Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Sam Shamoun Menjawab: Mengapa Indulgensi Dipandang Menantang Teologi Protestan

 Ditranskripsikan ulang oleh Leonard Tiopan Panjaitan Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=aTnnDT818bE Catatan: Dokumen ini merupakan parafrasa dan restrukturisasi menyeluruh dari naskah dialog, bukan kutipan verbatim. 1) Fokus Pertanyaan dan Klarifikasi Istilah Pembahasan bermula dari pertanyaan: adakah dasar biblis untuk mendoakan orang yang telah meninggal—khususnya mereka yang “hidup dalam Kristus” namun diyakini masih perlu pemurnian—serta apakah tindakan rohani orang beriman di dunia dapat memberi manfaat bagi mereka?

Postingan Terbaru

Sam Shamoun Menjawab: Seorang Pentakosta Mengajukan Pertanyaan-Pertanyaan Sulit

Otoritas Episkopal dan Sinodalitas

Refleksi Satu Dekade Ensiklik Paus Fransiskus “Laudato Si’”

Transformasi Paradigma Ekonomi Sirkular sebagai Instrumen Pemulihan Pasca-Bencana dan Akselerasi Pemerataan Ekonomi di Indonesia 2026-2030

Panduan Tata Perayaan Ekaristi menurut PUMR (Pedoman Umum Missale Romawi) edisi terbaru (2002/Revisi) dan Penyesuaian oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dalam TPE (Tata Perayaan Ekaristi) 2020.

Keluarga Sinodal yang Misioner dalam Perwujudan Iman

Kajian Singkat Aksi Adven Pembangunan (AAP) 2025 Keuskupan Bogor: Implementasi di Paroki St. Faustina Kowalska, Tonjong, Tajur Halang, Bogor

Kajian Singkat Bulan Kitab Suci Nasional 2025 untuk Umat Katolik di Paroki St. Faustina Kowalska, Tajur Halang, Bogor

Rangkuman Mendalam dari Ensiklik Mense Maio (Paus Paulus VI, 29 April 1965)

Ringkasan: Kenangan dan Warisan Paus Fransiskus (Wafat Senin, 21 April 2025)