukan menatap Tempat Kudus-Mu, 8 untuk melihat kekuatan dan Otoritas-Mu, serta menatap kekayaan Tempat Kudus dan bersuka ria - Tuhan, jangan biarkan jiwaku lagi turun ke dasar bumi, seperti Kain atau Esau tetapi angkatlah jiwaku kepada Hati-Nya Yang Maha Suci untuk menjadi pewaris juga dengan menerima sama seperti Jacob, berkat surgawi” 9

Mari, biarkan pikiran-pikiran kalian dipenuhi oleh hal-hal surgawi sehingga kalian akan dapat memahami Kebijaksanaan apa yang sedang bersembunyi dari mu – untuk itu dibutuhan penyerahan diri dan pertobatan. Misteri yang dulu disembunyikan bagi generasi ini sekarang sedang dinyatakan kepada kalian – harapan kalian akan keselamatan sudah ada dalam jangkauanmu. Tidakkah kalian memperhatikan di era akhir ini, Ratu Perdamaian sedang melawat kalian dan dikawal oleh para Malaikat-Ku ? Tidakkah kalian memperhatikan bagaimana Hati Tak Bernoda-Nya sedang memproklamasikan Sabda-Ku kepada kalian semua dan menyiapkan Pemerintahan-Ku ? Tidakkah kalian memperhatikan bagaimana Hati Terberkati Bunda-Ku sedang melatih anak-anak-Nya dan membentuk mereka dari Hati ke Hati sehingga mereka siap untuk menyambut Kerajaan-Ku ? Tidakkah kalian menyadari bahwa dari Kekayaan-Nya, Dia sedang menyempurnakan kalian di dalam Hati-Nya demi Diri-Ku ? Aku telah memberikan kepada Ratu Surga dan bumi semua harta Kebijaksanaan di dalam Hati-Nya dan dari kekayaan ini, Dia memberikan secara berlimpah Rahmat-rahmat-Nya untuk menarik kalian keluar dari kekuatan kegelapan dan membuat kalian menjadi orang-orang kudus dan para rasul serta pejuang agar bergabung dengan-Nya dalam pertempuran besar di eramu ini. Dengan Kasih-Nya yang keibuan, Ratu Surga mencari semua cara untuk memperoleh kehendakmu sehingga kalian mendapatkan surga. Dia mengajar dan mengingatkan kalian bahwa kalian adalah anak-anak-Nya juga yang dengan rahmat kalian mewarisi istana para Kudus di surga dan Dia telah menyediakan kalian pula sebuah mahkota diantara para Kudus.

Tidak ada sesuatu apa pun yang tak dapat Ku-lakukan demi Kesenangan Hati-Ku, 10 sebab dari permulaan tidak ada perbedaan cara memandang sesuatu dalam diri-Nya dengan cara pandang Bapa-Ku, Aku dan Roh Kudus. Kehendak Kami 11 adalah kesatuan yang sempurna dengan Kehendak-Nya; Keinginan-Nya adalah Keinginan Kami – sebab Aku adalah Hati dari Hati-Nya, Jiwa dari Jiwa-Nya, Roh dari Roh-Nya. Tidakkah kalian mendengar Kesatuan Kami dalam Hati, Jiwa dan Roh ? Keadaan-Ku waktu di bumi, sebagai Allah-Manusia adalah Ilahi tetapi Aku patuh dan hidup di bawah kehendak Ibu-Ku dan Bapa Adopsi-Ku; Aku mengosongkan Diri-Ku sendiri agar menyerupai kondisi seorang budak dan menerima kematian; dan kalian hai generasi, tidakkah kalian mengerti bahwa Anggur yang sejati memberikan akar-akar-Nya di dalam Kebun Anggur 12 Bapa-Ku ? dan Mempelai Roh Kudus, kota Allah, 13 Tanah Terjanji, adalah Bunda kalian pula yang kepada-Nya lah kalian berhutang budi ? Oh, generasi, bagaimana hati kalian bisa sampai mengambil langkah yang salah agar jauh dari Perantaraan-Nya ?

Tidakkah kalian membaca : “Tuhan Allah akan memberikan kepada-Nya mahkota dari leluhur-Nya Daud ? 14 Ratu Surga dan bumi adalah Tahta-Ku juga; Dia adalah Singgasana Rajamu yang dulu menjadi daging dari keturunan Daud…Tuhan Allahmu, “akan menguasai seluruh Rumah Jacob selama-lamanya dan, Kerajaan-Nya tak akan berkesudahan.” 15 Jacob jaman ini adalah putra-putri-Ku, para rasul di akhir jaman, dan para Kudus, yang melalui Hati Bunda-Ku dibangkitkan dan dibentuk untuk menjadi se-hati bersama Kami selama-lamanya, agar Kerajaan-Ku dalam hati mereka tidak akan berkesudahan. Jadilah satu.



1 Hawa kehilangan pintu masuk ke Surga bagi dirinya sendiri dan anak-anaknya

2 Maria memperoleh Surga untuk anak-anaknya melalui Penebusan dan pengorbanan Jesus Kristus

3 Maksud Yesus adalah bahwa Bunda Maria akan membentuk mereka

4 Iblis

5 Amanat Fatima, pada akhirnya Hati-Ku lah yang akan menang

6 Kiasan dalam Wahyu 11 tentang Dua Saksi

7 Maksud Yesus bahwa Pemerintahan-Nya akan datang

8 Hati Maria

9 Semua ini seperti sebuah pengakuan yang diberikan kepada kita oleh Yesus sehingga kita dapat mengatakannya.

10 Maria, Bunda kita Yang Terberkati

11 Trinitas Suci

12 Bunda kita Yang Terberkati

13 Bunda kita Yang Terberkati

14 Luk 1 : 32

15 Luk 1 : 33

Kembali ke Tradisi Suci Gereja

MENEGAKKAN KEMBALI TRADISI SUCI DAN KEMURNIAN GEREJA

By Leonard T. Panjaitan

Gereja saat ini sudah hampir berusia 2000 tahun semenjak Gereja Perdana berdiri sekitar thn 50 pada saat Pantekosta pertama. Pada masa awal berdirinya Gereja, kehidupan spiritual segenap gembala dan umat mengalami masa kejayaan dengan kehidupannya yang penuh kerendahan hati dan kemurnian. Gereja saat itu masih bersatu, Orthodox dan Roma bak dua pondasi kuat dari Rumah Tuhan yang selalu menopang satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suatu sinergi. Perbedaan antar kedua Gereja selalu bisa diselesaikan secara damai tanpa harus menjadi skismatik (pecah). Namun akhirnya Gereja pun tak luput dari berbagai cobaan dan hambatan bahkan seiring berjalannya waktu Rumah Allah ini mengalami keretakan yang berpuncak pada thn 1054 ketika Batrik Konstantinopel Michael Cerularius dan Kardinal Humbertus saling mengutuk. Perpisahan yang menyakitkan ini dilatarbelakangi oleh berbagai perselisihan teologis yang cukup rumit semenjak abad 5 M antara lain disebabkan oleh masalah filioque dan supremasi-jurisdiksi Paus.

Dalam perjalanan waktu setelah Gereja terbelah menjadi Barat dan Timur, Gereja Katolik Roma berusaha menunjukkan jati dirinya sebagai suatu “organisme” yang hidup dalam sebuah “ekosistem”. Sejak jaman abad pertengahan Gereja selalu berusaha menyesuaikan diri dengan ekosistem dunia yang penuh perubahan dalam kehidupan bermasyarakat dan bahkan kadang-kadang menunjukkan gejolak progresif atau radikal. Kehidupan modern dalam “ekosistem” sosial politik dunia ternyata sangat mempengaruhi kehidupan Gereja Katolik Roma sebagai sebuah lembaga keagamaan yang dinamis sejalan dengan tuntutan dan pemikiran masyarakat yang terus-menerus berkembang. Namun perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dunia cenderung rasionalistis serta meninggalkan segala sesuatu yang bersifat Tradisi. Sebagai contoh pada jaman Pencerahan atau Aufklarung dimana istilah ini dikenakan kepada aliran/gerakan pemikiran yang muncul pada abad-abad 17 dan 18 di Eropa khususnya di Jerman. Pelopor-pelopornya antara lain H.S Reimarus, G.E Lessing dan J.G Herder. Pencerahan menentang semua agama supranatural dan meyakini bahwa akal manusia cukup untuk membawa manusia kepada kebahagiaan. Mereka percaya kepada Allah, kebebasan dan kekekalan sejauh sesuai dengan akal, tetapi mereka menolak dogma Kristen dan bermusuhan dengan Katolisisme maupun Protestanisme klasik yang dipandang sebagai kuasa yang membutakan kemampuan akal manusia. Mereka mengeluarkan elemen-elemen yang bersifat tradisional dan mistis dari Kitab Suci, sehingga yang tinggal hanyalah elemen sejarah murni. Yang terpenting dalam Yesus Historis adalah keprihatinan etis yang kuat (humanisme) sementara aspek eskatologis dilemahkan. Gerakan ini secara embrio dimulai oleh Friedrich Schleiermacher (1768-1834) dan mencapai pematangannya pada pemikiran Adolf von Harnack (1851-1930) dimana menjadi cikal bakal pemikiran Yesus Historis atau Yesus Sejarah yang membantah Yesus sebagai Tuhan (Kamus Sejarah Gereja, F.D Wellem, BPK, 1997 hal.22; Kamus Teologi, G.O’Collins SJ dan Edward G. Farrugia SJ, Kanisius, 1996, hal.265-266).

Selanjutnya gerakan rasionalisme dan humanisme yang mengandalkan akal manusia mulai menembus aspek kehidupan Gereja yang penuh dengan unsur tradisional. Secara liturgis dan sakramental Gereja mencoba mereposisi diri. Konsolidasi banyak dilakukan Gereja melalui berbagai Konsili untuk menjawab tantangan peradaban. Salah satu dampak rasionalisme yang mengerogoti Tradisi Suci yang disorot oleh penulis pada kesempatan ini adalah Sakramen Ekaristi (komuni 2 rupa) dalam konteks Perjamuan Kudus, posisi Tabernakel dalam disain interior Panti Imam serta etika berpakaian umat.

Komuni 2 (dua) rupa dalam Konteks Perjamuan Kudus

Ada baiknya kita melihat sejarah singkat Ekaristi-Komuni 2 rupa ini sehingga desakan saya kepada Gereja untuk memberlakukan kembali Tradisi Suci ini secara lengkap menjadi jelas. Tujuh sakramen dalam Gereja mengalami peneguhannya pada Konsili Trente (1543-65) di Italia. Konsili Trente yang pada awalnya diadakan untuk melawan reformasi Luther menjadi ajang untuk merumuskan kembali ajaran-ajaran atau doktrin Gereja Katolik. Mengenai karya Luther dalam reformasi, dalam buku The Church in Crisis : A History of General Councils : 325 – 1870, karya Mgr Philip E.Hughes, Random House, 1960 dikatakan :

This, indeed, ever since Luther's famous tract, The Babylonian Captivity of the Church (1520) had been the main point of the Protestant assault, in this sense, that what was challenged here was what every man could appreciate immediately, namely, the actual practice of the religion instituted by Christ our Lord.

Konsili Trente jelas mengutuk Luther dan karya-karyanya yang kemudian Gereja merumuskan kembali ajaran-ajaran-Nya secara jelas. Definisi Sakramen Ekaristi mengalami pendalaman makna dengan penambahan istilah Transubtansiasi yang mana Konsili mengatakan :

As to the doctrine called the Real Presence, the council condemns: those who, denying that Jesus Christ, God and Man, is truly, really, substantially present in the sacrament of the Holy Eucharist, hold instead that He is only present as in a sign or image or manifestation of power (in virtute); those who say that the substance of the bread and the wine remains along with the body and blood of Christ, denying that marvellous and unique changing of the whole substance of the bread into the Body [of Christ] and the whole substance of the wine into [His] Blood, while the appearance of bread and wine still remain--the change which the Catholic Church most suitably calls Transubstantiation. (opcit, Philips E.Hughes, 1960).

Dengan kata lain Transubtansiasi adalah perubahan secara substansial Roti dan Anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus setelah konsekrasi dilakukan. Lebih khusus lagi Konsili Trente “memperlunak” makna komuni 2 rupa dengan mengatakan :

The Council denies that there is a divine command that all shall receive Holy Communion under both the forms, i.e., of wine as well as of bread, and that it is a necessary sacrament for little children. It condemns those who deny that the whole Christ is received when Holy Communion is received under the form of bread alone. (opcit, Philips E.Hughes, 1960).

Sementara itu dalam Katekismus Gereja Katolik yang disahkan oleh Paus Johanes Paulus II tanggal 25 Juni 1992, pada nomor 1389 dikatakan :

Karena Kristus hadir secara sakramental dalam setiap rupa itu, maka seluruh buah rahmat Ekaristi dapat diterima, walaupun komuni hanya diterima dalam rupa roti saja. Karena alasan-alasan pastoral, maka cara menerima komuni inilah yang paling biasa di dalam ritus Latin. Tetapi “arti perlambangan komuni dinyatakan secara lebih penuh , apabila ia diberikan dalam dua rupa. Dalam bentuk ini lambang perjamuan Ekaristi dinyatakan atas cara yang lebih sempurna (IGMR 240 – Missale Romanum). Di dalam ritus-ritus Gereja-gereja Timur cara menerima komuni macam inilah yang biasa dipergunakan.

Sebelumnya katekismus nomor 1384 mengatakan :

Tuhan menyampaikan kepada kita suatu undangan yang sangat mendesak supaya menyambut Dia dalam Sakramen Ekaristi : “Aku berkata kepadamu sesungguhnya jikalau kamu tidak makan dagin Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu” (Yoh 6:53).

Kemudian dalam Pedoman Umum Misale Romawi (terjemahan Komisi Liturgi KWI dari Institutio Generalis Missalis Romani, editio typica tertia 2000) nomor 281 berbunyi :

Sebagai tanda, komuni kudus mempunyai bentuk yang lebih penuh kalau disambut dalam rupa roti dan anggur, sebab komuni-dua-rupa itu melambangkan dengan lebih sempurna perjamuan ekaristis.

Dilanjutkan nomor 282 :

Para gembala umat beriman hendaknya berusaha agar orang-orang beriman yang menyambut komuni-dua-rupa atau yang tidak menyambut diingatkan akan ajaran katolik tentang komuni kudus sesuai dengan dokumen Konsili Trente. Terutama hendaknya ditekankan bahwa baik dalam komuni-roti maupun komuni-anggur seluruh sakramen dan seluruh Kristus disambut seutuhnya. Jadi, orang yang komuni hanya dalam satu rupa, sama sekali tidak dirugikan karena mengira tidak mendapat cukup rahmat yang perlu untuk keselamatan.

Dari beberapa kutipan di atas sebenarnya secara eksplisit dan sadar Gereja Katolik Roma menganjurkan komuni 2 (dua) rupa. Tradisi Suci seperti komuni harus diletakkan pada konteks Perjamuan Kudus bukan pada sisi pragmatisme yang selama ini diyakini sebagai alasan Gereja untuk menjadikan komuni 1 (satu) rupa sebagai bentuk utama dari sakramen ekaristi. Yang anehnya, mengapa katekismus nomor 1390 jelas menganjurkan komuni 2 rupa namun prakteknya hanya satu rupa saja ? Apakah ini bukan suatu ambivalensi atau ambiguitas dari kebijakan Gereja melihat Tradisi suci ini ? Mengapa pula anggur menjadi momok yang merepotkan Gereja sehingga hanya dijadikan opsi pastoral ? Lalu dimanakah kesetiaan kita semua terhadap Tradisi Suci ini ?

Menurut saya semua ini diakibatkan oleh Rasionalisme manusia yang berlebihan yang ingin menyederhanakan segala sesuatu sesuai kebutuhan manusia modern. Secara historis sebenarnya penyederhanaan ekaristi dengan memakai komuni 1 (satu) rupa dimulai sejak keputusan konsili Trente. Konsili ini sebenarnya penuh dengan muatan politis yang dicampur dengan aroma doktriner kental yang ingin menghajar habis “kesesatan” reformasi Luther. Kita harus memberi salut terhadap bapa-bapa Gereja kita yang cukup aktif mempertahankan keseluruhan ajaran atau dogma Gereja terhadap sebagian besar karya Luther yang memang “keblinger”, cuma semangat mereka mungkin berlebihan sehingga berani mengubah aspek teologis yang sangat terikat pada nilai-nilai Tradisi Suci seperti komuni 2 rupa ini. Secara biblis pun dalam Mat 26 : 26 – 29; Mrk 14 : 22 – 25; Luk 22 : 15 – 20; 1 Kor 11 : 23 – 25 , Kristus memerintahkan kita untuk melakukan komuni 2 rupa ini dengan roti dan anggur sebagai peringatan dan perjanjian yang dimeteraikan oleh darah-Nya. Darah-Nya yang ditumpahkan dari atas Salib bukanlah sia-sia. Kita wajib meminum-Nya. Konteks sakramen ekaristi dalam perjamuan kudus harus tetap kita junjung tinggi. Secara logis-spiritual, Perjamuan kudus seharusnya menjadi perjamuan yang utuh dan lengkap dengan unsur roti dan anggur yang menjadi santapan rohani setiap umat. Tanpa adanya anggur, perjamuan kudus menjadi kurang sempurna karena Tubuh berfungsi untuk menghapus dosa-dosa manusia sementara Darah untuk dicurahkan untuk membawa perdamaian yang mana kedua unsur tersebut bersatu demi menyelamatkan kita. Komuni yang asal katanya adalah communio yang berarti persatuan-persaudaraan menghasilkan implikasi kuat pada proses panunggalan antara manusia dengan Kristus yang terjadi lewat communio atau persatuan tubuh dan darah Kristus yang kita makan dan minum. Tubuh dan darah menjadi satu paket yang tak terpisahkan satu sama lainnya. Memang ada beberapa kondisi tertentu dimana komuni dapat diberlakukan dalam 1 (satu) rupa seperti kepada orang sakit, tahanan-tahanan yang ada di penjara, orang-orang yang bertugas di tempat terpencil seperti laut, gunung, hutan dsb. Hal ini tidak mengurangi makna penerimaan Kristus secara lengkap. Namun hendaknya komuni 1 (satu) rupa jangan menjadi bentuk liturgi ekaristi yang kemudian bersifat permanen dalam ritus Latin.

Perjamuan kudus yang diselenggarakan setiap misa hari minggu, hari pesta para Kudus bahkan hari besar Gereja seharusnya sempurna. Pejabat Gereja hendaknya jangan membodohi umat dengan retorika rasionalistis yang membenarkan bahwa roti atau hosti itu cukup sah dalam sakramen ekaristi sementara sang imam meminum darah Kristus sendirian di altar perjamuan. Akan menjadi agak ganjil bila pada saat imam mengatakan inilah Tubuh dan Darah Kristus sementara umat tak mendapat kesempatan mencicipi sedikit pun anggur itu. Seperti kata pepatah there is a will, there is a way, asal uskup dan imam bersemangat dan beritikad baik maka secara teknis pemberian anggur itu tidak rumit dan pun tidak akan mengakibatkan dosa sakralegis seperti yang ditakutkan selama ini. Metode pemberian anggur sudah secara eksplisit dijabarkan dalam Pedoman Umum Misale Romanum nomor 284 sampai 287 dan ini menjadi tugas para uskup diosesan untuk mengembalikan komuni 2 rupa ke dalam liturgi ekaristi. Dengan demikian dilihat dari kaca mata teologis, alasan pemberian komuni satu rupa sangat tidak kuat, oleh sebab itu perlu ada gerakan “formasi” (bukan reformasi) agar komuni 2 rupa itu diberlakukan kembali secara sempurna dalam liturgi demi kesetiaan kita pada Tradisi luhur yang telah digariskan oleh para bapa Gereja sejak dulu kala.

Posisi Tabernakel di Ruang Ibadat

Hal lain yang mungkin sederhana namun memiliki implikasi luas adalah masalah penempatan Tabernakel dalam area panti imam. Posisi yang sangat ideal yang menunjukkan kesetiaan dan keyakinan kita kepada Kristus adalah letak Tabernakel yang harus berada di tengah-tengah panti imam atau sanctuary di mana persisnya Tabernakel ini berada tepat di tengah-tengah membelakangi altar. Mengapa posisi atau letak Tabernakel ini menjadi suatu usaha penegakkan kembali Tradisi Suci ? Hal ini adalah karena Kristus sungguh tinggal atau hadir dalam Tabernakel dimana Ekaristi Suci tersimpan. Keberadaan Tabernakel di tengah-tengah area panti imam dan bukan di ruang lain yang terpisah menggambarkan Yesus sebagai pusat atau jantung Gereja yang terlihat oleh semua umat yang hadir. Mengenai Tabernakel Kitab Hukum Kanonik nomor 938 mengatur sebagai berikut :

Art 1. Ekaristi mahakudus pada umumnya hanya disimpan dalam satu tabernakel dari suatu gereja atau tempat ibadat.

Art 2. Tabernakel, di mana disimpan Ekaristi mahakudus, hendaknya terletak pada suatu bagian gereja atau ruang ibadat yang utama, tampak, dihias pantas, layak untuk doa.

Lalu artikel ke-4 mengatakan, atas alasan yang kuat, Ekaristi mahakudus boleh disimpan di tempat lain yang lebih aman dan pantas, terutama pada malam hari.

Dari tiga ayat Kanonik di atas, Gereja memang tidak secara tegas mengatakan bahwa letak Tabernakel harus berada di tengah-tengah ruang ibadat utama. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh arsitektur Gereja yang mengikuti alur modernisme sehingga nampak kurang memberikan penghormatan yang layak terhadap tempat tinggal Kristus ini. Gembala dan domba-domba pun selayaknya menyadari bahwa sentral liturgi di Gereja harus tertuju kepada Tabernakel dengan sikap yang sopan dan pantas selama mengikuti jalannya misa. Ada beberapa kasus dimana Tabernakel hanya demi alasan keamanan atau ketenangan digeser ke samping atau bahkan berada di belakang jauh dari panti imam atau altar. Contoh seperti ini ada pada Katedral Lady of Angels di Los Angeles AS, sementara di Indonesia sendiri saya mengharapkan Gereja-gereja partikular meletakannya berada tepat di tengah-tengah sanctuary. Kalau pun ada Gereja yang menaruh Tabernakel seperti yang dilakukan Katedal LA itu maka perlu dipertanyakan apakah Uskup atau Kardinal itu sudah “meminta persetujuan” dari Yesus ?

Kita semua harus waspada bahwa di era akhir jaman ini sebab setan sedang melancarkan tipu daya yang dashyat kepada semua orang bahkan kepada Gereja sendiri sehingga Tubuh Mistik ini ikut terkena asapnya yang mengandung unsur rasionalisme, modernisme dan kemudian menggumpal menjadi atheisme. Iblis sedang menaburkan benih-benih pemberontakan kepada domba-domba termasuk para gembala Gereja sehingga mengaburkan arti Tradisi suci menjadi hanya sebuah legenda atau mitos masa lalu.

Etika Berpakaian di dalam Gereja

Saat ini sering kali kita melihat umat datang ke Gereja dengan berpakaian yang kurang sopan atau pantas. Mungkin karena kita terlalu sering berpolemik mengenai aturan atau prosedur liturgi ekaristi sehingga kita kurang memberikan waktu untuk membahas kembali kepantasan berpakaian kepada umat pada saat hadir di dalam Gereja. Masalah berpakaian ini sebenarnya adalah hal yang klasik atau mungkin sepele hanya saja hal ini dapat mengurangi makna kehadiran kita di Rumah Allah. Berada di Rumah Allah tentu tidak sama jika kita berada di rumah sendiri atau di tempat lain. Umat harus menyadari bahwa unsur kesopanan mutlak perlu dipertimbangkan apabila kita menghadiri misa di Gereja. Kesopanan bukan berarti kita harus memakai pakaian yang mahal atau menarik namun lebih pada kesadaran etis terhadap norma-norma masyarakat setempat yang diyakini beradab. Banyak dari antara umat Katolik khususnya generasi muda yang datang ke Gereja dengan berpakaian hendak ke kampus, tempat olah raga, diskotik, atau tempat hiburan lainnya. Pemandangan dengan berpakaian “ala kadarnya” ini sungguh tidak menghormati kehadiran Allah di tengah-tengah mereka yang seharusnya kita memberikan penghormatan yang layak kepada Raja kita Yesus Kristus.

Etika berpakaian hendaknya mengacu pada kaidah-kaidah atau norma-norma budaya setempat. Sebagai contoh, masyarakat Papua yang masih tradisional dengan memakai koteka tentu tidak akan mungkin kita paksakan untuk memakai pakaian yang pantas seperti layaknya masyarakat di kota Jakarta. Dan etika berpakaian ini pun bukan suatu usaha untuk menyeragamkan pola pakaian yang harus dikenakan umat. Etika ini harus menjadi suatu kesadaran baik di tingkat gembala dan domba. Ini membutuhkan suatu usaha dari kedua belah pihak untuk bersama-sama merumuskan etika berpakaian yang pantas dan sopan.

Gereja di Era Akhir Jaman : Berakar pada Kemurnian-Nya

Kemurnian Gereja terletak pada kerahiman dan kerendahan hati segenap gembala yang menjadi penuntun spiritual para putra-putri-Nya. Gereja adalah batu karang, dan inilah yang harus terus-menerus kita camkan di dalam hati seluruh anggota Tubuh Mistik ini. Kita semua pasti mengetahui bahwa batu karang itu tahan guncangan, kuat terhadap terpaan dan kokoh menghadapi gelombang air laut. Gereja seperti yang diwariskan Yesus kepada Petrus –yang berarti batu karang- seharusnya mengambil sifat-sifat sejati batu karang tersebut. Terpaan serta gelombang materialisme, dan rasionalisme yang gencar merasuk pikiran dan hati manusia di era akhir ini jangan sampai merobohkan semangat Gereja yang tercermin dalam sikap dan tingkah laku para anggotanya baik para pemimpin maupun yang dipimpin. Di era akhir ini dunia semakin menunjukkan keliarannya, semakin tidak bersahabat dengan manusia. Ya, sejatinya memang kita tidak boleh bersahabat dengan dunia sebab sejak dulu dunia telah memusuhi Allah kita. Kekayaan semu yang ditawarkan dunia jangan kita terima sebab itu akan mengarahkan kita semua pada atheisme yang berbuah kehancuran total iman manusia.

Namun Gereja pun tak luput dari godaan-godaan duniawi berupa kedagingan yang menggerayangi spiritualitas sebagian imam, uskup dan kardinal. Beberapa kasus tampak di depan mata, ketika tahun 2002 lalu terungkap beberapa imam dan uskup melakukan kekerasan seksual pada anak-anak kecil di AS. Gereja telah ternoda dan Petrus (baca Paus) sebagai vicar of Christ sangat terpukul yang tentunya semakin menambah beban beliau. Belum lagi peristiwa-peristiwa yang mungkin masih tertutup rapat yang kalau dibuka dapat memalukan serta mencemari Tubuh Kristus ini. Kebengalan sifat-sifat Esau dan pengkhiatan Yudas mungkin telah bertengger di dalam Gereja kita. Mungkin sudah kita sadari pula bahwa akan terjadi “pertempuran” kardinal melawan kardinal, uskup melawan uskup serta imam melawan imam. Dulu Gereja pada masa awalnya begitu gemilang dimana seluruh para gembala begitu menggantungkan harapan dan tindakannya kepada Kristus tanpa sedikit pun ragu-ragu bahkan melawan atau memberontak bila terjadi perbedaan pendapat diantara mereka. Gereja pun dulu memiliki masa kejaayan dengan tongkat gembala hanya satu sampai kemudian terbelah menjadi dua bagian dan akhirnya pecah berkeping-keping yang ditandai dengan maraknya gereja-gereja protestan. Namun di era ini nampaknya Gereja sedang mengalami masa sulit yang bahkan belum pernah dialami sebelumnya.

Oleh sebab itu Gereja sekarang harus dibangun kembali di atas batu karang, batu yang berisi ajaran-ajaran serta tradisi-tradisi lama yang berupa kasih, kerendahan hati, kejujuran, kerahiman serta ketaatan. Silih atau perbaikan besar-besaran harus dilakukan oleh segenap umat beriman untuk mengembalikan kemurnian Gereja ini seperti dulu kala. Umat awam selayaknya memperbanyak doa-doa pribadi, keluarga maupun persekutuan doa dan mempersembahkan seluruh biarawan/wati, imam, uskup, kardinal kepada Hati Kudus Yesus dan Maria. Nama Paus Johanes Paulus II pun harus sering kita sebut dalam setiap doa. Hendaknya kita tidak khawatir di era akhir ini sebab di masa sulit seperti ini sebenarnya era ini adalah era kerahiman atau era kasih. Allah sedang membangkitkan orang-orang dari kematian spiritual demi keselamatan kita semua. Untuk itu para gembala dan domba segera menyerap kerahiman-Nya dan membuka hati kita buat Roh Kudus sehingga kita dapat merasakan kehadiran-Nya yang luar biasa di dunia ini. You’ll never walk alone, ini motto yang memang harus kita camkan bahwa Kristus memang tidak pernah meninggalkan kita bahkan disaat kita murtad sekalipun Dia masih mengasihi. Kenalilah bahwa akhir jaman sudah diambang pintu, pohon ara telah bertunas. Dunia pasti akan berakhir namun Sabda-Sabda Allah akan bertahan selama-lamanya. Gereja akan hidup kembali.