Pantocrator

Pantocrator
Dominus Iesus

Friday, July 13, 2007

The Didache - Ajaran 12 Para Rasul

Diterjemahkan oleh Leonard T. Panjaitan

Sumber : http://www.ocf.org/OrthodoxPage/reading/St.Pachomius/Liturgical/didache.html

THE DIDACHE - AJARAN DUABELAS PARA RASUL

Bab I

1.1 Ada dua jalan, satu jalan kehidupan dan satu lagi jalan kematian, dan perbedaannya besar antara dua jalan tersebut.

1.2 Kini jalan kehidupan sebagai berikut – pertama, kamu harus mengasihi Allah yang menciptakanmu, dan mengasihi sesamamu sebagaimana dirimu sendiri dan segala sesuatu yang tidak kamu kehendaki orang lain lakukan padamu, maka janganlah juga berbuat demikian bagimu.

1.3 Dan doktrin dari perkataan ini sebagai berikut. Berkatilah mereka yang mengutukmu dan berdoalah bagi musuh-musuhmu. Berpuasalah atas nama mereka yang menganiaya kamu; apakah jasamu kalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu ?

1.4 Hindarilah dari nafsu secara daging dan duniawi. Apabila orang menamparmu pada pipi kanan, berikanlah juga dia pipi kirimu sehingga dengan demikian kamu akan sempurna; apabila orang menyuruhmu berjalan satu mil maka berjalanlah dua mil, apabila ada orang yang meminta pakaianmu berikanlah juga dia jubahmu; apabila ada orang yang mengambil daripadamu; janganlah meminta kembali karena kau tidak juga mampu berbuat demikian.

1.5 Berikan kepada orang yang yang memintamu, jangan tanyakan lagi; karena Bapamu di Surga menginginkan karuniaNya diberikan kepada semuanya. Diberkatilah dia yang memberi menurut perintah ini karena dia dibebaskan dari rasa bersalah namun Celakalah terhadap mereka yang hanya menerima. Karena apabila seseorang menerima karena membutuhkannya, dia dibebaskan dari rasa bersalah; tetapi orang yang menerima sesuatu ketika tidak membutuhkannya akan membayar hukuman sebagaimana dia menerima dan untuk tujuan tersebut dan ketika di dalam pencobaan dia akan diuji menurut sesuatu yang dia telah kerjakan dan dia tidak akan pergi dari sana sampai dia membayar koin perunggu terakhir.

1.6 Karena sebuah kebenaran telah disampaikan atas hal-hal ini maka pemberian amalmu tinggal dalam tanganmu sampai kamu mengetahui kepada siapa kamu telah berikan.

Bab 2

2.1 Perintah kedua dari ajaran ini adalah sebagai berikut.

2.2 Janganlah kamu membunuh, janganlah kamu melakukan zinah, janganlah kamu merusak orang-orang muda; janganlah kamu melakukan persetubuhan di luar nikah; janganlah kamu menggunakan ramalan-ramalan; janganlah kamu melakukan praktek sihir [magis]; janganlah kamu membunuh seorang bayi melalui aborsi; jangan juga kamu membunuhnya ketika baru dilahirkan; janganlah kamu iri hati terhadap kepunyaan sesamamu.

2.3 Janganlah kamu melakukan sumpah palsu; janganlah kamu memberikan kesaksian palsu; janganlah kamu berkata-kata jahat; janganlah kamu memberikan ancaman;

2.4 Janganlah pikiranmu bercabang dua atau bercabang lidah; karena bercabang lidah adalah jerat kematian.

2.5 Perkataanmu janganlah palsu atau omong kosong tapi bertumpu pada tindakan nyata.

2.6 Janganlah kamu tamak atau serakah atau munafik atau dengki atau sombong, janganlah kamu merencanakan hal jahat terhadap sesamamu.

2.7 Janganlah kamu membenci orang, tapi sebagian kamu harus membantah, perhatikanlah beberapa orang yang berdoa dan sebagian orang yang mencintai di luar dirinya sendiri.

