Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Sunday, September 6, 2009

Paus Benediktus XVI Memuji Studi Ekumenis tentang St.Agustinus

*) Desakan agar Simposium menemukan Titik Konvergensi

CASTEL GANDOLFO, Italy, SEPT. 3, 2009 (Zenit.org).- Paus Benediktus XVI mendesak symposium agar kalangan teolog Katolik dan Orthodox mempelajari warisan St.Agustinus untuk menemukan kembali titik konvergensi diantara dua tradisi Kristen ini.

Paus mengatakan hal ini dalam suratnya yang dikirimkan hari ini kepada Kardinal Walter Kasper, Presiden Dewan Kepausan Untuk Peningkatan Persatuan Umat Kristen, pada acara Simposium ke-11 Antar Umat Kristen yang dimulai hari ini di Roma.

Pertemuan tiga hari ini diselenggarakan oleh Institut Spiritualitas Fransiskan dari Universitas Kepausan Antonianum dan Fakultas Teologi dari Orthodox Aristoteles Thessalonica

Simposium Katolik-Orthodox yang bertujuan untuk peningkatan persatuan Kristen telah berlangsung secara timbal balik baik di lokasi Katolik maupun Orthodox sejak tahun 1992.

Simposium kali ini memilih tema studi aktual yakni: “St.Agustinus dalam Tradisi Barat dan Timur”.

Benediktus XVI menyebutkan bahwa topik ini layak sebagai refleksi timbal balik. Dia menjelaskan: “Santo dari Hippo, Bapa Gereja termasyur dari Gereja Latin begitu penting sekali secara fundamental untuk bidang teologi khususnya bagi Tradisi Barat, meskipun penerimaan St.Agustinus dalam teologi Orthodox dalam beberapa segi memiliki problem tersendiri.

“Oleh karenanya untuk mengetahui objektivitas historis dan kebaikan fraternal dari kekayaan spiritual dan doktrinal yang menyumbangkan kepada warisan kekayaan Timur dan Barat, Paus selanjutnya berucap, “maka sangat diperlukan sekali bukan hanya kita menghormati kekayaan St.Agustinus tersebut namun juga mempromosikannya secara timbal balik diantara umat Kristen”.

Bapa Suci berkata, dia berharap agar symposium ini bisa sukses, dan bahwa symposium ini “dapat menemukan kembali konvergensi spiritual dan doktrinal yang bermanfaat untuk membangun bersama Kota Allah, dimana anak-anakNya dapat hidup damai dan penuh kasih kebapaan, yang berdasarkan kebenaran iman yang sama”.

*) Diterjemahkan oleh Leonard T.Panjaitan

No comments: