Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Monday, February 2, 2009

Patriarch Kirill Menjadi Pemimpin Gereja Orthodoks Rusia

Rabu, 28 Januari 2009 | 20:23 WIB

VATIKAN CITY, RABU — Paus Benediktus XVI memberi selamat atas terpilihnya Metropolitan Kirill sebagai pemimpin Gereja Ortodoks Rusia.

Dalam pesannya, Rabu (28/1), Paus mengaku mengikuti berita tentang pemilihan itu dengan senang hati. Dia berharap Kirill dapat melayani Gereja Ortodoks Rusia.

Kirill terpilih, Selasa (27/1), sebagai pengganti Patriaki Moskwa Alexy II, yang wafat pada Desember setelah memimpin gereja utama Rusia itu sejak 1990.

Kirill dipandang sebagai sosok modern yang bisa menjalin rekonsiliasi dengan Vatikan. Dia juga pernah bertemu Paus Benediktus pada Desember 2007.

Catt : Semoga Gereja bersatu sesuai dengan jeritan Hati Kudus Yesus ! Semoga beliau (Patriarch Kirill) tokoh yang menjadi jembatan persatuan Gereja dari Timur, suatu mata air rekonsiliasi diantara wali Gereja. God bless the East and West.

4 comments:

aldrin said...

Nama saya Damaris Aldrin dari Gereja Orthodox Indonesia yuridiksi Rusia,
diperlukan kerendahan hati yg sangat besar untuk saling menerima dan saling memberi diantara perbeadaan. Dua tokoh tsb telah mengajarkan kpd kita untuk saling mengasihi satu sama lain walaupun telah terpisah sejak thn 1054 namun jalinan kasih itu tidak pernah hilang. Kasih melampaui batas2 perbedaan, kasih memberikan ketenangan dalam hati sehingga tercipta kedamaian.

Saya sangat senang dgn terpilihnya Yang Mulia Patriarch Kyrill karena beliaulah yg waktu itu datang ke Indonesia meresmikan Gereja St. Thomas. Terlebih lagi saya bersyukur kepada Tuhan saya bisa ambil perjamuan yg diberikan langsung oleh Patriarch Kyrill yg saat itu masih menjabat sbg metropolitan/Episkop.

Salam untuk semua saudara2 orthodox dan semua umat Kristen/katholik semoga melalui blog ini bs mempersatukan gerejaNya yg satu kudus katolik dan apostolik. Amin

Leonard Panjaitan said...

Dear Sdr Damaris,
Terima kasih atas komentar anda yang menyejukkan. Memang benar, dibutuhkan kasih dan kerendahan hati untuk menuju persatuan Gereja yang sesungguhnya dimana semua umat dan gembala dapat saling berbagi ekaristi termasuk intercommunion. Yesus menunggu 2000 tahun agar GerejaNya tetap bersatu seperti dulu kala ketika Gereja Purba menjadi sarana kasih, pengampunan, kebersamaan, kerendahan hati, serta menjadi tiang-tiang kokoh dan nafas kehidupan dari para anggotaNya.

in Christ Love

Leo

Anonymous said...

Salam juga untuk Sdr. damaris. Kapan-kapan main dong ke GOI Kalimalang untuk besuk saudara-saudari orthodox di sana.

Andreas Yudi

aldrin said...

Salam jg untuk Anonymous..saya sangat rindu jg untuk beribadah di St.Ephipany sudah lama sekali ya..Bapak baptis saya waktu itu adalah bpk. Timotius panggilannya Mas Timo..apakah dia msh di kalimalang? salam untuk semua jemaat kalimalang..kenangan indah itu msh melekat di hati saya smp skr..

Shalom Elaehem Beshem Ha Masiah..