Bab 3

3.1 Anakku, hindarilah dari segala sesuatu yang jahat dan dari segala sesuatu yang serupa dengan si jahat.

3.2 Jangalah penuh amarah, karena amarah menuntun kamu kepada pembunuhan; janganlah cemburu atau suka bertengkar atau berselisih karena dari hal-hal demikian pembunuhan terjadi.

3.3 Anakku, jangan penuh nafsu birahi, karena nafsu birahi menuntunmu pada persetubuhan di luar nikah; jangan berbicara dengan kata-kata kotor; janganlah kamu mengangkat matamu [zinah mata], karena dari hal-hal demikian timbulah perzinahan badan.

3.4 Anakku, janganlah kamu menjadi pengikut nujum-nujum karena itu menuntunmu kepada berhala, jangan juga kamu menggunakan jampi-jampi atau peramal bintang atau terawang menggunakan air atau janganlah berkeinginan melihat hal-hal tersebut karena dari hal-hal demikain timbullah pemujaan berhala.

3.5 Anakku, janganlah jadi pembohong karena dengan berbohong menuntun kamu kepada pencurian; janganlah iri hati atau congkak karena dari hal-hal ini muncullah pencurian.

3.6 Anakku, janganlah menjadi pembisik [penggosip] karena ini menuntunmu pada penghujatan, janganlah tidak taat [membangkang] atau berpikiran jahat karena dari hal-hal ini timbullah penghujatan.

3.7 Tetapi kamu jadilah lembut karena orang yang lembut mewarisi bumi;

3.8 Bersabarlah menahan kesalahan dan kesulitan serta berbelas kasihanlah; dan lembutlah dan damailah; dan jadi baiklah serta takutlah selalu pada perkataan-perkataan yang kamu telah dengar.

3.9 Janganlah kamu meninggikan diri sendiri, jangan pula kamu merasa gagah terhadap jiwamu. Janganlah jiwamu menjadi angkuh tetapi kamu harus berjalan bagaikan orang yang adil dan rendah hati.

3.10 Terimalah segala sesuatu yang kamu dapat sebagai sesuatu yang baik, menyadari bahwa tanpa Allah tidak ada sesuatu yang terjadi.

Bab 4

4.1 Anakku, kamu harus mengingat baik siang dan malam kepada Dia yang berbicara kepadamu yakni Firman Allah; kamu harus menghormati Dia sebagaimana kamu itu adalah anak Tuhan, karena dimana ajaran Tuhan diberikan di situ Tuhan hadir.

4.2 Kamu harus mencari hari demi hari kebaikan para orang Kudus, kamu sebaiknya mengikuti kata-kata mereka.

4.3 Janganlah kamu menginginkan perpecahan [skisma], tapi hendaknya kamu berjuang dalam damai; adililah orang dengan adil, janganlah kamu menerima [meniru] sifat dari orang yang melakukan pelanggaran.

4.4 Janganlah kamu ragu-ragu apakah sesuatu itu dilakukan atau tidak.

4.5 Janganlah kamu mengulurkan tanganmu ketika menerima namun menarik tanganmu ketika memberi.

4.6 Apabila kamu melakukannya, memberikan dengan sarana tanganmu maka kamu mendapatkan penebusan bagi dosa-dosamu.

4.7 Janganlah ragu untuk memberi, jangan pula kamu bersungut-sungut ketika memberi, karena kamu seharusnya tahu siapa pembayar yang adil dari jasa-jasamu itu.

4.8 Janganlah kamu menghindari dari dia yang membutuhkan, tapi hendaknya kamu berbagi dengan saudaramu dalam segala hal dan janganlah kamu menganggap bahwa segala sesuatu itu milikmu sendiri; karena kalau kamu berhubungan dengan sesuatu yang tidak kekal bagaimana lebihnya lagi apabila kamu berhubungan dengan yang kekal ?

4.9 Janganlah kamu menjauhkan hatimu dari anakmu laki-laki atau perempuan tapi justru ketika mereka muda hendaknya kamu ajarkan mereka takut akan Allah.

4.10. Janganlah kamu memerintah dengan kebencian kepada pelayanmu atau pembantumu, yang berharap dalam Allah yang sama dengan dirimu sendiri, kecuali mereka tidak takut akan konsekuensi Allah yang menguasai kedua-duanya; karena Dia tidak datang untuk memanggil orang-orang yang terhormat namun memanggil mereka yang telah dipersiapkan oleh Roh.

4.11 Dan kamu para hamba tundukkanlah dirimu kepada tuanmu dengan hormat dan gentar, sama seperti kepada Allah.

4.12 Hendaklah kamu membenci segala kemunafikan dan sesuatu yang bertentangan dengan kesenangan Allah.

4.13 Janganlah kamu meninggalkan perintah Allah tapi hendaklah kamu menjaganya seperti yang telah kamu terima, jangan menambahkan atau mengurangi perintah Allah.

4.14 Hendaklah kamu mengakui pelanggaran-pelanggaranmu di Gereja dan janganlah kamu datang berdoa dengan hati yang jahat. Ini adalah jalan kehidupan.

Bab 5

5.1 Tapi jalan kematian adalah berikut ini. Pertama-tama, adalah si jahat, penuh kutukan; padanya ditemukan pembunuhan, perzinahan, nafsu birahi, persetubuhan, pencurian, pemujaan berhala, ilmu nujum, sihir, perampokan, kesaksian palsu, kemunafikan, pikiran bercabang dua, jimat, kesombongan, ancaman, ketidaktaatan, iri hati, bicara kotor, kecemburuan, keberanian yang agresif, kesombongan.

5.2 Terdapat mereka yang menganiaya orang-orang baik – pencinta kebohongan, tidak menyadari jasa-jasa kebaikan, tidak menggantungkan diri pada hal-hal yang baik, tidak pula pada penilaian yang adil, mengamati hal-hal yang buruk bukannya hal yang baik, kepadanya sifat kelembutan dan kesabaran jauh sekali berada, mencintai hal-hal yang sia-sia, menitikberatkan pada balas jasa, tidak memiliki belas kasih pada orang yang membutuhkan, tidak membantu mereka yang berada dalam kesulitan, tidak menyadari bahwa mereka terbentuk sebagai, pembunuh anak-anak, perusak citra Allah yang mengabaikan orang yang membutuhkan, yang menekan orang yang ada dalam kesulitan, mengadili orang miskin secara tidak adil, melakukan kesalahan dalam segala hal. Dari hal-hal ini semua, anak-anakku, kiranya kalian dibebaskan.

Bab 6

6.1 Lihatlah bahwa tidak ada seorang pun membuatmu melakukan kesalahan dari garis doktrin ini karena dia yang melakukannya begitu pula mengajarkannya selain daripada Allah.

6.2 Apabila kamu mampu untuk menanggung seluruh kuk Tuhan, kamu akan menjadi sempurna, tapi apabila kamu tidak sanggup, maka apa yang kamu anggap mampu, lakukanlah.

6.3 Tapi yang berkaitan dengan daging, lakukankan apa yang kamu anggap mampu. Tetapi jagalah dirimu hati-hati dari sesuatu yang dikorbankan bagi berhala, karena ini adalah bentuk pemujaan dari kuasa neraka.

Bab 7

7.1 Tapi berkaitan dengan pembaptisan, maka baptislah kamu : pertama-tama bawakanlah seluruh pengajaran ini, baptislah dalam nama Sang Bapa, dan Sang Putra dan Sang Roh Kudus, dalam air yang mengalir;

7.2 Tapi apabila kamu tidak memiliki air yang mengalir, baptislah dengan sebagian air, dan apabila kamu tidak dapat membaptis dalam air yang sejuk, baptislah dalam air yang hangat.

7.3 Tapi apabila kamu tidak memiliki kedua-duanya, tuangkanlah air tiga kali di kepala, dengan mengucapkan dalam nama Sang Bapa, Sang Putra dan Sang Roh Kudus.

7.4 Tetapi sebelum pembaptisan, biarkan orang yang membaptis dan dia yang dibaptis berpuasa sebelumnya, dan juga setiap orang lain yang mampu. Dan hendaknya kamu memerintahkan dia yang dibaptis untuk berpuasa satu atau dua hari sebelumnya.

Bab 8

8.1 Namun sebagaimana puasamu, janganlah seperti orang-orang munafik, karena mereka berpuasa pada hari kedua dan kelima tapi kamu berpuasalah pada hari keempat dan keenam.

8.2 Jangan pula kamu berdoa seperti orang munafik, tapi seperti yang Tuhan perintahkan dalam injilnya maka berdoalah kamu : Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendakmu di atas bumi seperti di dalam surga. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari si jahat.

8.3 Berdoalah tiga kali sehari dengan cara seperti itu.

Bab 9

9.1 Tapi tentang Ekaristi, setelah melakukan hal ini kamu mengucap syukur.

9.2 Pertama, tentang Piala. Kami bersyukur kepadamu, ya Bapa kami, atas anggur suci ini, Daud AnakMu, yang telah Kau berikan kepada kami melalui Yesus Kristus, PutraMu, KepadaMu kemuliaan untuk selama-lamanya.

9.3 Dan tentang Roti yang dipecah. Kami bersyukur kepada Mu, ya Bapa kami, atas kehidupan dan pengetahuan yang telah Kau berikan kepada kami melalui Yesus Kristus, PutraMu, kepadaMulah kemuliaan untuk selama-lamanya.

9.4 Sebagaimana roti yang dipecah ini sekali ditaburkan pada gunung-gunung, dan setelah roti ini dibawa bersama-sama menjadi satu, begitulah semoga GerejaMu berkumpul bersama dari ujung bumi ini sampai kepada kerajaanMu; bagiMu adalah kemuliaan dan kuasa melalui Yesus Kristus untuk selama-lamanya.

9.5 Dan janganlah biarkan siapa pun makan atau minum Ekaristimu kecuali telah dibaptis dalam nama Tuhan, karena untuk sebuah kebenaran Tuhan telah berkata hal ini, jangan berikan apa yang kudus kepada anjing.

Bab 10

10.1 Namun setelah ini diselesaikan, maka berdoalah kamu.

10.2 Kami bersyukur kepada Mu, Bapa yang Kudus, karena namamu yang kudus, yang telah tinggal di hati kami dan atas pengetahuan dan iman serta hidup yang kekal yang telah kau berikan kepada kami melalui Yesus PutraMu, kepadaMu lah Kemuliaan untuk selama-lamanya.

10.3 Engkau, Penguasa Yang Maha Kuasa, yang menciptakan segala sesuatu bagi namaMu, dan yang telah memberikan baik makanan dan minuman bagi manusia agar dinikmati, bahwa kami perlu bersyukur kepadaMu namun kepada kamilah Engkau telah berikan makanan dan minuman rohani serta hidup yang kekal melalui PuteraMu.

10.4 Di atas itu semua, kami bersyukur kepada Mu bahwa Engkaulah yang mampu menyelamatkan; kepadaMu kemuliaan untuk selamanya.

10.5 Ingatlah, Tuhan, GerejaMu, agar Engkau membebaskanNya dari segala yang jahat, dan menyempurnakannya dalam CintaMu, dan mengumpulkan GerejaMu bersama-sama dari empat penjuru angin yang bahkan telah disucikan demi KerajaanMu yang telah Engkau siapkan baginya; bagiMu kerajaan dan kemuliaan selama-lamanya.

10.6 Biarkanlah Rahmat datang, dan biarkanlah dunia ini berlalu. Hosanna kepada Anak Daud. Apabila ada orang yang suci maka biarkanlah dia datang [ke Ekaristi]; namun apabila tidak; maka dia harus bertobat. Maranatha. Amen.

10.7 Tapi ijinkanlah para rasul untuk mengucap syukur, sepanjang mereka berniat untuk melakukannya.

Bab 11

11.1 Siapa pun, yang akan datang dan mengajarkanmu semua hal yang dikatakan ini maka terimalah dia.

11.2 Tapi apabila seorang pengajar berbalik dan mengajarkan sesuatu doktrin yang lain dengan maksud untuk merusakmu, jangan dengarkan dia, tapi apabila ia datang untuk menambah kebaikanmu dan pengetahuanmu kepada Tuhan, terimalah dia sebagaimana Engkau menerima Tuhan.

11.3 Tapi berkaitan dengan para rasul dan nabi, maka lakukanlah sesuai dengan doktrin dari Injil.

11.4 Biarkan setiap rasul yang datang kepadamu diterima sebagaimana kamu menerima Tuhan.

11.5 Dia akan tinggal satu hari, dan apabila diperlukan dia tinggal dua hari namun apabila dia tinggal tiga hari lamanya, maka dia adalah nabi palsu.

11.6 Dan biarkan para rasul ketika pergi tidak membawa apa-apa kecuali roti sampai dia tiba di tempat tujuannya; tapi apabila dia meminta uang, maka dia adalah nabi palsu.

11.7 Dan kamu hendaknya tidak mencobai atau berselisih dengan setiap rasul yang berbicara dalam roh; karena setiap dosa akan diampuni tapi dalam dosa ini tidak akan diampuni.

11.8 Tapi tidak setiap orang yang berbicara dalam roh adalah seorang nabi, tapi dia juga memiliki sikap tentang Tuhan; melalui sikap mereka lah maka mereka dapat dikenali, yakni nabi palsu dan nabi asli.

11.9 Dan setiap nabi yang di dalam Roh mengadakan meja perjamuan dan ia hendaknya tidak makan sendirian namun apabila dia melakukan sebaliknya, maka dia adalah seorang nabi palsu.

11;10 Dan setiap nabi yang mengajarkan kebenaran, namun apabila dia tidak melakukan apa yang dia ajarkan maka dia adalah nabi palsu.

11.11 Dan setiap nabi yang diakui dan benar, melayani dalam misteri yang kelihatan dari Gereja tapi dia yang mengajarkan berbeda dari tindakan yang dia lakukan sendiri, janganlah kamu menghakiminya karena bersama Tuhan terletak penghakimannya, karena dengan cara inilah juga para nabi-nabi dahulu berbuat demikian.

11.12 Tapi siapa pun yang berkata dalam roh, berikanlah aku uang atau sejenisnya, jangan dengarkan dia, tapi apabila dia berbicara tentang hal-hal yang lain yang memang dibutuhkan maka kamu hendaknya memberikan kepada mereka, dan janganlah hakimi dia.

Bab 12

12.1 Setiap orang yang datang dalam nama Tuhan hendaknya diterima, tapi setelahnya kamu hendaknya menguji dia dan mengenali karakternya karena kamu telah memiliki pengetahuan tentang yang baik dan benar.

12.2 Apabila dia yang datang sebagai pejalan kaki, maka bantulah dia sejauh kamu mampu tapi dia tidak akan tinggal bersamamu lebih dari dua atau tiga hari, kecuali ada keperluan.

12.3 Tapi apabila dia mau tinggal menetap bersamamu, maka dia hendaknya menjadi pengrajin [pekerja], biarlah dia bekerja sehingga bisa makan.

12.4 Tapi apabila dia tidak menguasai alat kerajinan apa pun, sediakanlah dia menurut kehendakmu, bahwa orang Kritsten tidak boleh ada yang bermalas-malasan [nganggur] diantaramu.

12.5 Tapi apabila dia tidak berniat melakukan hal demikian, dia adalah pedagang nama Kristus. Untuk hal itu, jauhilah dia.

Bab 13

13.1 Tapi setiap nabi yang benar yang bersedia untuk tinggal diantara kamu maka dia layak mendapatkan makanannya.

13.2 Begitu juga dengan pengajar yang benar, dia juga layak mendapatkan makanan bahkan apabila dia seorang pekerja.

13.3 Hendaknya kamu mengambil buah pertama dari setiap hasil panenan perahan anggurmu, yakni lembu jantan dan domba serta memberikannya kepada para nabi karena mereka adalah imam besarmu juga.

13.4 Tapi apabila kamu tidak mempunyai seorang nabi, maka berikanlah hasil panenanmu kepada orang-orang miskin.

13.5 Apabila kamu membuat pesta perayaan panenan, ambil dan berikanlah buah pertama menurut perintah yang diberikan.

13.6 Hal serupa juga ketika kamu membuka buli anggur atau minyak, ambillah buah pertama dan berikanlah kepada para nabi;

13.7 Ambil juga buah pertama berupa uang, pakaian dan setiap kepunyaanmu, seperti yang nampak baik baginya, dan berikanlah kepada para nabi menurut perintah yang diberikan.

Bab 14

14.1 Tapi pada hari Tuhan, setelah kamu berkumpul bersama, memecah roti dan mengucap syukur, dan sebagai tambahannya kamu mengakui dosa-dosamu, maka pengorbananmu akan murni.

14.2 Tapi janganlah seorang pun berselisih dengan temannya dibiarkan berkumpul bersama-sama kamu, sampai mereka berdamai kembali maka pengorbananmu tidak akan tecemar.

14.3 Karena inilah yang disampaikan oleh Tuhan. Dalam setiap tempat dan waktu, berikanlah kepadaKu korban yang murni karena Akulah Raja yang Agung, kata Tuhan dan namaKu adalah ajaib diantara orang-orang kafir.

Bab 15

15.1 Pilihlah bagimu para uskup dan diakon yang layak di depan Tuhan, laki-laki yang lembut dan tidak congkak, dan benar serta diakui karena mereka melakukan bagimu pelayanan para rasul dan guru-guru.

15.2 Janganlah, memandang rendah mereka karena mereka adalah yang terhormat diantara kalian, bersama-sama dengan para nabi dan guru-guru.

15.3 Tegurlah satu sama lain, tapi tidak dengan cara marah namun dengan damai seperti yang diperintahkan dalam Injil dan jangan biarkan orang yang berlaku tidak tertib kepada sesamanya berbicara kepada kamu, jangan pula biarkan dia didengarkan oleh kamu sampai dia bertobat.

15.4 Tapi doa-doamu dan pemberian amalmu serta seluruh perbuatanmu, lakukanlah itu seperti yang diperintahkan dalam Injil Tuhan.

Bab 16

16.1 Amatilah hal-hal yang berkaitan dengan hidupmu; jangan biarkan lampumu padam atau pinggangmu kendor, tapi siap siagalah, karena kamu tidak tahu saatnya kapan Allah datang.

16.2 Tapi kamu seringlah berkumpul, carilah apa yang sesuai dengan jiwamu, karena tidak keseluruhan hidup imanmu akan menguntungkanmu, kecuali kamu ditemukan sempurna pada akhirnya.

16.3 Karena di akhir jaman, nabi palsu dan penggoda akan berlipat ganda dan domba akan berubah menjadi serigala dan kasih akan berubah menjadi benci;

16.4 Dan karena melimpahnya kejahatan maka mereka akan saling membenci, dan menganiaya satu sama lain dan menyerahkan satu sama lainnya dan kemudian Si Penipu dari dunia ini akan nampak sebagai Anak Allah dan melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan dunia akan diserahkan ke dalam tangan-tangannya dan dia akan melakukan hal-hal najis seperti yang tidak pernah muncul sejak permulaan dunia ini.

16.5 Lalu manusia akan diadili di pengadilan yang keras dan banyak orang akan binasa dan dihancurkan; tetapi mereka yang setia dalam iman akan diselamatkan oleh batu pertahanan itu sendiri.

16.6 Dan akan muncul tanda kebenaran; pertama adalah tanda penampakan di Surga, kemudian tanda bunyi trompet dan ketiga kebangkitan orang mati.

16.7 Namun tidak semua orang dibangkitkan, seperti yang telah dikatakan, Tuhan akan datang dan semua orang kudusnya akan bersama Dia.

16.8 Lalu dunia akan melihat Tuhan datang dalam awan-awan Surga.

{Akhir dari Didache}

No comments: