Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Tuesday, April 10, 2007

Tentang Vassula Ryden dan Amanat-amanat Ilahi

HIDUP SEJATI DALAM ALLAH - AMANAT YESUS KEPADA DUNIA

By Leonard T. Panjaitan (22 April 2002)

A. YESUS MEMILIH VASSULA RYDEN

Pada sekitar bulan November 1985 di Bangladesh, Malaikat Daniel datang menemui seorang wanita orthodox Yunani kelahiran Mesir 1942 bernama Vassula Ryden -yang tinggal di negeri ini dalam rangka mendampingi suaminya yang bertugas sebagai staff PBB- untuk menyampaikan pesan bahwa Yesus Kristus akan segera datang kepadanya dalam waktu yang tak terlalu lama. Proses kedatangan Daniel kepada Vassula pertama kali terjadi di rumah Vassula pada saat ia sedang mempersiapkan daftar belanjaan untuk keluarganya. Vassula terkejut dan tiba-tiba tangannya seperti digerakkan oleh sesuatu kekuatan tertentu dan ia tidak bisa mengontrolnya. Kekuatan itu menggerakkan Vassula kepada suatu secarik kertas dan menuliskan pesan yang berkata : “Jangan takut, aku Daniel , aku adalah malaikat pelindungmu”.

Sebagai seorang wanita awam yang tidak pernah ke gereja selama 30 tahun tentu hal ini sangat membingungkan dan meresahkannya. Apakah maksud dari semuanya ini ?

Singkatnya Malaikat Daniel menjelaskan maksud dan tujuannya kepada Vassula bahwa Allah akan memberikan mujizat yang besar pada dunia ini melalui hambanya yang lemah Vassula.

Sudah barang tentu hal ini sangat meragukan Vassula apalagi ternyata ia telah lama meninggalkan gereja dan hampir selama 30 tahun ia tidak pernah berhubungan atau bersentuhan dengan iman dan kepercayannya. Bisa dikatakan bahwa Vassula telah menjadi “kristen KTP” yang pergi ke gereja hanya pada moment-moment tertentu saja spt natal, paskah atau menghadiri pernikahan salah satu kerabatnya.

Namun demikian dengan sabar Malaikat Daniel membesarkan hati Vassula dan memotivasi dia bahwa Allah sangat mencintainya. Hingga pada suatu ketika Daniel menyuruh Vassula untuk mencari kitab suci. Namun ia bertambah bingung lagi karena pada saat itu ia berada di negara muslim Bangladesh dan sudah tentu akan teramat sulit untuk mencari kitab suci di sana. Kemudian Daniel berkata kepadanya : “Pergilah ke perpustakaan Amerika dan kamu akan menemukannya” .

Setelah mendapatkan kitab suci itu Daniel mulai mengajari Vassula dan melakukan pemurnian terhadapnya. Sampai pada suatu saat Yesus sendiri mengambil alih peran Malaikat Daniel dan menyapa Vassula. Yesus berkata kepadanya: “Vassula, mana yang lebih penting Rumahmu atau RumahKu” ? Dan Vassula menjawab : “RumahMu, Tuhan”. Dan Yesus kembali berkata : “Kalau begitu, Izinkanlah Aku berkarya melalui dirimu”. Dan Yesus menegaskan kepada Vassula bahwa RumahNya sedang dalam reruntuhan.

Setelah Yesus memperkenalkan diri kepadanya dan meminta izin kepada Vassula maka Tuhan kita pertama kali mengajari Vassula berdoa Bapa Kami. Hingga sampai larut malam Vassula baru benar-benar bisa berdoa Bapa Kami secara baik dan tepat. Hal ini perlu dimaklumi karena Vassula telah “murtad” sekian lamanya dan Yesus membantunya untuk kembali kepada JalanNya dengan memulai berdoa secara benar dengan segenap hati dan bukan dengan menggunakan bibir.

Keragu-raguan tetap meliputi Vassula terlebih-lebih siapakah dirinya ini ? dan seberapa pentingkah dirinya bagi Yesus Kristus dalam menerima mujizat ini. Namun demikian Yesus tahu akan hal itu. Dengan sabar dan penuh Kasih yang tak terbatas Yesus selalu menjelaskan kepadanya bahwa dalam kemiskinan dan kelemahan manusia Yesus ingin menunjukkan kekayaan dan kemulianNya.

Vassula menyadari bahwa ia tetap merupakan utusan Yesus yang rendah. Ia tahu bahwa ia akan menghadapi banyak pertentangan bahkan dirinya pun siap untuk dihujat, difitnah, dicemoohkan dan dibenci orang-orang. Sebagai seorang utusanNya yang rendah pun , Yesus berkata kepada Vassula : “Sesaat pun jangan menyangka bahwa Aku memberi karisma ini kepadamu karena Aku mengasihi engkau lebih dari Anak-anakKu yang lain” (BC 1-6:tgl.23.1.1987).

Jadi apa sebenarnya apa yang diamanatkan Yesus kepada dunia melalui Vassula ? Ia berkata, “Aku datang kembali dan menyegarkan segala sesuatu yang sudah pernah Kuajarkan” (BC 8:tgl.8.3.1987). “Amanat-Ku ialah Damai dan Kasih…Aku datanguntuk menunjukkan Kerahiman-Ku kepada dunia ini” (BC 8:tgl 8.3.1987).

Dan hal ini sudah menjadi KehendakNya untuk memilih Vassula yang lemah dan berdosa. Seperti yang tertulis dalam kitab suci “Sebab rancangan-Ku bukan rancanganmu, dan jalanmu bukanlah Jalan-Ku” (Yes 55:8) dan juga “Bukankah Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang berdosa ? (Matius 9 : 13).

Sejak saat itu Vassula -setelah dirinya benar-benar bertobat dan dimurnikan Allah- dengan teguh dan penuh kesadaran menjadi instrumen Yesus dalam menuliskan dan menyebarkan Amanat-amanatNya ke seluruh dunia.

B. AMANAT-AMANAT YESUS

Untuk menunjukkan KasihNya yang tak terbatas pada dunia ini dan membuktikan bahwa Allah adalah Bapa yang baik dan tak pernah meninggalkan anak-anakNya walaupun dalam kesusahan besar (Lukas 14 : 5 – 6) serta terdorong oleh KerahimanNya yang tak terbatas dan melampaui akal budi manusia maka Yesus sekali lagi di dalam abad modern ini memanifestasikan diriNya melalui Vassula Ryden. Pesan-pesan atau Amanat-amanatNya sangat mengagumkan dan penuh dengan Kasih illahi yang tak terhingga. Metode yang dipakai Yesus dalam menjelaskan pesan-pesanNya ialah bahwa Yesus menulis langsung dengan menggunakan tangan Vassula, dan kadang-kadang Yesus mendiktekan kepada Vassula dan ia menuliskannya kedalam beberapa catatan-catatan.

Sesuai dengan kehendak Yesus, kemudian catatan-catatan atau amanat-amanatNya disusun secara rapih dan teratur oleh Vassula ke dalam beberapa jilid buku dan Yesus sendiri yang memberi judul amanat-amanatNya “Hidup Sejati Dalam Allah”. Amanat-amanatNya adalah suatu “Karya” Yesus sendiri dan bukan merupakan buah pikiran atau karya Vassula. Wanita ini hanya digunakan sebagai instrumen lemah namun memiliki karunia khusus serta istimewa yang diberikan Allah dalam menjalankan misi “berat dan suci” ini.

Secara umum Amanat-amanat Yesus terbagi menjadi 2 bagian besar yakni :

1. Rekonsiliasi antara Allah dan Manusia

2. Persatuan Gereja.

Mengapa Allah sampai turun lagi - dalam ikatan Roh Kudus – melalui Vassula ? Karena Allah telah melihat bahwa dunia ini ternyata lebih jahat dari Sodom dan Gomorah. Manusia telah kehilangan kasih dan damai Tuhan. Manusia tidak pernah mengandalkan kekuatan Allah dalam segala perkara. Ateisme, Rasionalisme dan Materialisme telah menjadi ideologi kita menggantikan Hati Kudus Yesus dan Maria. Generasi ini telah berubah menjadi generasi yang kejam dan jahat. Sehingga bisa kita lihat buah-buah kejahatan yang telah kita petik. Perang, kebencian, pertikaian, kekerasan, bencana alam serta kelaparan kerap kali menjadi persoalan hidup kita sehari-hari baik secara lokal maupun internasional. Menurut Yesus pula kita telah hidup di gurun yang kering dan gersang dimana hanya terdapat ular berbisa dan racun-racun. Yesus dapat mengubah gurun gersang ini dengan mata air serta sungai-sungai Kasih dan Damai asalkan kita mau menerima Yesus dengan kerendahan hati dan tulus. Yesus tidak ingin memaksa keinginanNya dan memperkosa kebebasan kita karena kita tahu bahwa Yesus Maha Lembut.

Allah juga mengetahui dan melihat ke dalam RumahNya bahwa GerejaNya sendiri telah terpecah belah. Tongkat gembala yang seharusnya satu telah dipatahkan menjadi dua dan lama-lama menjadi berkeping-keping. Kepada Vassula sendiri dikatakan Yesus bahwa perpecahan gereja adalah perpecahan tubuh Kristus dan ini adalah suatu dosa. TubuhNya yang merupakan Gereja harus satu seperti yang Ia telah berikan kepada Petrus (Matius 16 : 18 – 19). “Semua yang tercerai-berai harus kembali kepada Petrus” (baca Paus). Sambil menatap wajah Paus Johanes Paulus II, Yesus berkata (seperti mengemis) : “PetrusKu, jadilah GemaKu ! Berilah domba-dombaKu makan. Petrus, jangan menolak Aku lagi, terkasih !” (BC 19:tgl.1.12.1987). Inilah salah satu amanat Yesus agar gereja-gerejaNya bersatu di bawah persatuan Petrus. Dan tentang Paus pun Yesus pernah berkata kepada Vassula, “Paus adalah landasan Gereja. Dia adalah pengganti Petrus. Aku telahmemilih dia, orang harus mengakuinya”. Oleh sebab itu seperti yang diinginkan Yesus maka Dia menyuruh Vassula agar menemui Paus Johanes Paulus II. Kata Yesus kepada Vassula : ”Sampaikanlah kepada Takhta Suci, bahwa Akulah yang mengutus engkau kepada mereka. Dengarkan Aku, bila mereka bertanya dari komunitas manakah engkau, katakanlah kepada mereka bahwa engkau milik-Ku dan bahwa engkau berada di bawah Wibawa-Ku”. Lalu Vassula bertanya kepadaNya, Tuhan, aku bukannya mau berdebat, namun apakah aku tidak bisa mengatakan bahwa aku adalah seorang Ortodoks ? Aku seorang Orthodoks. Jawab Yesus : “Orthodoks! Katolik ! Protestan ! Kalian semua milik-Ku ! Kalian semua adalah Satu dalam pandangan-Ku ! Aku tidak membeda-bedakan siapa pun. Jadi buat apa takut ? Mintalah izin untuk bertemu dengan Yohanes Paulus, Paus-Ku yang terkasih. Ia tidak akan membeda-bedakan”. (BC 17:tgl.27.10.1987).

Dalam rangka persatuan gereja ini pula, Yesus telah membangkitkan Rusia dan akan menjadikannya sebagai pemimpin bangsa-bangsa secara spiritual. Untuk itu Yesus menghendaki agar Gereja Barat (Roma) dan Gereja Timur (Orthodox) segera bersatu. Inilah amanat utama Yesus yang akan digenapiNya. Dia melihat bahwa pondasi gereja dalam rangka persatuan adalah dengan bersatunya Timur dan Barat. Yesus menghendaki kepada Paus dan Patriark Othodox agar saling “membasuh kaki”. Menurut Yesus syarat utama persatuan gereja adalah kasih dan kerendahan hati. Dan persatuan gereja harus dimulai pertama-tama persatuan hati umat beriman.

Berikut ini adalah cuplikan dari amanat Yesus kpd Vassula tentang persatuan gereja :

5 Oktober 1994

“VassulaKu, ikutilah aturan-aturanKu. KehendakKu adalah untuk menyatakan kekayaanKu kepada semua manusia dan mengijinkan Roh KudusKu untuk menjadi pembimbing kalian. Jangan putus asa, KasihKu akan menghidupi kalian. Dengarkan dan tulislah :

“Keinginan hatiKu adalah agar Barat dan Timur bertemu. Aku membutuhkan dua pilar utama GerejaKu ini untuk bersama-sama mengkonsolidasikan GerejaKu. GerejaKu tidak akan kuat berdiri hanya dengan satu pilar. Aku telah menugaskan mereka untuk menjaga GerejaKu tetapi baru saja Aku pergi kepada Bapa maka perpecahan segera terjadi dan TubuhKu dicabik-cabik oleh tangan-tangan ciptaanKu yang mana Bapa sendiri telah menciptakan mereka. Sejak saat itu aku menderita hebat ….”

Banyak dari pesan-pesan Yesus yang menggambarkan betapa sedih dan menderitaNya Ia melihat dunia dan perilaku kita. Mengapa Yesus yang sudah mulia di surga bersama Bapa masih juga “menderita” ? Jawabannya karena Yesus tinggal di hati kita dan Ia merasakan apa yang kita rasakan.

C. KESAKSIAN PRIBADI TENTANG AMANAT YESUS

Perkenalan saya dengan buku “Hidup Sejati Dalam Allah” adalah sekitar Desember 1999. sama seperti Vassula yang pertama-tama ragu menerima wahyu pribadi ini, saya pun pada awal mula membaca buku ini agak ragu-ragu apakah ini benar-benar wahyu pribadi yang sesuai dengan kitab suci atau bersumber dari yang jahat ? Namun perasaan itu hanya sekilas saja dan saya pun terus melanjutkan untuk membaca beberapa halaman. Dan saya pun menemukan suatu kesejukan dan kekaguman yang luar biasa yang berasal dari amanat-amanat ini. Begitu menyentuh perasaan saya saat itu. Oh alangkah indahnya tulisan ini. Ada suatu kekuatan besar yang menarik saya yang membuat saya tak pernah bosan atau lelah membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah.

Pertamakali yang terlintas dalam diri saya adalah : “ini dia…yang saya tunggu-tunggu..”. Suatu jawaban atas kehidupan pribadi saya yang galau, letih lesu serta impulsif. Tuhan telah menyapa saya sesaat setelah membaca buku itu. Dan entah apa yang ada dalam diri saya , sejak saat itu saya agak bersemangat dalam berdoa dan pergi ke gereja. Mungkin Tuhan telah membangkitkan saya dari kematian spiritualitas.

Dan hal ini terus berlanjut sampai saat ini dan pemahaman akan amanat-amanat Allah membutuhkan proses dan bimbingan dari Allah dan Bunda Maria. Apalagi kita dituntut tidak hanya membaca saja namun juga turut mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan ingin kita berubah dan hidup sesuai dengan hukum-hukumNya yakni kasih, damai dan kerendahan hati. Perlu diingat juga bahwa amanat-amanat Yesus kadang-kadang menggunakan bahasa simbol namun tidak membuat pembaca bingung. Sehingga yang diperlukan adalah keterbukaan hati si pembaca yang mau dibimbing oleh Roh Kudus. Ada satu kata-kata Yesus yang membuat saya tertarik yakni : “Anak-anakKu, datanglah kepadaKu seperti apa adanya engkau. Jangan menunggu sampai menjadi seorang santo agar engkau dapat datang kepadaKu….”

Sejak saat itu saya memutuskan untuk terus menerus intensif dalam membaca dan merenungkan semua pesan-pesan Allah itu. Saya menjadi semakin haus dan lapar akan firman-firman Allah . Amanat-amanat ini membuat saya semakin yakin bahwa kita tidak sendirian di dunia ini. Allah Bapa kita di dalam Yesus adalah Allah yang Hidup dan selalu bersama kita dalam setiap langkah kehidupan kita. (Matius 28 : 20; Yoh 14 : 18).

Dengan demikian secara ringkas saya dapat bersaksi bahwa dengan amanat-amanatNya maka :

1. Saya semakin menyadari kekayaan dan misteri-misteri yang luar biasa yang dimiliki oleh Sang Juru Selamat kita Yesus Kristus.

2. Saya semakin mengerti kitab suci karena amanat-amanat Yesus membuktikan bahwa kitab suci telah dan sedang digenapi.

3. Bunda Maria merupakan Bunda umat manusia sekaligus Ibu sejati kita. Peranan Bunda Maria ini sangat luar biasa dalam membawa kita – putra-putriNya - kepada keselamatan kekal. (Wahyu 11 : 3 – 6 ; Wahyu 12 : 1 – 6; Sirakh 40 :1)

4. Peneguhan terhadap tradisi gereja Katolik dan kita wajib menjaga tradisi-tradisi tersebut karena hal tersebut membawa kita kepada keintiman dengan Allah Tritunggal Maha Kudus.

5. Persatuan gereja akan segera terjadi dan kita termasuk umat yang “terpanggil” masuk ke dalam anggota gereja yang katolik, kudus dan apostolik. Bentuk kongkret dari persatuan gereja adalah urusan Yesus bukan urusan kita. Namun yang perlu kita sadari bahwa kita harus banyak berdoa demi persatuan dan kesetiaan para gembala seluruh dunia dengan Bapa Suci Johanes Paulus II.

Pada akhirnya Amanat-amanat “Hidup Sejati Dalam Allah” telah membawa saya pada pertobatan dan mencoba untuk hidup kudus karena Yesus adalah Kudus. Secara langsung maupun tak langsung amanat-amanat ini seperti Pohon dan buahnya (Lukas 6 : 43 – 45). “Dari buahnyalah pohon itu dikenal…..”, kata Yesus pula kepada Vassula.

Perlu diketahui juga walaupun Vassula beragama Orthodox Yunani namun hampir semua amanat-amanat Allah ini mengandung terminologi katolik dan Vassula pun selalu mempraktekan ajaran katolik seperti yang dihimbau oleh Yesus sendiri. Berdoa Rosario, mengaku dosa, puasa adalah hal-hal rutin yang dilakukannya dan istilah Hati Kudus YesusHati Suci Tak Bernoda Maria merupakan “jargon-jargon katolik” yang banyak ditemukan dalam setiap amanat-amanatNya. dan

Sebagai informasi tambahan, Yesus menyampaikan amanat-amanatNya menggunakan bahasa Inggris dan Amanat-amanat asliNya berada di Missouri AS sebagai tempat penyebaran amanat “TRUE LIFE IN GOD” atau “HIDUP SEJATI DALAM ALLAH” ke seluruh dunia. Dan sampai saat ini pun amanat-amanatNya masih terus diberikan sebagai “manna surgawi” generasi ini. Edisi Inggris –nya telah berjumlah 12 jilid buku. Dan di Indonesia “Hidup Sejati Dalam Allah” telah diterjemahkan oleh tim dari Unio Cordium (Stefan Leks, Indri Makki, Alice Iskak, Esther Lina) dan beberapa orang pastor spt Fr. Anicetus Djitapandrija, SJ dan sampai sekarang ini telah berjumlah 7 jilid buku. Buku-buku “Hidup Sejati Dalam Allah” ini dapat dijumpai di beberapa toko buku spt Gramedia dan Lumen Gentium. Atau para pembaca dapat mengunjungi website “Hidup Sejati dalam Allah” http://www.tlig.org

D. PENDAPAT SINGKAT GEREJA MENGENAI “HIDUP SEJATI DALAM ALLAH”

Dalam menilai wahyu-wahyu pribadi atau penampakan-penampakan Gereja Katolik sangat konservatif dan hati-hati. Banyak penampakan-penampakan yang sangat lama diakui Gereja spt Penampakan Bunda Maria di Fatima dan ada juga penampakan Bunda Maria yang belum diakui oleh Vatikan spt Medjugorje.

Khusus mengenai Vassula yang mendapatkan wahyu pribadi dari Allah kita Yesus Kristus maka gereja pernah mengeluarkan “Notification” atau semacam pernyataan dari Vatikan dalam hal ini diwakili oleh Kardinal Josep Ratzinger selaku Kardinal Prefect Conggregation of Doctrine of Faith (Konggregasi Ajaran Iman) tahun 1996. Secara ringkas pernyataan itu mengatakan bahwa amanat-amanat Yesus merupakan hasil dari meditasi dan kontempasi dari diri Vassula sendiri walaupun amanat-amanatNya berisi hal-hal postif. Tetapi keberatan-keberatan Gereja telah dijawab oleh berbagai thelogian spt Pastor Rene Laurentine, Michael O Carroll, C.S.Sp, serta Robert Hughes, S.M selaku para pembimbing rohani Vassula. Dan pada bulan Januari 1999 , dalam suatu wawancara dengan salah satu majalah Italia, Kardinal Josep Ratzinger mengijinkan kita untuk mempromosikan buku-buku “Hidup Sejati Dalam Allah” namun dengan kehati-hatian yang mendalam. Bapa Suci Johanes Paulus II sendiri pun telah berjumpa dengan Vassula dan ia memberikan kepada beliau beberapa buku “Hidup Sejati Dalam Allah”.

E. PENUTUP

Pertentangan-pertentangan akan selalu hadir dalam setiap kejadian atau peristiwa yang membawa manusia mengalami perubahan hidup spritual. Banyak mujizat dan wahyu-wahyu pribadi misal kpd Sr Faustina yang menerima doa koronka (Kerahiman Ilahi) yang pada akhirnya pun diakui gereja serta penampakan-penampakan Fatima, Garabandal maupun Medjugorje sampai kepada Vassula yang menimbulkan “kontroversi” di kalangan awam umat maupun pejabat-pejabat gereja katolik.

Namun sebagai umat beriman kita dituntut untuk selalu waspada dan tetap rendah hati dalam menilai semua kejadian atau mujizat-mujizat di akhir zaman ini. Hal ini tetap berpulang kepada iman masing-masing pribadi apakah mau secara tulus dibimbing oleh Allah atau tidak.

Pada akhirnya dari buahnyalah pohon itu akan dikenal (Lukas 6 : 43 – 45 ; Matius 12: 33 –35).

Tuhan beserta kita.

F. LAMPIRAN

Amanat bagi dunia

AKULAH HARAPAN YANG DIDAMBAKAN DUNIA
KALIAN TELAH MENGINDUSTRIALISASIKAN RUMAHKU

7 Februari 1991

Damai sertamu. Akulah Yesus. Aku adalah Harapan yang dicari-cari dunia. Harapan yang mereka cari itu ada dalam jangkauan mereka. Cukuplah mereka mengulurkan tangan ke arah Surga dan mencari hal-hal Surgawi. Mereka dapat mencari Aku, dan Aku akan menanggapi mereka. Aku tidak menyembunyikan Wajah-Ku, ataupun memalingkan Mata-Ku dari mereka. Mata-Ku mengamati kalian semua dan memperhatikan setiap langkahmu. Roh-Ku memang memenuhi seluruh dunia untuk menerangi kegelapan ini dan memberi Harapan kepada mereka yang meraba-raba jalan mereka di malam yang tak kunjung habis ini. Terkasih, dengan memiliki Surga sebagai tanah airmu, dan bumi sebagai tempat ziarahmu, selayaknyalah kalian bersukacita dan berharap.

Oh, ciptaan! Bukankah Aku telah berusaha membuka kafan kematian kalian dan membawa kalian menuju kehidupan? Ataukah Aku, yang membawa kehidupan, membawa kalian kembali kepada kematian? Aku adalah Kerahiman. Aku adalah Kasih. Pandanglah ke Surga dan lihatlah Tanda-tanda zaman. Aku datang untuk menghimpun bangsa demi bangsa, dan menunjukkan Wajah Kudus-Ku kepada kalian masing-masing dan mengingatkan kalian akan Kasih-Ku. Namun lihatlah, awal penderitaan telah mulai. Demikian pula awal dari rasa sakit saat melahirkan bagimu telah tiba. Kalian adalah para saksi, karena kalian telah menjadi orang-orang yang percaya bahwa apa yang kalian baca dalam Kitab Suci sedang menuju penggenapan : Pencurahan Roh-Ku pada hari-hari terakhir masa kegelapan ini, sedang turun dengan melimpah atas umat manusia. Kalian adalah saksi peristiwa-peristiwa yang dulu masih berupa teka-teki dan dikatakan dalam perumpamaan-perumpamaan. Kalian adalah saksi kelaliman Setan. Namun Aku berjanji kepada kalian, hai anak-anak kecil, bahwa segera sesudah kalian mengalami banyak kesedihan (yang akan semakin berat) akan datang Sukacita. Dan sesudah rasa sakit awal bersalin kalian, Kasih akan lahir di antara kalian!

Tetapi sekarang Aku memandang dari atas dengan cemas kejahatan-kejahatan generasi ini yang kini melebihi dosa-dosa Sodom dan Gomora dulu, karena harapan-harapan kalian bersandarkan Kristus yang palsu. Generasi ini amat keji, suka memberontak dan tercemar oleh darah, dan hidup di bawah bayang-bayang Setan. Oh, era! Apa yang kauanggap kebaikan dan kebijaksanaan, sesungguhnya memisahkan Aku dari kalian, karena hati kalian merasa hebat dan penuh kesombongan, sehingga kalian menganggap diri sama dengan Aku, Allahmu. Apakah kalian masih juga akan berkata : Aku ini tuhan, bila para pembunuh kalian menentang kalian? (Yeh 28:9). Darah telah mengalir di jalan-jalanmu. Dalam kejahatanmu, kalian memupuk harapan dengan bertumpu pada segala sesuatu yang bukan Aku. Kalian telah menaruh harapan pada manusia, bukan pada-Ku, kepada kekayaan yang tidak dapat menyelamatkan kalian, sambil meremehkan Kekayaan yang Kutawarkan kepada kalian di Surga. Kalian membangun harapan atas manusia yang bertumpu pada Kebohongan, karena kalian percaya bahwa kalian dapat mencukupi segalanya dengan kemampuan kalian sendiri. Memang, kalian (Tuhan mengacu kepada cara berpikir Freemason) telah menimbun kekayaan yang melimpah melalui usaha dagangmu, tetapi besok kalian akan mati.

Hanya sedikit saja yang bertanya: "Mengapa Tuhan dan Bunda-Nya tiba-tiba

turun kepada kita?" Dan hanya sebuah sisa jiwa para imam-Ku yang mau memperhatikan penampakan-penampakan Kami yang teratur. Telah Kukatakan bahwa Aku akan mengirim Utusan-Ku untuk mempersiapkan jalan bagi-Ku, (Mal 3:1) dan inilah yang tengah dilakukan oleh Bunda-Ku, yang juga Bunda kalian. Kitab Suci sedang digenapi, dan sungguh Aku berkata kepada kalian, bahwa Dia yang dirindukan oleh para Habel-Ku dan Yakob-Ku akan datang dengan tiba-tiba, memasuki Bait-Nya untuk menyingkirkan para Kain dan Esau yang telah menimbulkan kekacauan dan kehancuran Gereja-Ku Kalian telah membuat Rumah-Ku menjadi sebuah industri! Rumah ini yang seharusnya menjadi Rumah Doa! Kalian memang telah mengubah Rumah-Ku menjadi sarang pencuri!

Jika Aku seperti yang kalian (Para Kain dan Esau) katakan : "Dia Yang Kudus", maka di manakah penghormatan yang layak bagi-Ku? Jika Aku memang Gurumu, di manakah kehormatan yang layak Kuterima? Jika Aku Allahmu, di manakah sembah sujud dan dupa yang seharusnya tertuju kepada-Ku? Di manakah devosi yang seharusnya menjadi milik-Ku? Bagaimana mungkin kalian tidak bisa membaca Tanda-tanda zaman? Bagaimana mungkin kalian tidak dapat mengerti hal-hal yang bersifat Surgawi? Bagaimana mungkin kalian tidak percaya lagi pada Keajaiban-keajaiban-Ku? Mengapa kalian menganiaya para Habel-Ku dan Yakob-Ku? Jika tidak secara terbuka, kalian menyerangnya dengan sembunyi-sembunyi? Aku menampakkan Diri bersama Bunda Sucimu, dan Kami menyatakan Diri Kami melalui jiwa-jiwa di berbagai bangsa. Namun pernyataan Kami itu ternyata membosankan bagi kalian, bahkan membuat kalian marah. "Betapa menyebalkan semuanya!", demikian kata kalian (Mal 1:13) Sebab, sampai hari ini kalian masih belum memahami hal-hal Surgawi seperti para Habel-Ku dan Yakob-Ku. Tidak! Kalian tidak memahami Kasih-Ku maupun devosi yang seharusnya tertuju kepada Bunda-Ku. Kalian menyerukan iman dan bersandar pada kekuatanmu, wibawamu dan nalarmu. Suara-Ku yang menyerukan pertobatan para pendosa, mengganggu telinga kalian.

Jika Kebenaran tiba-tiba bercahaya sambil menyembuhkan dengan sinar-sinarnya, ternyata kalian menolak Anugerah-Ku yang Kutawarkan kepadamu hari ini, di eramu yang gelap ini. Apakah Aku harus menerima aniaya-aniaya berulang kali? Apakah Aku harus mengurbankan, tahun demi tahun, para Habel-Ku dan Yakub-Ku, yang adalah dupa altar-altar-Ku dan tiang-tiang kukuh Gereja-Ku? Kalian telah menutup telinga kalian terhadap Suara-Ku dan hanya mendengarkan suara kalian sendiri saja. Kalian telah menghambat banyak orang untuk makan buah-buah dari Kebun-kebun Anggur-Ku yang Baru karena Setan telah masuk ke dalam diri kalian serta menyerang jiwa kalian. Dan lihatlah! Orang-orang lain yang menebus kejahatan-kejahatan kalian (Suara Yesus tiba-tiba lunak dan sedih) Orang-orang lain menebus kesombongan kalian dan kebodohan kalian : demi menyelamatkan kalian! Setiap hari, jiwa-jiwa yang murah hati itu menyediakan pipinya kepadamu untuk dipukul, dihina dan disakiti. Demi kepentinganmu, jiwa-jiwa yang murah hati itu mengadakan silih atas kalian dengan darah mereka, demi menyelamatkan kalian.

Aku menunggu untuk dapat mendengar kalian, tetapi kalian tidak juga berkata apa yang seharusnya kalian lakukan. Kalian tidak bertobat. Kalian justru tersesat pada saat kalian mengejar jalan kalian sendiri, sambil menyeret serta jutaan jiwa. Kalian mencari kedudukan dan kekuasaan tetapi bukan untuk menangkap dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Tetapi kalian akan jatuh... dan

kemurtadan yang berkelanjutan ini akan berhenti... dan dalam diri kalian, hai para Habel-Ku dan Yakub-Ku, Aku akan membangun kembali altar-altar-Ku yang dulu pernah ada, tetapi yang sekarang tinggal puing-puingnya saja. Aku akan membuat sungai-sungai dengan air sebening kristal mengalir keluar dari kalian, dan kesaksian kalian akan berbuah banyak karena air itu akan keluar dari Sumber-Ku. Dan seperti pohon-pohon kehidupan, yang tumbuh karena sungai Kudus itu, anak-anak-Ku akan tumbuh subur karena kesaksian kalian.




Hai, anak-anak, tabahlah! Aku tidak meninggalkan kalian, ataupun melupakan kalian. Siapa pun yang hidup dalam Aku akan merasakan Kasih-Ku. Siapa pun yang makan dari Aku, tidak akan ditinggal dan mati. Dia yang tetap tinggal dalam Aku akan hidup. Aku, Sang Mempelai Pria, sedang turun untuk mempersunting kalian dalam Damai dan Kasih-Ku, dan mengingatkan kalian bahwa sejak Awal Mula kalian adalah Milik-Ku. Aku, Tuhan, memberkati kalian, sambil meninggalkan Hembusan Kasih-Ku di dahi kalian. Jadilah satu dalam Nama Kudus-Ku.

No comments: