Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Monday, October 29, 2007

Anglicans Come Home

TAC-VATICAN Oct-25-2007 (480 words) xxxi
Diterjemahkan oleh Leonard T. Panjaitan

Anggota Gereja Anglikan Tradisional memohon persatuan penuh dengan Gereja Katolik

By Catholic News Service


DUBLIN, Irlandia (CNS) Jemaat dari tiga paroki Gereja Irlandia telah bergabung dengan Anglikan tradisional dari 12 negara lain dalam rangka memohon agar Gereja Katolik menerima mereka ke dalam komuni [persatuan] penuh.

Apabila disetujui Vatikan, perpindahan ini akan membuat 400.000 umat Anglican tradisional seluruh dunia diakui ke dalam Gereja Katolik.

Keputusan untuk membuat petisi bagi perpindahan untuk “pencarian penuh, keabsahan, persatuan sakramental” tersebut dibuat selama sidang paripurna di awal Oktober dari Persekutuan Anglican Tradisional [Traditional Anglican Communion], komunitas ini merupakan payung organisasi bagi umat Anglikan tradisional, berada di Portsmouth, Inggris. Perpindahan, yang dibuat dalam sebuah surat kepada Vatikan, akan berdampak pada komunitas paroki tersebut diterima dalam Gereja Katolik.

Hal ini sangat jarang sekali terjadi bagi seluruh komunitas Anglikan untuk mendapatkan persatuan secara sah dengan Gereja Katolik dimana setiap anggota jemaatnya menjadi Katolik dan secara efektif jemaat tersebut menjadi bagian dari Gereja Katolik.

Di Vatikan, pejabat resmi di sana tidak mau berkomentar tentang surat tersebut meskipun mereka menegaskan bahwa konggregasi ajaran iman dan doktrin telah menerima surat tersebut.

Sementara itu Dewan Kepausan untuk Peningkatan Persatuan Kristen merupakan lembaga utama Vatikan untuk pembicaraan masalah persatuan dengan Persekutuan Anglikan, Konggregasi Ajaran Iman berhubungan dengan situasi dimana mantan imam Anglikan ingin menjadi imam Katolik dan beberapa kelompok mereka bersama-sama juga ingin menjadi anggota Gereja Katolik. Keadaan individu-individu Anglikan yang ingin menjadi Katolik Roma dipertimbangkan sebagai masalah nurani dan bukannya sebuah issue dalam dialog ekumenis kedua agama tersebut.

Paus Benediktus XVI dan pejabat tinggi Vatikan telah menyatakan harapan mereka bahwa Persekutuan Anglican dapat menemukan sebuah struktur yang dapat membuat umat Anglican bersatu dimana pada saat bersamaan memperkuat iman dan warisan doktriner yang mereka bagikan kepada Gereja Roma Katolik agar dapat melanjutkan usaha-usaha menuju persatuan penuh antara Gereja Katolik dengan Gereja Anglican.

Persekutuan Anglican Tradisional menggambarkan dirinya sebagai asosiasi Gereja-gereja Anglican yang bersifat orthodox di seluruh dunia, dan bekerja untuk mempertahankan iman dan melawan sekularisasi yang melanda Gereja tersebut.

Ritus tradisional dari Gereja Irlandia [Anglican] lahir tahun 1991 setelah Majelis Uskup Gereja Irlandia [House of Bishops of the Church of Ireland] memutuskan mentahbiskan wanita menjadi imam. Umat Anglican tradisionalis mencela pergerakan tersebut sebagai “defiasi dalam Kitab Suci dan tradisi”.

Jurubicara ritus tradisional tersebut menolak berkomentar lebih jauh, dan menegaskan bahwa keputusan telah dibuat “bukan untuk diwawancarai pada tahap ini”. Di samping Irlandia, jemaat Anglican tradisional ini berada di Afrika, Amerika Utara, Asia dan Australia.

Setelah Gereja Episkopal Amerika Serikat memutuskan pada tahun 1976 untuk mentahbiskan wanita menjadi imam, beberapa mantan imam Episkopal dan umat awam lalu mencari persatuan penuh dengan Gereja Roma Katolik.

Vatican menetapkan “ketentuan pastoral” khusus untuk mengatur gerakan di AS dari mantan klerus Episkopal yang ingin melayani sebagai imam di Gereja Katolik Roma. Ketentuan tersebut juga menetapkan pedoman “khusus Anglikan” untuk paroki-paroki Katolik, dimana Vatikan mengijinkan mantan jemaat Episkopal tersebut mempertahankan beberapa bentuk liturgi Anglican dan tradisi spiritualitasnya.

No comments: